Akhirnya Dana KJP Plus SD Jakarta Cair, Cek Besaran dan Daftar Penerimanya Seorang siswi tengah menunjukkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. ANTARA/Ho-Foto Humas Pemprov DKI.

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap I untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di ibu kota sudah cair. Dana yang diterima antara Rp 250.000 hingga Rp 380.000 per bulan, tergantung statusnya siswa negeri atau swasta.

"Pencairan dana KJP Plus Tahap I tahun 2021 dilaksanakan mulai 16 Juli 2021 untuk tingkat SD Sederajat," tulis akun Instagram Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Jakarta, dikutip Senin (19/7).

Baca Juga:

Akibat COVID-19, Pemprov DKI Gabung Dana Rutin dan Berkala KJP Plus

Kepala P4OP Disdik DKI Jakarta Waluyo Hadi, menambahkan pencairan merupakan dana KJP Plus tahap I atau periode Januari-Juni 2021 untuk dana KJP Plus Maret 2021. Keterlambatan pencairan KJP Plus ini, diakuinya, karena kondisi keuangan daerah terkontraksi akibat pandemi COVID-19 sehingga harus dicairkan bertahap.

"Untuk KJP Plus saat ini pencairannya dilakukan bertahap karena memang sejak pandemi COVID-19, keuangan banyak tersedot ke penanganan pandemi, sehingga ketersediaan anggaran untuk KJP Plus tidak bisa seperti dulu per bulan tanggal 5," tutur Waluyo.

Warga menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) seusai berbelanja kebutuhan pokok menggunakan kartu tersebut di Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (8/2/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Warga menunjukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) seusai berbelanja kebutuhan pokok menggunakan kartu tersebut di Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (8/2/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Untuk besaran dana yang dicairkan sendiri, dilansir Antara, dana untuk per anak tingkat SD, MI, SDLB adalah sebesar Rp250.000 per bulan yang terbagi dari dana yang bisa dibelanjakan per bulan Rp135.000 dan dana berkala per bulan sebesar Rp115.000. Sedangkan, untuk tingkat SD sederajat yang bersekolah di sekolah swasta, ada tambahan lagi sebesar Rp130 ribu untuk biaya SPP-nya.

Baca Juga

Meski Belum Cair, Kadisdik DKI: Dana KJP Jangan Buat Beli Rokok dan Sembako

Sumber data penerima KJP Plus berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk keluarga tidak mampu, data Dinas Sosial untuk anak panti, data Disnakertrans dan Energi untuk anak pekerja, data Dinas Perhubungan untuk anak pengemudi JakLingko. Warga ibu kota bisa melakukan pengecekan apakah anaknya termasuk penerima KJP Plus atau tidak dengan melalui laman web kjp.jakarta.go.id.

"Setelah ditetapkan (Kepgub), nanti dicek di situs kami, nanti tinggal masukan NIK lalu cari nanti akan muncul otomatis, statusnya akan berbunyi calon penerima jika belum kepgub dan berstatus penerima jika sudah ada kepgub," tutup pejabat Disdik DKI itu.

KJP Plus menyasar siswa tidak mampu adalah peserta didik pada jenjang pendidikan SD sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Untuk kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud mencakup seragam sepatu tas sekolah biaya transportasi makanan hingga biaya ekstrakurikuler. (*)

Baca Juga

Tolak Usul Kadisdik, Anies Tidak akan Cabut KJP Pelajar yang Ikut Demo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerinda Minta KPK Transparan Usut Kasus Menteri Edhy
Indonesia
Gerinda Minta KPK Transparan Usut Kasus Menteri Edhy

Mujani menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelautan dan perikanan.

Belajar dari Youtube, Coki Pardede Disebut Pakai Narkoba Lewat Dubur
Indonesia
Belajar dari Youtube, Coki Pardede Disebut Pakai Narkoba Lewat Dubur

Komika itu mengkonsumsi sabu dengan cara dilarutkan dengan air panas.

Kecepatan Vaksinasi Dekati 500 Ribu Penyuntikan Per Hari
Indonesia
Kecepatan Vaksinasi Dekati 500 Ribu Penyuntikan Per Hari

Proyeksi dari hasil regresi data 3 minggu terakhir, diprediksi sampai akhir Juni 2021 akan tercapai sebanyak 77.193.705 suntikan.

Faisal Basri Beberkan 3 Alasan Impor Beras Layak Ditolak
Indonesia
Faisal Basri Beberkan 3 Alasan Impor Beras Layak Ditolak

Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menyebur, setidaknya ada tiga alasan kuat untuk tidak membuka keran impor beras saat ini.

Perayaan Malam Natal di Katedral Jakarta Berjalan Kondusif, Umat Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Perayaan Malam Natal di Katedral Jakarta Berjalan Kondusif, Umat Patuhi Protokol Kesehatan

Perayaan misa malam Natal di Katedral Jakarta berjalan lancar dan aman.

Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong
Indonesia
Caketum Kadin Dukung Program Vaksinasi Gotong-Royong

Saat ini 22.736 perusahaan telah mengikuti program vaksinasi gotong-royong

Langkah Kapolri Surati Jokowi Dinilai Salah Satu Perwujudan Sikap Promoter
Indonesia
Langkah Kapolri Surati Jokowi Dinilai Salah Satu Perwujudan Sikap Promoter

Arteria berharap sikap Idham Azis ini dapat dijadikan contoh bagi pajabat lain

Kurangi Impor, Menteri UKM Bidik Pabrik Gula Cair di Klaten sebagai Prototipe
Indonesia
Kurangi Impor, Menteri UKM Bidik Pabrik Gula Cair di Klaten sebagai Prototipe

Pabrik gula tersebut bakal dijadikan prototipe swasembada pangan gula untuk mengurangi ketergantungan impor gula pasir nasional.

[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Uang Rp 117 T saat Geledah Rumah SBY
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Uang Rp 117 T saat Geledah Rumah SBY

“KPK gerak Cepat Geledah Rumah SBY !! Akhirnya KPK Temukan Uang 177 Triliun”

Unesa Berikan Beasiswa buat Atlet Paralimpiade Indonesia
Indonesia
Unesa Berikan Beasiswa buat Atlet Paralimpiade Indonesia

Para atlet Paralimpiade Indonesia yang tengah berjuang dalam ajang Paralimpiade Tokyo 2020 berkesempatan mengikuti program pendidikan gratis yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa)