Airlangga Hartarto kepada Cak Imin: Kawan dari 2004 Tidak Bisa Jauh-jauh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (ANTARA/Desca Lidya)

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terlihat bersama Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar usai pelantikan dua menteri dan tiga wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6).

Saat menemui wartawan, Airlangga Hartarto berseloroh, dirinya tidak bisa renggang dari sahabatnya Muhaimin Iskandar.

"Ini (Muhaimin) kawan dari 2004, jadi (kami) tidak bisa jauh-jauh," kata Airlangga.

Baca Juga:

Menko Airlangga Yakin Zulhas Mampu Angkat Kinerja Kemendag

Airlangga menambahkan, dirinya bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin adalah sahabat baik yang selalu kompak sejak dulu.

Sementara itu, saat ditanya terkait peluang PKB masuk dalam Koalisi Indonesia Bersatu, yang digagas Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN), Airlangga dan Muhaimin tidak menjawab.

Baca Juga:

Airlangga Ungkap Obrolan di Jamuan Makan Siang Jokowi

Sebelumnya, Airlangga mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu membuka pintu bagi partai-partai lain yang ingin bergabung.

Airlangga mengatakan, Koalisi Indonesia Bersatu belum membahas tentang usungan calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Namun saat ini, koalisi tersebut membantu memberi usulan bagi pemerintah terkait program pembangunan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (*)

Baca Juga:

Putra Ketum Golkar Airlangga Hartarto Dilantik Jadi Anggota DPR PAW

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lukas Enembe Tidak akan Hadir Pemeriksaan Karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis
Indonesia
Lukas Enembe Tidak akan Hadir Pemeriksaan Karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Kapolri Minta Objek Wisata Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Kapolri Minta Objek Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan penerapan protokol kesehatan libur Lebaran di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, Kamis (5/5).

Gempa M 7,3 Guncang Tonga, Berpotensi Tsunami
Dunia
Gempa M 7,3 Guncang Tonga, Berpotensi Tsunami

"Gelombang tsunami yang berbahaya mungkin terjadi di pantai yang terletak dalam jarak 300 km dari pusat gempa," tulis USGS.

15 Parpol Belum Daftar Pemilu 2024
Indonesia
15 Parpol Belum Daftar Pemilu 2024

Ada 15 partai politik lagi yang belum mengkonfirmasi atau menyampaikan rencana pendaftaran mereka ke KPU

Penaikan Harga BBM, PKS Pertanyakan Proyek IKN dan Kereta Cepat Tetap Jalan
Indonesia
Penaikan Harga BBM, PKS Pertanyakan Proyek IKN dan Kereta Cepat Tetap Jalan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan menolak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Direktorat Tindak Pidana Siber Segera Dibentuk di Setiap Polda
Indonesia
Direktorat Tindak Pidana Siber Segera Dibentuk di Setiap Polda

Ancaman serangan siber khususnya terhadap kebocoran data bisa terjadi kapan saja.

[HOAKS atau FAKTA]: Nama Ibu Kota Nusantara Dipilih untuk Hormati Pimpinan PKI Aidit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Nama Ibu Kota Nusantara Dipilih untuk Hormati Pimpinan PKI Aidit

Beredar di media sosial (medsos) Twitter jika pemilihan nama Nusantara sebagai ibu kota baru dimaksudkan untuk menghormati pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit yaitu Dipa Nusantara Aidit.

Kemenkes Sebut Empat Kelompok Perlu Diperhatikan di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Kemenkes Sebut Empat Kelompok Perlu Diperhatikan di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19

Komplikasi penyakit penyerta dan infeksi virus COVID-19 ini sangat membahayakan keselamatan jiwa pasien

Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Sulit Kencing hingga Air Seni Sedikit
Indonesia
Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Sulit Kencing hingga Air Seni Sedikit

Sebanyak 55 persen dari jumlah kasus meninggal dunia atau 133 anak.

Korban Banjir Tagih Anies untuk Menurap Kali Mampang
Indonesia
Korban Banjir Tagih Anies untuk Menurap Kali Mampang

Gubernur Anies Baswedan dinilai belum memasang turap Kali Mampang berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).