Akademisi Nilai Tuntutan Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Keliru Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/12). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Tuntutan hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap Presiden PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat dalam kasus dugaan korupsi Asabri mendapat kritik dari akademisi.

Staf Pengajar Studi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Eva Achjani Zulfa menilai tuntutan jaksa terhadap Heru Hidayat keliru. Sebab, syaratnya tidak terpenuhi. Khususnya mengenai pengulangan tindak pidana oleh terdakwa.

Pada perkara Asabri yang menjerat Heru Hidayat terdapat perbedaan pasal yang dikenakan. Heru didakwa Pasal 2 ayat 1 tetapi dalam tuntutan dikenakan Pasal 2 ayat 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Padahal dakwaan pada dasarnya merupakan mahkota yang dimiliki jaksa.

Baca Juga

Kasasi Ditolak, Bentjok dan Heru Hidayat Tetap Divonis Seumur Hidup

"Maka dari itu dakwaan harus jelas dan cermat seta lengkap. Kekeliruan dalam dakwaan menyebabkan dakwaan batal demi hukum. Lihat pasal 143 KUHAP. Karena dakwaan adalah panduan bagi jaksa dan hakim dalam memeriksa perkara," ujar Eva kepada wartawan, Kamis (9/12).

Eva mengatakan jaksa tidak menyelaraskan dakwaan dengan tuntutan. Sementara tuntutan yang sudah dijatuhkan adalah seumur hidup maka yang berlaku adalah stelsel pemidanaan absorbsi dimana pidana kemudian diserap oleh yang lalu.

"Pengulangan tindak pidana atau recidive pada dasarnya adalah keadaan yang memperberat. Makna recidive atau pengulangan apabila terdakwa sebelumnya telah divonis bersalah dan telah menjalani sebagian atau seluruh pidananya," terangnya.

Dalam perkara dengan terdakwa Heru Hidayat yang ada bukan pengulangan. Sebagaimana syarat pengulangan yang tertulis dalam Pasal 486-489 KUHP tetapi perbarengan tindak pidana atau samenloop atau disebut juga concursus.

Baca Juga

Kejagung Sita 17 Kapal Milik Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri

Tindakan tersebut ancaman pidananya mengacu pada pasal 65 KUHP yaitu yang terberat lebih dari 1/3 dari ancaman pidana. Mengacu pada Pasal 2 ayat 1 yang terdapat dalam dakwaan Heru Hidayat, ancaman hukumannya 15 tahun ditambah 1/3 dari total hukuman terberat 15 tahun yakni 20 tahun.

"Karena ancamannya tidak digabungkan dalam dengan Jiwasraya maka dianggap sebagai delik tertinggal, Pasal 71 KUHP. Maka perhitungannya 20 tahun pidana yang telah dijatuhkan dalam vonis sebelumnya," paparnya.

Sementara tuntutan jaksa terhadap Heru Hidayat, kata dia, menggunakan Pasal 2 ayat 2 yang merupakan bentuk pemberatan atas Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor. Bila tindak pidana dalam keadaan tertentu pelaku dapat diperberat hukumannya misalnya korupsi dalam keadaan bencana.

"Maka tuntutan karena pemberatan harusnya sejak awal mengacu pada Pasal 2 ayat 2 UU Tipikor jo Pasal 71 KUHP," imbuhnya.

Ia mengatakan tuntutan yang berbeda dari dakwaan mencerminkan ketidakcermatan jaksa dalam membuat dakwaannya. "Maka sebagaimana dalam Pasal 143 KUHAP harusnya batal demi hukum. Dalam hal ini tuntutan tidak dapat ditarik kembali," pungkasnya.

Baca Juga

Kejagung Sita 8 Lapangan Golf Milik Heru Hidayat Terkait Kasus Asabri

Diketahui, dalam kasus tersebut terdapat delapan terdakwa yaitu Mantan Dirut Asabri, Mayjen Purn Adam Rahmat Damiri, Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015.

Kemudian ada Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019, Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan, Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera, dan Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations.

Satu terdakwa lainnya adalah Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk. Namun, perkara Benny belum sampai pada pembacaan tuntutan dan masih pada tahap pemeriksaan saksi, sehingga belum sampai pada proses pembacaan tuntutan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Tetap Gelar Rapat dengan Prokes Ketat
Indonesia
DPR Tetap Gelar Rapat dengan Prokes Ketat

Secara keseluruhan DPR tetap bekerja

OTT Bupati Bogor, KPK Amankan 12 Orang
Indonesia
OTT Bupati Bogor, KPK Amankan 12 Orang

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/4) malam.

[HOAKS atau FAKTA]: Elon Musk Beli Twitter, Akun Donald Trump Kembali Aktif
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Elon Musk Beli Twitter, Akun Donald Trump Kembali Aktif

Musk saat ini hanya memegang 9 persen saham Twitter dan tidak memiliki kemampuan untuk memulihkan akun Trump, seperti yang diklaim tweet tersebut.

Gunung Merapi Berpotensi Membahayakan pada Radius 3 Kilometer
Indonesia
Gunung Merapi Berpotensi Membahayakan pada Radius 3 Kilometer

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2.000 meter (2 km) ke arah barat daya pada Senin (7/3) malam.

Jelang MotoGP, Tarif Akomodasi di Lombok Naik Berkali Lipat
Indonesia
Jelang MotoGP, Tarif Akomodasi di Lombok Naik Berkali Lipat

Pelaku industri pariwisata di NTB memikirkan dan menyadari bagaimana bisnis usaha ataupun pariwisata yang berkelanjutan. Tidak semata-mata berdasarkan hal-hal yang sifatnya sementara.

Majelis Adat Kerajaan Nusantara Bakal Ajukan Judicial Review PT ke MK
Indonesia
Lonjakan Harian COVID-19 Hampir 2.000, Status PPKM Jakarta Tetap Level 2
Indonesia
Lonjakan Harian COVID-19 Hampir 2.000, Status PPKM Jakarta Tetap Level 2

Lonjakan kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta mencapai 1.993 kasus baru per 24 Januari.

Komite III DPD Harap RUU TPKS Bisa Atasi Permasalahan Kekerasan Seksual
Indonesia
Komite III DPD Harap RUU TPKS Bisa Atasi Permasalahan Kekerasan Seksual

"Komite III DPD RI berkewajiban untuk memastikan bahwa pengundangan RUU TPKS mampu mengatasi berbagai permasalahan terkait penanganan kekerasan seksual yang selama ini sangat lemah dan belum berperspektif pada perlindungan korban," kata Sylviana.

Penganiayaan Muhammad Kece, Penjaga Rutan Bareskrim Diperiksa Propam
Indonesia
Penganiayaan Muhammad Kece, Penjaga Rutan Bareskrim Diperiksa Propam

Belajar dari kasus ini semua supaya tidak terulang kembali

106 Orang Positif Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari, Vaksinasi Anak Dikebut
Indonesia
106 Orang Positif Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari, Vaksinasi Anak Dikebut

Ada penambahan 106 kasus positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir.