Ajudan Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Humas KPK)

MerahPutih.com - Ajudan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Dicky Hartawan mangkir atau tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KK), pada Selasa (8/12).

Dicky sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster atau benur yang menjerat Edhy Prabowo.

Tak hanya Dicky, dua sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Fidya Yusri dan Anggia Putri juga mangkir dari pemeriksaan KPK.

Baca Juga:

Kasus Edhy Prabowo, KPK Periksa Finance PT Perishable Logistic Indonesia

"Ketiga saksi tidak hadir tanpa keterangan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (9/12).

Ali memastikan tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap ketiga saksi.

"Ketiganya akan dipanggil kembali," ujar Ali.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 7 tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, dua Staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta dan Safri; Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Amiril Mukminin selaku pihak swasta serta Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito.

Baca Juga:

Kasus Suap Benur, KPK Periksa Ajudan dan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo

Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020.

Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

Kasus Korupsi Edhy dan Juliari Mendegradasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Surabaya Lakukan Lockdown RT Jika Ada 5 Warga Positif COVID-19
Indonesia
Surabaya Lakukan Lockdown RT Jika Ada 5 Warga Positif COVID-19

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya, Jawa Timur, mengonfirmasi klaster keluarga kembali mendominasi pasien COVID-19 yang dirawat dan menjalani isolasi di rumah sakit itu.

Kejagung Tak Ajukan Kasasi Atas Korting Hukuman Pinangki
Indonesia
Kejagung Tak Ajukan Kasasi Atas Korting Hukuman Pinangki

JPU berpandangan bahwa tuntutan JPU telah dipenuhi dalam putusan PT

Lebih dari 44 Ribu Pengendara Ditilang Selama Operasi Patuh Jaya 2021
Indonesia
Lebih dari 44 Ribu Pengendara Ditilang Selama Operasi Patuh Jaya 2021

Polisi paling banyak melakukan tilang kepada pengendara roda dua

Pejabat Kemensos Sebut Juliari yang Tentukan Bansos COVID-19 Sembako
Indonesia
Polda Jatim Ikut Buru Pembuang dan Penendang Sesajen di Semeru
Indonesia
Polda Jatim Ikut Buru Pembuang dan Penendang Sesajen di Semeru

Untuk jeratan hukum untuk pelaku, Gatot belum bisa memastikan, sebab pihaknya masih menganalisa kasus itu.

Wagub DKI Harap Penyelidikan KPK Tak Ganggu Perhelatan Formula E
Indonesia
Wagub DKI Harap Penyelidikan KPK Tak Ganggu Perhelatan Formula E

Kami akan hormati semua proses yang ada di KPK, kita tunggu saja hasilnya

Sidang Tahunan MPR, Bamsoet Singgung Pelemahan Ekonomi akibat COVID-19
Indonesia
Sidang Tahunan MPR, Bamsoet Singgung Pelemahan Ekonomi akibat COVID-19

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyinggung pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Teddy Sugianto Kembali Terpilih Jadi Ketum Perhimpunan INTI 2021-2025
Indonesia
Teddy Sugianto Kembali Terpilih Jadi Ketum Perhimpunan INTI 2021-2025

Mayoritas suara Pengurus Daerah kembali menunjuk Teddy Sugianto sebagai Ketua Umum Perhimpunan INTI periode 2021-2025.

Kapolri Luncurkan Aplikasi untuk Monitor Pelaku Perjalanan Internasional
Indonesia
Kapolri Luncurkan Aplikasi untuk Monitor Pelaku Perjalanan Internasional

Nantinya, para pelaku perjalanan internasional yang akan menjalani karantina wajib mendownload

Pengamat Nilai Pertemuan PDIP-Gerindra agar Keduanya Bersama-sama di Satu Situasi
Indonesia
Pengamat Nilai Pertemuan PDIP-Gerindra agar Keduanya Bersama-sama di Satu Situasi

Semua ketegangan politik akan mencair jika partai-partai ini melihat masa depan cerah