AJI Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis Logo Aliansi Jurnalis Independen atau AJI (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengkritik banyaknya kekerasan terhadap wartawan di berbagai daerah saat meliput demo RUU KUHP.

"Kita tahu selama seminggu terakhir eskalasi politik dinamis, banyak demo dimana-mana, dan sayangnya dalam aksi demo itu ketika jurnalis lakukan proses peliputan," kata Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza kepada wartawam, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

Baca Juga:

Buka Posko Kebrutalan Aparat, KontraS Temukan Mayoritas Korban Dikeroyok

AJI mengutuk kekerasan itu. Apalagi kekerasan tersebut dilalukan oleh aparat dalam hal ini kepolisian.

"Sebagian kecil lain oleh massa, kita kutuk keras kasus kekerasan itu," ucapnya.

Para wartawan melakukan protes terhadap tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian
Para wartawan menggelar aksi dekat Istana Negera memprotes tindak kekerasan yang dilakukan polisi terhadap awak media (MP/Kanu)

Karena itu, Riza menilai institusi Polri perlu direformasi. Dia mengatakan polisi selama ini melampaui kewenangannya dalam menangani aksi demonstrasi.

"Reformasi terhadap polisi ini layak untuk segera dilaksanakan, polisi kita lihat selama beberapa waktu terakhir sering melampaui kewenangan dalam menangani aksi-aksi yang dilakukan masyarakat dan juga penanganan wartawan dan jurnalis yang lakukan peliputan di lapangan," tegasnya.

Peneliti LBH, Charlie AlBajili juga mendukung adanya reformasi di institusi Polri. Dia berharap kekerasan itu tidak terulang lagi.

"Sejalan kawan-kawan AJI tadi kita suarakan reformasi di kepolisian, bukan hanya persoalan peraturan teknis internal, tapi struktural kelembagaan yang harus direformasi agar tidak terjadi bentuk kekerasan oleh negara," ujar Charlie.

Jurnalis dan pendiri Watchdoc Documentary, Dandhy Dwi Laksono menyerukan agar mahasiswa tidak gentar setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka dan penangkapan musisi Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Para Wartawan Cemaskan Kebebasan Pers Kian Terancam di Rezim Jokowi

Menurutnya, mahasiswa harus tetap fokus memperjuangkan 7 tuntutan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Dandhy menyampaikan tindakan aparat terhadap dirinya dan Ananda Badudu hanyalah masalah kecil yang tidak boleh menyurutkan perjuangan mahasiswa meskipun di atas kertas 7 tuntutan mereka akan sulit dipenuhi oleh pemerintah.(Knu)

Baca Juga:

Tangkap Ananda Badudu dan Dandhy Laksono, Rakyat Makin Tak Percaya Polisi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH