Akibat Pandemi COVID-19, APBD DKI Alami Kontraksi 46 Persen Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020 mengalami penurunan dari Rp87,9 triliun menjadi sebesar Rp57 triliun akibat pandemi COVID-19. Anggaran tersebut terkontraksi 46 persen dari sebelumnya yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 87,9 triliun.

Angka itu diketahui setelah Legislatif dan Eksekutif menggelar pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 di Grand Cempaka Resort Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (21/10) kemarin.

"Tahun 2020 ini sebesar APBD nya 57 Triliun. APBD P nya dari 87,9 jadi sekarang APBD-nya sisa 57 T," ujar Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, pembahasan APBD-P dilakukan pada periode September-Oktober sebelum tahun anggaran berakhir. Namun tahun ini pembahasan tersebut terbilang molor.

Taufik menjelaskan alasan APBD-P DKI molor dibahas lantaran adanya masa pandemi COVID-19. Karenanya, APBD-P tersebut baru bisa dilaksanakan pada November mendatang.

"Iya. Ini kan karena COVID-19. Tapi soal kebut mengebut tidak ada. Jadwal kita sesuai. Enggak dikebut. Sesuai jadwal saja," jelas dia.

Politikus Gerindra menuturkan, dalam pembahasan APBD-P nanti pihaknya akan membahas terkait alokasi pemberian pinjaman dana Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat yaitu sebesar Rp3,2 triliun.

Lanjut Taufik, dana PEN umumnya dialokasikan untuk proyek dan program Pemprov di tahun 2020 yang sempat terhenti karena Covid-19 di berbagai sektor.

"Kan ini kita hanya ada uang. Kita dapat pinjaman PEN. dari situ kita dalami. Tahun ini kita dapat Rp3,2 T. Itu akan dipakai untuk 6 kegiatan. Ada infrastruktur kebudayaan. Proyek-proyek yang ditetapkan di 2020 lalu karena Covid-19 dia berhenti. Itu dibiayai dengan PEN ini," jelas dia.

Baca Juga

DPRD Dukung Anies Bongkar Rumah Pinggir Sungai Atasi Banjir

"Ada Jakarta International Stadium, normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk kali. Ada underpass dan flyover. Contoh Lenteng Agung, Tanjung Barat. Udah 90 persen lebih jalan lalu stop. Itu dibiayai PEN. Underpass Senen juga," sambungnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Mau Ikutan Cari Buronan KPK Politikus PDIP Harun Masiku, tapi Ada Syaratnya
Indonesia
Polri Mau Ikutan Cari Buronan KPK Politikus PDIP Harun Masiku, tapi Ada Syaratnya

KPK masih memproses surat perihal permintaan bantuan ke Polri

KPK Telusuri Sejumlah Aset Milik Nurhadi Lewat Bos KJPP Hari Utomo
Indonesia
KPK Telusuri Sejumlah Aset Milik Nurhadi Lewat Bos KJPP Hari Utomo

Penyidik juga menjadwalkan memeriksa Eviy Olivia dan Yoga Dwi Hartiar pada pemeriksaan kemarin.

[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab
Indonesia
[Hoaks Atau Fakta]: Seorang Ayah Aniaya Anak Karena Pakai Hijab

BUKAN di Lampung dan tidak terkait dengan hijab. Kejadian di foto itu adalah seorang pria bernama Wei yang memukul anaknya.

Wali Kota Jakpus Ancam Sanksi Rizieq Shihab Jika Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Wali Kota Jakpus Ancam Sanksi Rizieq Shihab Jika Langgar Protokol Kesehatan

Pada surat soal Maulid Nabi, disebut ada sanksi jika melanggar protokol kesehatan.

 Jokowi Beri Grasi ke Eks Gubernur Riau Terpidana Suap Alih Fungsi Lahan
Indonesia
Jokowi Beri Grasi ke Eks Gubernur Riau Terpidana Suap Alih Fungsi Lahan

Annas diketahui dihukum 7 tahun penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman itu bertambah 1 tahun dari vonis Pengadilan Tipikor Bandung pada 24 Juni 2015.

Masyarakat Diminta Berhati-hati dengan Klaim Obat Corona Viral di Medsos
Indonesia
Masyarakat Diminta Berhati-hati dengan Klaim Obat Corona Viral di Medsos

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa.

Wamenag Minta Warga tak Curiga soal Sertifikasi Penceramah
Indonesia
Wamenag Minta Warga tak Curiga soal Sertifikasi Penceramah

Program da'i dan penceramah bersertifikat, kata Zainut, adalah program biasa yang sudah sering dilakukan oleh ormas-ormas Islam atau lembaga keagamaan lainnya.

 Tol Trans Jawa Jadi Biang Kerok Penurunan Penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo
Indonesia
Tol Trans Jawa Jadi Biang Kerok Penurunan Penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah mencatat adanya penurunan jumlah penumpang sebanyak 27 persen saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Penjahit APD di Solo Kebanjiran Order
Indonesia
Penjahit APD di Solo Kebanjiran Order

Wagino (56) tergugah untuk memproduksi APD berupa baju hazmat atau pelindung badan dengan harga murah.

Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Bukti Pemerintah Jokowi tak Punya Sense of Crisis
Indonesia
Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Bukti Pemerintah Jokowi tak Punya Sense of Crisis

"Masyarakat saat ini tengah mengalami banyak kesulitan karena pandemi COVID-19, sehingga kebijakan pemerintah itu dipastikan akan menambah beban masyarakat," tambah Anas.