Akhir Pandemi di Depan Mata, DPR Peringatkan Pemerintah untuk Tetap Waspada Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani. (Foto: DPR RI)

MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut akhir pandemi COVID-19 kini sudah di depan mata meski upaya penanganan virus ini masih terus perlu digencarkan.

Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta masyarakat tetap waspada mengingat kondisi pandemi COVID-19 masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga:

2.358 Kasus Baru COVID-19 Dalam 24 Jam

“Kita tidak boleh berpuas diri, dan harus selalu siap menghadapi situasi yang terburuk,” ujar Puan, Jumat (16/9).

Menurutnya, upaya penanganan COVID-19 tidak bisa dikendorkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Puan juga mengingatkan masih ada kemungkinan munculnya varian baru dan bukan tidak mungkin akan terjadi lagi lonjakan kasus COVID-19.

Menyoroti pelaksanaan vaksinasi booster yang belakangan menurun, Puan meminta pemerintah untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19, termasuk dosis ketiga atau booster.

Puan pun menyebut, DPR mendukung Pemerintah yang berkomitmen menggunakan vaksin COVID-19 buatan dalam negeri, yakni Indovac dan vaksin Merah Putih Inavac untuk sebagai vaksin booster.

Vaksin booster harus diakselerasi sehingga target capaian vaksinasi dosis ketiga 100 juta dosis pada akhir 2022 dapat terealisasi.

"Dengan menggunakan vaksin buatan anak bangsa, itu artinya kita juga mendukung industri vaksin nasional. DPR sepenuhnya memberikan dukungan,” ungkap mantan Menko PMK tersebut.

Hingga akhir Agustus 2022, vaksinasi dosis ketiga atau booster di Indonesia baru menyasar 62,1 juta penduduk atau 23 persen dari total populasi di Indonesia.

Baca Juga:

2.651 Warga Terinfeksi COVID-19 dalam 24 Jam

Puan meminta Pemerintah meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi maupun kelompok masyarakat untuk mempercepat target capaian vaksinasi booster.

Berdasarkan berbagai kajian, vaksinasi booster efektif untuk melindungi warga dari keparahan dan kematian akibat COVID-19, termasuk bagi lansia.

"Vaksinasi booster harus digenjot agar tingkat imunitas masyarakat terus terjaga,” ujar legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V tersebut.

Dia menyebut, DPR akan mengawal penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah. Ia memastikan, DPR memberikan kemudahan dalam kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama hal tersebut demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat.

“DPR juga akan mendukung berbagai persiapan infrastruktur dalam rangka memasuki endemi COVID-19,” tutup cucu Proklamator RI Bung Karno ini.

Sekedar informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut akhir dari pandemi COVID-19 kini sudah di depan mata.

"Kita belum ada di sana (akhir pandemi COVID-19). Tapi akhir sudah di depan mata," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Diketahui, komentar tersebut menjadi pernyataan WHO paling optimistis sejak menyatakan COVID-19 sebagai darurat internasional.

Mengingat, virus Corona telah menewaskan hampir 6,5 juta orang dan menginfeksi 606 juta orang. Pandemi COVID-19 juga secara luar biasa berimbas pada ekonomi global dan sistem perawatan kesehatan. (Knu)

Baca Juga:

2.799 Penambahan Kasus COVID-19 Terjadi dalam Sehari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dilirik Jadi Capres, Ganjar Belum Komunikasi dengan NasDem
Indonesia
Dilirik Jadi Capres, Ganjar Belum Komunikasi dengan NasDem

Ganjar yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah mengaku tak melakukan komunikasi dengan Partai NasDem.

Sekjen PDIP Angkat Bicara soal Koalisi Gerindra-PKB
Indonesia
Sekjen PDIP Angkat Bicara soal Koalisi Gerindra-PKB

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan wartawan mengenai koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilpres 2024.

Vonis Bebas Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Jadi 'Teguran' Buat Polri
Indonesia
Vonis Bebas Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Jadi 'Teguran' Buat Polri

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membuat keputusan mengejutkan dengan memvonis bebas dua oknum Polisi yang menembak mati anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).

Pasar Induk Kramat Jati Bakal Direvitalisasi Biar tidak Becek dan Bau
Indonesia
Pasar Induk Kramat Jati Bakal Direvitalisasi Biar tidak Becek dan Bau

Nantinya, selama Pasar Induk Kramat Jati direvitalisasi, para pedagang bakal ditempatkan pada lokasi sementara di sekitar pasar.

Polda Metro Jaya Segera Usut Kasus Denny Siregar
Indonesia
Polda Metro Jaya Segera Usut Kasus Denny Siregar

Kasus dugaan ujaran kebencian terhadap santri di Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh pegiat media sosial Denny Siregar mulai diusut Polda Metro Jaya.

Hukuman Alex Noerdin Dikurangi jadi 9 Tahun Penjara
Indonesia
Hukuman Alex Noerdin Dikurangi jadi 9 Tahun Penjara

Putusan banding itu membuat hukuman Alex Noerdin berkurang dari 12 tahun menjadi sembilan tahun penjara.

Kasus COVID-19 Hari Ini Bertambah 1.703
Indonesia
Kasus COVID-19 Hari Ini Bertambah 1.703

Penambahan kasus harian COVID-19 kembali terjadi. Melansir data Satgas COVID-19, hingga Senin (24/10), ada 1.703 kasus baru corona.

Indeks Terorisme dan Radikalisme Turun Drastis Selama 2021
Indonesia
Indeks Terorisme dan Radikalisme Turun Drastis Selama 2021

Indeks KUB merupakan salah satu barometer moderasi agama di Indonesia

Jokowi Ultimatum Basarnas, Perbanyak Inovasi dan Kolaborasi
Indonesia
Jokowi Ultimatum Basarnas, Perbanyak Inovasi dan Kolaborasi

Jokowi berharap Rakernas Basarnas melahirkan gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Makan Besar dengan Orang Timur Tengah Pakai Uang Rakyat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Makan Besar dengan Orang Timur Tengah Pakai Uang Rakyat

Narasi menyantumkan bahwa gambar tersebut adalah foto Anies Baswedan yang tengah makan besar menggunakan uang rakyat di tengah posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.