Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: Merahputih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia mampu menjadi tujuan investasi yang semakin kompetitif dan menarik di kawasan. Salah satu mitra strategis Indonesia dalam menjalin kerja sama ekonomi yakni Amerika Serikat.

Menurutnya, Amerika Serikat telah menjadi mitra strategis Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia telah berupaya mendapatkan dukungan AS terhadap lingkungan bisnis di dalam negeri.

"Kami memahami bahwa di masa lalu sebagian besar investasi besar berasal dari industri ekstraktif dan akhir-akhir ini juga pada ekonomi digital yang dibutuhkan Indonesia," kata Airlangga dalam acara 13th US-Indonesia Investment Summit 2025 - Turning Headwinds into Opportunities: Unlocking Investment Potential to Power Indonesia’s Growth, Senin (17/11).

Berdasarkan data nasional, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai USD 26,4 miliar, sedangkan impor berada pada kisaran USD 12 miliar sehingga ada defisit perdagangan sebesar USD 14 miliar. Sementara itu, menurut data pemerintah AS, defisit tercatat sebesar USD 18 miliar. Untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan, Indonesia dan Amerika Serikat tengah menyiapkan sejumlah kesepakatan komersial strategis, di antaranya rencana peningkatan impor energi dari AS senilai USD 15 miliar dan pembelian produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar. Upaya itu secara efektif akan menyeimbangkan posisi perdagangan kedua negara.

Baca juga:

Jakarta Catatkan Investasi Rp 204 Triliun hingga September 2025


Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan mengenai kerja sama pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) oleh Exxon. Indonesia berharap proyek CCS dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Selain itu, Menko Airlangga juga menyebutkan terkait dengan peresmian proyek kilang di Cilegon senilai USD 4 miliar oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek itu menjadi tonggak penting kemandirian dan penghiliran industri nasional. Pemerintah juga menegaskan Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses negosiasi dengan Amerika Serikat dan diharapkan kesepakatan kerja sama tersebut dapat segera ditandatangani.

Pemerintah menekankan pentingnya finalisasi perjanjian tersebut untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kedua negara.

"Jadi saya pikir penting bagi Indonesia bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih dapat mengelola pertumbuhan 5 persen pada kuartal ketiga, dan sebenarnya Indonesia dalam 7 tahun terakhir pertumbuhan sebesar 5 persen," pungkas Airlangga.(Asp)

Baca juga:

Beri ‘Karpet Merah’ untuk Investasi Asing di Indonesia, Prabowo Tegaskan Harus Buat Nyaman Investor






#Investasi #Airlangga Hartarto #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Rencana tersebut turut didukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt-peak (GWp).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Pengembangan industri tekstil nantinya tidak hanya berfokus pada produksi barang jadi, tetapi juga mencakup penguatan kegiatan industri di sektor hulu dan antara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Indonesia
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kebijakan ini disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perempuan berpenghasilan rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Program tersebut akan menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk kelompok desil 1 hingga 4.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Bagikan