Akses Air Bersih yang Masih Jadi Kendala Abadi Masyarakat masih kesulitan mendapatkan akses ke air bersih. (Foto: Pexels/pixabay)

AKSES air bersih masih menjadi isu Indonesia. Bagaimana tidak, ketimpangan ketersediaan air bersih di kota dan desa masih begitu terasa. Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) akses air bersih yang layak saat ini di Indonesia mencapai 72,55 persen. Padahal target Sustainable Development Goals (SDGs) akan akses air bersih sebesar 100 persen.

Supaya tiap wilayah di seluruh pelosok nusantara bisa sama-sama mengakses air bersih, berbagai elemen masyarakat mempelopori dan menggiatkan inisatif Pembiayaan Air Minum dan Sanitasi (PAMDS atau WaterCredit). Hal ini terungkap dalam dialog Water For All : Empowering Community Through Water Credit Initiatives di Ideafest 2019, Minggu (6/10).

Baca Juga:

Pemprov DKI Godok Aturan Hukum Penggunaan Air Tanah di Jakarta

air
Kiri ke Kanan: Tri Dewi Virgiyanti, Director - Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Karyanto Wibowo - Sustainable Development Director, Danone Indonesia, Wahyudi – Chairman, Badan Pengelola Air Minum dan Sanitasi, Rachmad Hidayad - Chief Representative, Water.org. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Inisiatif ini menjembatani antara akses air minum dan sanitasi dengan lembaga keuangan. Dengan menyediakan pinjaman terjangkau baik kepada rumah tangga, kelompok masyarakat, atau penyedia layanan air minum dan sanitasi yang sebelumnya tidak mendapatkan akses di sektor keuangan, PAMDS memberdayakan masyarakat agar dapat segera memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi mereka sendiri.

“Setiap elemen masyarakat seharusnya bahu membahu memberikan akses air bersih ke warga Indonesia lainnya agar 100% warga Indonesia bisa mengonsumsi air bersih. Untuk itu kami bersama-sama mendorong inisiatif PAMDS ini,” ungkap Chief Representatives, Water.org, Rachmad Hidayad. Water.org merupakan sebuah lembaga nirlaba yang aktif mendorong inisiatif PAMDS.

Dirinya menambahkan bahwa sejak dimulainya inisiatif ini di Indonesia pada 2014, beberapa lembaga keuangan telah membuat produk pembiayaan air minum dan sanitasi dan telah menyalurkan lebih dari 190.000 pinjaman dengan jumlah total sebesar Rp 542 miliar. Dengan pinjaman yang telah disalurkan lembaga-lembaga keuangan baik bank maupun koperasi, saat ini lebih dari 750,000 jiwa berhasil memiliki akses terhadap air dan sanitasi.

Skema pinjaman mikro PAMDS dapat lebih menjamin keberlanjutan program akses air bersih dan sanitasi dibandingkan bantuan langsung yang dapat terputus apabila donasinya dihentikan. Dengan skema mikro ini, penerima manfaat mendapatkan pemenuhan kebutuhan akses air dan sanitasi sekaligus memiliki tanggung jawab moral untuk membayar angsuran secara rutin serta memelihara fasilitas terbangun. Selain itu, lembaga keuangan terkait dapat turut meningkatkan portfolio serta penetrasi pasar yang lebih luas.

Baca Juga:

Manfaat Minum Air Es, Nomor 4 Belum Ada yang Tahu

air
Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk akses ke air bersih. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

PAMDS membuka kesempatan kepada berbagai pihak, pemerintah dan swasta untuk turut berkontribusi memberikan capaian akses air bersih dan sanitasi di Indonesia. Salah satu pihak swasta yang turun langsung bekerjasama dengan Water.org adalah Danone-AQUA. Langkah yang dilakukan oleh Danone-AQUA yakni dengan memberdayakan Kelompok SPAMS (Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) Pedesaan.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone-Indonesia menambahkan, kolaborasi Danone-AQUA dengan Water.org bertujuan meningkatkan akses air bersih bagi warga di beberapa daerah yang aksesnya terbatas. "Kolaborasi ini sejalan dengan visi kami, One Planet One Health, di mana kami percaya bahwa kesehatan lahir tidak hanya melalui makanan, minuman atau pun gaya hidup masyarakat, tetapi juga berasal dari lingkungan yang juga sehat," tuturnya.

Penting bagi kami mendukung inovasi dan inisiatif yang baik untuk mencapai akses air bersih dan sanitasi yang baik melalui cara yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Karyanto.

Sementara bentuk dukungan yang diberikan oleh Water.org antara lain menyediakan sumber daya, pendidikan, koneksi dengan praktisi lain, dan bantuan teknis untuk memulainya. Peminjam menggunakan pinjaman kecil yang terjangkau ini untuk memasang keran atau toilet di rumah mereka dan mendapatkan akses ke sumber daya lokal yang dapat melakukan pekerjaan. (avia)

Baca Juga:

Inovasi Terbaru Menghasilkan Air Bersih

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH