Akademisi UGM Nilai Hoaks Sengaja Disebar Untuk Mendelegitimasi KPU Dosen DPP Fisipol UGM, Sigit Pamungkas (Foto: ugm.ac.id)

MerahPutih.Com - Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fisipol UGM mengungkapkan sejumlah informasi hoaks sengaja disebarkan di sosial media untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Temuan ini berdasarkan hasil analisis big data tentang isu-isu kepercayaan di sosial media yang dibuat oleh DPP Fisipol UGM.

Dosen DPP Fisipol UGM, Sigit Pamungkas menjelaskan riset dilakukan dalam rentang waktu 22 Maret hingga 1 April 2019 di sosial media Twitter dan Facebook. Hasilnya mengungkapkan ada 6.945 percakapan di Twitter tentang komisi pemilihan umum KPU.

Saat telusuri di atas 50 persen perbincangan tersebut lebih banyak mengungkapkan ketidakpercayaan terhadap KPU.

Sigit Pamungkas berbicara dalam dialog Kompastv terkait hoaks pemilu
Sigit Pamungkas (kiri) berbicara dalam dialog KompasTV terkait sebaran hoaks Pemilu (Foto: youtube/kompastv)

"Polanya memviralkan informasi ga benar. Ada juga berita yang dimodifikasi dan setting yang disebarkan,"ujar Sigit melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (24/4)).

Ia menjelaskan cara penyebarannya yakni dengan memposting informasi dari sumber anonim di Twitter atau Facebook. Kemudian menyebarkan link sosial media tersebut ke WhatsApp agar viral.

Tujuannya membuat masyarakat meragukan kinerja penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Serta ada yang tidak beres selama proses penyelenggaraan pemilu.

"Sasarannya semua lapisan masyarakat. Tidak ada spesifikasi usia atau target audiens tertentu," kata dia.

Hasil penelitian juga mendeteksi percakapan yang mendelegitimasi KPU paling banyak berada di Jawa Barat. Jumlah percakapan tersebut sebanyak 465 cuitan. Disusul Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 352 cuitan.

Temuan lainnya adalah penyebar isu hoax tersebut sebagian besar dilakukan oleh akun-akun robot. Selama beraksi menyebarkan berita bohong, akun robot mematikan setting lokasi agar tidak mudah dilacak.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH