Akademisi Tolak UU Cipta Kerja Guru Besar Universitas Padjadjaran, Profesor Susi Dwi Harijanti. Foto: Youtube

MerahPutih.com - Professor, Dekan, dan Akademisi dari 67 Perguruan Tinggi Indonesia menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan DPR RI dan pemerintah pada Senin (5/10) malam kemarin.

Guru Besar Universitas Padjadjaran, Profesor Susi Dwi Harijanti mengatakan, pengesahan UU Cipta Kerja yang disahkan pada malam hari mengejutkan para intelektual. Menurut dia, sebuah perilaku politik yang dilaksanakan pada waktu tengah malam sering sekali berdekatan dengan penyimpangan.

Ia pun mengaku heran dengan rapat pembahasan RUU Cipta Kerja ini yang dilaksanakan dengan cepat. Biasanya DPR dan pemerintah lamban dalam membuat Undang-undang bahkan Undang-undang Dasar.

Baca Juga

Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja

"Yang jelas 2 dibutuhkan oleh rakyat ditunda pembahasannya, kenapa UU Cipta Kerja yang prosedur dan materi muatannya sebagaimana tadi yang disampaikan banyak bermasalah harus terburu-buru disahkan bahkan sampai menyita waktu istirahat para anggota dewan dan Menteri-Menteri," kata Susi melalui Yotube kanal PUSAKO FHUA, pada Rabu (7/10).

Menurut pasal 96 UU nomor 12 tahun 2011 junto UU nomor 15 tahun tahun 2019 tentang pebentukan Peraturan perundang-undangan. Harunya wakil rakyat mendengarkan suara dan aspirasi rakyat dalam pembentukan UU Cipta Kerja ini. Tapi pada kenyataanya aspirasi rakyat tak didengar dengan mengkebut pembahsan UU tersebut.

"Untuk siapa sebetulnya UU Cipta Kerja ini jika rakyat tidak didengarkan, padahal UU itu cara rakyat untuk menentukan bagaimana cara negara diatur bagaimana cara negara diselenggarakan," ungkapnya.

Dengan tingkah wakil rakyat mengesahkan UU Cipta Kerja itu membuat para Professor, Dekan, dan Akademisi merasa dongkol dan keberatan.

Baca Juga

Waspadai Penumpang Gelap Aksi Massa UU Cipta Kerja

"Bapak bapak ibu ibu yang terhormat yang terlibat di dalam pembentukan UU Cipta Kerja ini dengan sungguh-sungguh mendengarkan suara keberatan kami. Kami rakyat Indonesia," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPR Minta Semua Orang Patuhi Proses Hukum, Termasuk Rizieq?
Indonesia
Pimpinan DPR Minta Semua Orang Patuhi Proses Hukum, Termasuk Rizieq?

Sebagai Pimpinan DPR, Azis juga menghormati proses yang sedang berjalan saat ini

KPK Perpanjang Penahanan Sejumlah Tersangka Korupsi PT DI
Indonesia
KPK Perpanjang Penahanan Sejumlah Tersangka Korupsi PT DI

KPK memperpanjang penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI).

Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
Indonesia
Gempa Nias Bikin Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat

Jadi Tersangka Kebakaran, Pejabat Kejagung Tidak Dibui
Indonesia
Jadi Tersangka Kebakaran, Pejabat Kejagung Tidak Dibui

Penyidik Gabungan Bareskrim Polri menetapkan 8 orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta.

Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19
Indonesia
Massa Aksi 212 di Depan Gedung DPR Tak Indahkan Protokol Kesehatan COVID-19

Terlihat massa aksi memanjang spanduk Habib Rizieq Shihab di jembatan penyeberangan orang (JPO) depan gedung DPR/MPR RI.

Akibat COVID-19, Terminal Kampung Rambutan Lengang
Indonesia
Akibat COVID-19, Terminal Kampung Rambutan Lengang

Penumpang yang masuk ke dalam terminal melalui pintu tersebut terlebih dahulu dicek menggunakan alat pengukur suhu tubuh

Yuyuk Andriati Ditunjuk Jadi Plh Kabiro Humas KPK
Indonesia
Yuyuk Andriati Ditunjuk Jadi Plh Kabiro Humas KPK

"Untuk sementara pelaksana harian Karo Humas KPK dirangkap Kabag Pemberitaan dan Publikasi Yuyuk Andriati Iskak," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

KPK Garap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terkait Kasus Gratifikasi
Indonesia
Bekasi Bangun Jembatan Penghubung Dengan Karawang di Wilayah Selatan
Indonesia
Bekasi Bangun Jembatan Penghubung Dengan Karawang di Wilayah Selatan

Dari total pinjaman tersebut, Rp800 miliar di antaranya dipinjamkan ke kota dan kabupaten sebagai upaya menggerakkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh

Jumlah orang dalam pemantauan mencapai 46.464