Akibat PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Pilih Turunkan Harga Penjualan hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya. Foto: MP/Budi Lentera

MerahPutih.com - Penjualan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriah diprediksi kembali menurun lagi. Padahal, Lebaran Haji tahun ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Salah satu peternak sekaligus penjual hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya, Harianto sudah memprediksi selama pandemi akan ada penurunan penjualan hewan kurban.

Baca Juga

Sapi Simental Seberat 1,3 Ton Asal Agam Calon Hewan Kurban Jokowi

Menurutnya, hal ini berdasarkan pengalaman tahun lalu. Bahkan, tahun ini diprediksi akan merosot tajam lantaran bersamaan dengan diterapkan PPKM Darurat.

"Tahun lalu penjualan kami turun. Nah, tahun ini pasti turunnya lebih banyak lagi. Soalnya, bareng sama yang namanya pembatasan darurat," kata Harianto, Senin (5/7).

Penjualan hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya. Foto: MP/Budi Lentara
Penjualan hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya. Foto: MP/Budi Lentera

Perbedaan mencolok terlihat pada sore hingga malam hari. Selama diberlakukan PPKM darurat dua hari ini, jumlah pengunjung yang melihat hewan kurbannya, masih bisa dihitung dengan jari.

"Orang kalau mau beli, biasanya sore lihat-lihat dulu. Kalau cocok, ya langsung beli. Kalau nggak cocok, ganti di tempat sebelah. Dua hari ini nggak ada yang beli. Yang lihat aja nggak sampai 10 orang," kata Harianto.

Harianto menduga, minat masyarakat untuk membeli yang berkurang, selain kondisi ekonomi karena pandemi, juga ditunjang pembatasan jam. Selama PPKM darurat, ia tidak pernah mengatur jadwal berjualan. Artinya, sehari ia berjualan selama 24 jam seperti hari-hari biasa. Persoalannya, masih kata Harianto, selama PPKM darurat, warung-warung sudah ditutup semua, sehingga hanya sedikit masyarakat yang keluar di jam malam. Imbasnya, sedikit pula orang yang mampir di tempat penjualan hewan kurban.

"Ibarat petani, waktunya panen tiba-tiba kena banjir. Akhirnya gagal panen. Sama seperti kita. Ternak hewan, dirawat dari kecil, pas waktunya besar, ternyata nggak bisa dijual," sambungnya.

Akibatnya, ia pun mencoba mengurangi keuntungan penjualan dengan menurunkan harga hewan qurban.

"Ya, misalkan sapi seharga Rp 20 juta, kita turunkan harga sekitar 1 sampai 2 juta rupiah selisihnya," tutupnya.

Penjualan hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya. Foto: MP/Budi Lentera
Penjualan hewan kurban di wilayah Benowo, Surabaya. Foto: MP/Budi Lentara

Senada dengan apa yang dikatakan Imron. Salah satu penjual hewan kurban di wilayah perkotaan Surabaya. Untuk mengurangi kerugian akibat sewa lahan, ia terpaksa menurunkan harga hewan kurban yang ia jual.

"Kalau di kota ini kan sewa lahan kosong. Kemudian biaya transportasi untuk mendatangkan hewan dari desa. Jadi, harganya kita turunkan. Ya mudah-mudahan saja mejelang Idul Adha nanti bisa laris jualan kita," tutup Imron. (Budi Lentera/Surabaya)

Baca Juga

Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Geledah Rumah Orang Tua Legislator PDIP, KPK Sita Alat Komunikasi dan Dokumen
Indonesia
Geledah Rumah Orang Tua Legislator PDIP, KPK Sita Alat Komunikasi dan Dokumen

Salah satu rumah yang digeledah diduga milik orang tua Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ihsan Yunus.

Kadiv Propam Pastikan Penembak Mati Anggota TNI Langsung Dipecat
Indonesia
Kadiv Propam Pastikan Penembak Mati Anggota TNI Langsung Dipecat

Propam akan menggelar Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU No 2/2002

Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu
Indonesia
Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu

Yakni mulai Rp 285 ribu untuk tes PCR dan tes cepat antigen Rp 35 ribu di sejumlah fasilitas kesehatan mitra yang ditunjuk di sejumlah daerah.

Begini Perbandingan Vaksinasi Indonesia dengan Negara Maju
Indonesia
Begini Perbandingan Vaksinasi Indonesia dengan Negara Maju

Pelaksanaan vaksinasi harian rata-rata di Indonesia mencapai 516.275 dosis per hari pada Juni dan meningkat menjadi 806.990 dosis per hari pada Juli yang kemudian melonjak hingga lebih dari 1 juta dosis per hari pada Agustus.

Karyawati Bakar Kantor SPBU di Senen, Hilangkan Barang Bukti Penggelapan Uang
Indonesia
Karyawati Bakar Kantor SPBU di Senen, Hilangkan Barang Bukti Penggelapan Uang

Pelakunya adalah karyawati SPBU tersebut dengan tujuan menghilangkan barang bukti penggelapan uang.

Kawasan Kantor Diplomat di Kabul Mulai Sepi Aktivitas
Dunia
Kawasan Kantor Diplomat di Kabul Mulai Sepi Aktivitas

Hingga saat ini terdapat 15 WNI yang telah melaporkan keberadaannya di Afghanistan. Jumlah tersebut belum termasuk staf yang bertugas di KBRI Kabul.

Eks Koruptor Emir Moeis Ditunjuk Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN
Indonesia
Eks Koruptor Emir Moeis Ditunjuk Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

Eks narapidana kasus korupsi Emir Moeis ditunjuk menjadi komisaris PT Pupuk Iskandar Muda. Pupuk Iskandar adalah anak usaha dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero).

  Punya UU Baru, Jaksa Agung Janji Kedepankan Keadilan Restoratif
Indonesia
Punya UU Baru, Jaksa Agung Janji Kedepankan Keadilan Restoratif

Ada 14 kewenangan baru yang tertera dalam UU Kejaksaan baru tersebut yang harus disosialisasikan dan dijelaskan kepada masyaraka

KPK Dalami Fee yang Diterima Azis Syamsuddin Terkait DAK Lampung Tengah
Indonesia
KPK Dalami Fee yang Diterima Azis Syamsuddin Terkait DAK Lampung Tengah

Aliza Gunado dan Edy Sujarwo disebut-sebut sebagai orang kepercayaan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ).

Percepat Vaksinasi COVID-19, Bandung Sudah Miliki Sentra Vaksinasi
Indonesia
Percepat Vaksinasi COVID-19, Bandung Sudah Miliki Sentra Vaksinasi

Kolaborasi perlu dilakukan semua pihak dalam menyukseskan vaksinasi COVID-19, khususnya membangun sentra-sentra vaksinasi.