Kesehatan
Akankah Vaksinasi COVID-19 akan Dilakukan Tiap Tahun? Sedang dikebangkan vaksin booster untuk corona yang juga memberikan perlindungan untuk flu dan RSV. (Foto: Freepik)

PAKAR kesehatan masyarakat belum memberikan gambaran yang tegas tentang apa yang akan terjadi pada masa depan vaksinasi COVID-19. Namun, beberapa mengatakan tampaknya para pakar semakin condong pada kemungkinan suntikan ini diperlukan setiap tahun, mirip dengan vaksin flu yang direkomendasikan setiap musim gugur untuk warga di wilayah empat musim.

"Agar tetap terkendali, kita mungkin memerlukan beberapa bentuk vaksinasi berkala. Sekarang, apakah itu tahunan atau setiap dua tahun atau setiap lima tahun, kita belum benar-benar mengetahuinya. Saya pikir itu akan muncul saat kita mengumpulkan lebih banyak data," kata Dr. Archana Chatterjee, dekan Chicago Medical School di Universitas Rosalind Franklin, AS pada Senin (21/3).

Baca juga:

Asup Jahe Setiap Hari Jauhkan Keluhan Kesehatan

“Saat kami mempersiapkan kebutuhan masa depan untuk mengatasi COVID-19, pencegahan dalam bentuk vaksin tetap menjadi pertahanan terbaik kita terhadap penyakit ini dan segala konsekuensi yang berpotensi parah,” Dr. Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, mengatakan dalam rilis yang diberitakan CNN (21/3).

"Sekarang saatnya untuk membahas perlunya booster di masa depan karena kita bertujuan untuk bergerak maju dengan aman, dengan COVID-19 menjadi virus seperti yang lain seperti influenza yang kami persiapkan, lindungi, dan obati," kata Marks.

Pencegahan dalam bentuk vaksin tetap menjadi pertahanan terbaik kita terhadap penyakit ini. (Foto: Freepik)
Pencegahan dalam bentuk vaksin tetap menjadi pertahanan terbaik kita terhadap penyakit ini. (Foto: Freepik)

Sementara itu, mantan Komisaris Food and Drug Administration (FDA) AS, Dr. Scott Gottlieb mengatakan dia juga berpikir vaksin COVID-19 dapat menjadi suntikan tahunan. "Saya pikir itu menuju vaksin ini menjadi vaksin tahunan, setidaknya untuk masa mendatang, sampai kita benar-benar memahami epidemiologi penyakit ini dan memahami apakah virus corona ini mulai surut seperti empat jenis virus corona yang beredar," Gottlieb, anggota dewan Pfizer, mengatakan kepada Margaret Brennan di CBS "Face the Nation" pada hari Minggu (20/3).

Ketika berbicara tentang COVID-19, dia menambahkan, "Saya pikir ini benar-benar vaksin enam bulan dalam hal memberikan perlindungan yang sangat berarti terhadap penyakit dan infeksi bergejala. Dan ini kemungkinan akan menjadi vaksin tahunan bagi sebagian besar orang Amerika."

Baca juga:

5 Cara Menjaga Kesehatan di 2022

Cukup jelas bahwa virus corona yang menyebabkan COVID-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat. Sebaliknya, beberapa peneliti mengatakan kita dapat mengharapkan pandemi untuk beralih ke fase endemik. Endemik berarti penyakit memiliki kehadiran konstan dalam suatu populasi tetapi tidak mempengaruhi sejumlah besar orang yang mengkhawatirkan, seperti yang biasanya terlihat pada pandemi.

Agar COVID-19 tetap terkendali, kita mungkin memerlukan beberapa bentuk vaksinasi berkala. (Foto: Freepik)
Sedang dikebangkan vaksin booster untuk corona yang juga memberikan perlindungan untuk flu dan RSV. (Foto: Freepik)

Jadi SARS-CoV-2 masih bisa beredar, tetapi mudah-mudahan itu akan berada pada tingkat yang cukup rendah sehingga tidak lagi mengganggu sistem kesehatan kita. “Dalam hal virus itu sendiri, apa yang dapat kita harapkan adalah bahwa virus itu tidak akan hilang, bahwa kita akan mengalami lonjakan yang berulang dan kekebalan kita akan berkurang dari waktu ke waktu,” kata Dr. Abraar Karan, seorang rekan penyakit menular di Universitas Stanford, AS.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kekebalan terhadap COVID-19 yang ditimbulkan oleh vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson dapat berkurang selama beberapa bulan, terutama di antara orang dewasa yang lebih tua yang mungkin memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah. (Aru)

Baca juga:

Manfaat Gula Palem bagi Kesehatan

5 Makanan untuk Meningkatkan Memori
Fun
Manfaat Kiwi  untuk Kehamilan
Fun
5 Makanan untuk Meningkatkan Memori
Fun
Manfaat Kiwi  untuk Kehamilan
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Cara Mengelola Keuangan ala Raditya Dika
Fun
Begini Cara Mengelola Keuangan ala Raditya Dika

Raditya Dika sangat memperhatikan soal keuangan.

Tadashi Shoji: E-Commerce Selamatkan Rumah Modenya Selama Pandemi
Fashion
Tadashi Shoji: E-Commerce Selamatkan Rumah Modenya Selama Pandemi

Dengan biaya minim, video tersebut difilmkan di kafetaria perusahaan dengan pencahayaan dan pengeditan yang kreatif.

 4 Inspirasi Nail Art Bertemakan Libur Akhir Tahun
Fun
Belajar dari Jerome Polin, Yuk Jangan Tunda Browsing Sebelum Posting
Hiburan & Gaya Hidup
Belajar dari Jerome Polin, Yuk Jangan Tunda Browsing Sebelum Posting

Jerome Polin dianggap meremehkan pembalap Indonesia oleh warganet.

Ngopi Sambil Merawat Lingkungan di BRI ICE 2022
Kuliner
Ngopi Sambil Merawat Lingkungan di BRI ICE 2022

Bisa mencicipi racikan kopi peserta IBC dan IBrC.

Mini Jeep EV Dilelang di IIMS Hybrid 2022, Mulai dari Rp 60 Juta
Hiburan & Gaya Hidup
Mini Jeep EV Dilelang di IIMS Hybrid 2022, Mulai dari Rp 60 Juta

Mini Jeep EV di IIMS Hybrid 2022 dilelang mulai dari harga Rp 60 juta. Namun, pengunjung harus menyertakan biaya tanda ikut sebesar Rp 500 ribu.

‘Penyalin Cahaya’ Hingga ‘A Quiet Place’ Siap Tayang di Netflix
ShowBiz
‘Penyalin Cahaya’ Hingga ‘A Quiet Place’ Siap Tayang di Netflix

Tayangan di Januari 2022 tidak kalah menarik dari sebelumnya.

Apa Sarapan Favorit di Layanan Pesan Antar?
Fun
Apa Sarapan Favorit di Layanan Pesan Antar?

Setiap orang punya menu sarapan favorit tersendiri.

Pembalap Berikut Ini Ternyata Juga Pebisnis Ulung
Hiburan & Gaya Hidup
Pembalap Berikut Ini Ternyata Juga Pebisnis Ulung

Ada yang jadi pengusaha kuliner hingga buka destinasi wisata.

Apel Black Diamond Dijual Rp110 ribu per Buah
Kuliner
Apel Black Diamond Dijual Rp110 ribu per Buah

Suhu dingin yang menyebabkan warnanya berubah menjadi ungu tua.