Akhirnya, Jaksa Pinangki Dijebloskan ke Lapas Wanita Kelas II A Tangerang Terdakwa kasus penerimaan suap dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Pinangki Sirna Malasari. ANTARA FOTO/ Reno Esnir

Merahputih.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akhirnya menjebloskan Pinangki Sirna Malasari ke penjara. Eksekusi terpidana kasus pengurusan fatwa MA atas nama Djoko Tjandra ini dilakukan Senin (2/8).

"Sudah kami bawa ke lapas untuk menjalani pidana penjara hari ini," ujar Kepala Kejari Jakarta Pusat, Riono Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (2/8).

Baca Juga

Djoko Tjandra Ungkap Modus Pinangki Minta 100 Juta Dolar

Riono mengatakan Pinangki dieksekusi ke Lapas Wanita Kelas II A Tangerang. Ia akan menjalani hukuman selama 4 tahun. Eksekusi ini akhirnya dilakukan tiga hari setelah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia memprotes pada 31 Juli 2021.

Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan vonis di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2). Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan vonis di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2). Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah membacakan vonis untuk Pinangki sejak Juni 2021. Pengadilan memvonis Pinangki bersalah menerima uang dari Djoko Tjandra. Pinangki dihukum 4 tahun penjara.

Atas putusan itu kejaksaan tidak mengajukan kasasi. Hukuman tingkat banding memangkas hukuman Pinangki dari yang sebelumnya 10 tahun penjara.

Baca Juga

Sidang Pledoi, Djoko Tjandra Merasa Ditipu Pinangki

Selaku penegak hukum, Pinangki terbukti melakukan tiga perbuatan pidana. MUlai dari menerima suap, pemufakatan jahat dan pencucian uang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya
Indonesia
Eksis saat Pandemi COVID-19: Media Berdaya, Disabilitas Berjaya

Kepercayaan publik terhadap media massa perlu terus dikembangkan dengan produksi konten-konten yang mencerahkan, terlebih saat mengarungi masa Pandemi COVID-19.

Kota Bogor Butuh Rumah Sakit Darurat COVID-19
Indonesia
Kota Bogor Butuh Rumah Sakit Darurat COVID-19

Pembangunan RS darurat guna mengantisipasi terus meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kota Hujan tersebut..

Jokowi: Selalu Waspada, Dunia Akan Menghadapi Varian Lain Yang Lebih Menular
Berita
Jokowi: Selalu Waspada, Dunia Akan Menghadapi Varian Lain Yang Lebih Menular

Kemenkes juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif.

Operasikan Tol Anyar, Jasa Marga Catatkan Pendapatan Usaha Naik 0,80 Persen
Indonesia
Operasikan Tol Anyar, Jasa Marga Catatkan Pendapatan Usaha Naik 0,80 Persen

Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,93 triliun, tumbuh 1,74 persen atau Rp33 miliar dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu sebesar Rp1,9 triliun.

Tanah Longsor di Tapanuli Selatan, 12 Warga Belum Ditemukan
Indonesia
Tanah Longsor di Tapanuli Selatan, 12 Warga Belum Ditemukan

"Tadi malam seluruh tim sudah mengadakan rapat koordinasi untuk melakukan evakuasi pagi ini. Belum diketahui nasib seluruhnya," katanya.

LPSK: Kedaulatan Data Pribadi Warga Negara Terancam
Indonesia
LPSK: Kedaulatan Data Pribadi Warga Negara Terancam

"Sistem perlindungan data pribadi warga negara memang sangat lemah. Milik Presiden saja bobol. Peristiwa ini sebagai syiar ketakutan publik. Kedaulatan data pribadi warga negara terancam," kata Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution

Hari Pencoblosan, Logistik Pilkada di Kabupaten Ini Baru 70 Persen
Indonesia
Hari Pencoblosan, Logistik Pilkada di Kabupaten Ini Baru 70 Persen

Sebanyak 270 daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu (9/12) hari ini.

Luapan Air Laut di Manado Bukan Tsunami, Ini Penyebabnya
Indonesia
Luapan Air Laut di Manado Bukan Tsunami, Ini Penyebabnya

BMKG memastikan banjir pesisir yang melanda Manado, Sulawesi Utara bukan tsunami.

Majelis Hakim PN Jaktim Kabulkan Keinginan Rizieq Sidang Tatap Muka
Indonesia
Majelis Hakim PN Jaktim Kabulkan Keinginan Rizieq Sidang Tatap Muka

Majelis Hakim mengabulkan permintaan terdakwa, Rizieq Shihab untuk sidang tatap muka atau online dalam persidangan perkara karantina kesehatan yang membelitnya.