Akbar Tanjung Ingatkan Jokowi Tak Sembarangan Pilih Menteri Politikus senior Golkar Akbar Tanjung (dua kiri) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Politikus senior Golkar Akbar Tanjung berharap Presiden Joko Widodo mengedepankam orang-orang yang profesional untuk mengisi kabinetnya kelak.

Menurut Akbar, sosok profesional harus diutamakan dalam menyusun partai ketimbang tokoh-tokoh partai politik.

Baca Juga:

Politisi Senior Akbar Tanjung Kritik Keras Kinerja DPR

"Yang paling penting yaitu yang punya kompetensi, kualitas dan integritas, itu sangat penting tentu bisa menjamin beliau dapat melanjutkan misi yang telah mereka wujudkan 5 tahun lalu,'' kata Akbar dalam 'Gembira Menyambut Pelantikan Presiden-Wakil Presiden sebagai Bagian Demokrasi' di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (15/10).

Akbar melanjutkan, Jokowi harus meninggalkan kesan dan prestasi maksimal selama dia berkuasa.

"Untuk 5 tahun yang akan datang dengan harapan beliau meninggalkan suatu legacy, suatu kenangan yang akan selalu kita kenang dalam kehidupannkya bermasyarakat berbangsa dan bernegara," jelas Akbar.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung (Foto: MP/Muhammad Yani)

Akbar juga menanggapi santai adanya rencana Gerindra yang notabene lawan Jokowi di Pemilu untuk masuk ke kabinet.

"Kalau saya sih termasuk yang berpendapat kalau memang tokohnya memiliki kompetensi untuk memperkuat kabinet ke depan saya kira kita semua akan bersyukur akan menghormati," kata Akbar.

Akbar menyebut, untuk membangun bangsa, harus dilupakan latar belakang politik. Yang terpenting adalah kebersamaan untuk menyongsong masa depan.

Baca Juga:

Bambang Soesatyo, Mantan Wartawan dengan Karier Politik yang Moncer

"Dan kalau memang kekuatan yang kita miliki punya potensi untuk memberikan kontribusi buat kemajuan kita ke depan kenapa tidak," jelas mantan Ketua DPR ini.

Yang jelas, sosok pengontrol pemerintah diperlukan. "Mekanisme check and balance itu saya kira penting karena perlu dilakukan mekanisme penyeimbangan dan pengawasan check and balance lah itu penting," tutup ayah empat orang putri ini. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan Polisi Belum Tetapkan 47 Gay yang Ditangkap sebagai Tersangka
Indonesia
Alasan Polisi Belum Tetapkan 47 Gay yang Ditangkap sebagai Tersangka

Sedangkan, 47 pria lainnya yang merupakan peserta masih saksi.

IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani
Indonesia
IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani

Elektabilitas Pranowo sebesar 14,4 persen

Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia
Indonesia
Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia

"Siapa pun yang terpilih di antara keduanya, hubungan diplomatik antara Indonesia-AS masih akan seperti biasa. Masih akan mengalami hubungan yang tak seimbang (antara Indonesia dengan AS)," kata Ujang

KPK Minta Jajaran Pemda di Sulsel Komitmen Berantas Korupsi
Indonesia
KPK Minta Jajaran Pemda di Sulsel Komitmen Berantas Korupsi

“Terapkan langkah-langkah pencegahan korupsi dalam tata kelola pemerintahan secara serius,” kata Lili dalam Rapat Koordinasi dan Supervisi Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (16/3).

Peringatan Imlek Jangan Sampai Jadi Klaster Penyebaran COVID-19
Indonesia
Peringatan Imlek Jangan Sampai Jadi Klaster Penyebaran COVID-19

Menko PMK Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat agar merayakan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili secara sederhana.

Pengamat: Niatan Anies Buat Jalur Road Bike Permanen Timbulkan Kecemburuan Sosial
Indonesia
Pengamat: Niatan Anies Buat Jalur Road Bike Permanen Timbulkan Kecemburuan Sosial

Upaya Pemerintah DKI yang ingin membuat lintasan permanen bagi road bike mendapat sorotan tajam.

[HOAKS atau FAKTA]: TNI Diberangkatkan ke Palestina untuk Berperang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: TNI Diberangkatkan ke Palestina untuk Berperang

Adanya video pasukan yang sedang bersujud dan diklaim sebagai detik-detik keberangkatan pasukan tentara Indonesia ke Palestina adalah konten yang salah.

Ratusan Pasien COVID-19 di 12 Puskesmas Dievakuasi ke RSD Wisma Atlet
Indonesia
Ratusan Pasien COVID-19 di 12 Puskesmas Dievakuasi ke RSD Wisma Atlet

Keseluruhan pasien COVID-19 yang telah dievakuasi oleh Dishub DKI sebanyak 27.012 orang

3.283 Preman Ditangkap Polisi, Terbanyak di Wilayah Gubernur Ganjar
Indonesia
3.283 Preman Ditangkap Polisi, Terbanyak di Wilayah Gubernur Ganjar

Ramadhan menyebut pelaku premanisme paling banyak ditindak di Polda Jawa Tengah (Jateng). Polda Jateng menangkap 922 orang, dengan empat di antaranya dilakukan penyidikan.

KPK Periksa Staf Marketing Wijaya Karya Terkait Korupsi Jembatan Waterfont City
Indonesia