Ajak Warganya Tidak Pilih Prabowo, BPN Prabowo-Sandi Kritik Keras Bupati Boyolali Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Kantor KPU RI Jakarta (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Bupati Boyolali Seno Samudro mendapat kritik keras dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi lantaran ajakannya kepada warga untuk tidak memilih Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang.

Kritikan itu disampaikan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Yandri Susanto menanggapi aksi demo puluhan ribu warga Boyolali yang memprotes ucapan Prabowo Subianto terkait 'Tampang Boyolali' yang berlangsung Minggu (4/11) kemarin. Bupati Boyolali menurut Yandri diduga melanggar UU Pemilu.

"Kalau pernyataan Seno tersebut mengatasnamakan Bupati Boyolali, yang bersangkutan patut diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum," kata Yandri Susanto, di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (5/11).

Yandri menekankan, "Kalau dia sampaikan atas nama bupati, dia melanggar Undang-Undang Pemilu dan bisa hukum pidana berlaku." Kendati demikian, dia menilai wajar ketika Seno sebagai kader PDI Perjuangan mengajak para kadernya tidak memilih Prabowo.

Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. MP/Gomes

Menurut politisi PAN itu, menjadi hal aneh ketika Seno sebagai kader PDIP mengajak untuk memilih Prabowo pada Pilpres 2019.

Sementara, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyarankan Bupati Boyolali fokus pada tugas-tugas melayani masyarakat dan menghentikan politisasi pernyataan Prabowo.

Ia menilai pernyataan Seno sebagai Bupati Boyolali melakukan politisasi pernyataan Prabowo dengan nuansa SARA.

"Padahal, Prabowo hanya menjelaskan masalah kesenjangan ekonomi Indonesia dengan bahasa yang interaktif dengan masyarakat Boyolali pada saat itu," ujarnya.

Dahnil sebagaimana dilansir Antara menganjurkan Seno Samudro menonton secara lengkap rekaman pidato Prabowo di hadapan pendukungnya pada pekan lalu.

Sebelumnya, Bupati Boyolali Seno Samudro mengajak warganya untuk tidak memilih Pasangan Calon Nomor Urut 02 karena sudah melontarkan pernyataan "tampang Boyolali", saat berorasi dalam aksi "Save Tampang Boyolali" yang dilakukan Forum Boyolali Bermartabat di Gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Minggu kemarin.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Cak Imin Sebut RUU Pesantren Sebagai Hadiah Hari Santri Nasional



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH