Airlangga Dinilai Beri Harapan Semu soal 3 Manfaat JHT Cair di Usia 56 Tahun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Rusman

MerahPutih.com - Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, menyatakan tiga manfaat pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) pada usia 56 tahun, yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tidak beralasan.

"Itu justru mengaburkan substansi persoalan, dan memberikan harapan-harapan semu karena masih abu-abu, belum kelihatan, dan 'pemanis'," kata Presiden DPP Aspek Indonesia, Mirah Sumirah, saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/2).

Baca Juga

Menko Airlangga Pastikan Tagihan RS Pasien COVID-19 Puluhan Triliun Segera Dibayarkan

Airlangga sebelumnya mengklaim, ada tiga kelebihan pencairan JHT saat pekerja memasuki usia pensiun atau 56 tahun. Pertama, akumulasi iuran dan pengembangan yang bakal didapatkan nilainya lebih besar.

Kemudian, perlindungan kepada pekerja/buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum usia 56 tahun takkan diabaikan pemerintah. Terakhir, dapat mencairkan sebagian dana dari akumulasi iuran dan pengembangan sebelum pensiun.

Sumirah menjelaskan, para pekerja tidak membutuhkan hasil pengembangan dana kepesertaan pada BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, uang yang didapat dari JHT saat di-PHK digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian.

"Kita enggak butuh [hasil dana] pengembangan, kan, lapar di depan mata. Kita enggak muluk-muluk, [uang JHT] untuk bayar listrik, makan, anak sekolah. Kalau sudah di-PHK, kita enggak dapat apa-apa, apalagi dari pemerintah," bebernya.

Menyusul terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022, yang mengatur soal pencairan JHT saat usia 56 tahun, pemerintah pun meyiapkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Diklaim dapat dimanfaatkan para pekerja yang terkena PHK.

Bagi Sumirah, program tersebut tidak ada hubungannya dengan JHT. Alasannya, sumber dana JHT berasal dari 2% gaji pekerja yang dipotong setiap bulannya.

"Kalau JKP kan program pemerintah. Itu, kan, [ada karena regulasi] turunan Undang-Undang Cipta Kerja, PP (Peraturan Pemerintah) 37/2021," jelasnya.

"Uang dana JHT adalah uang buruh/pekerja, tidak ada satu sen pun uang pemerintah di sana, jadi tidak boleh ada pengaturan-pengaturan dalam bentuk 'penahanan'. Kalau mereka di tengah jalan di-PHK sebelum usia pensiun, siapa yang menghidupi mereka selanjutnya?" imbuh dia.

Apalagi, ungkap Sumirah, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan UU Ciptaker inskonstitusional bersyarat saat menguji formil beleid tersebut. Pemerintah pun diminta tidak menerbitkan peraturan turunannya, terlebih mengatura hal-hal yang berdampak luas.

"Jadi, pakai logika, akal sehat saja, orang awam sekalipun dapat melihat, kalau PP 37/2021 itu seharusnya tidak terbit karena berdampak luas, melanggar putusan MK," tegasnya.

Selain itu, tambah Sumirah terlalu banyak persyaratan agar para pekerja dapat menerima manfaat JKP. Para buruh harus terdaftar pada empat program BPJS Ketenagakerjaan dan sebelumnya sudah aktif minimal satu tahun sebagai peserta, misalnya.

"Dana JKP juga belum ketahuan bentuknya, kan, baru launching besok (Selasa, 22/2)," katanya.

Baca Juga

Ketua DPD Minta Polemik Permenaker Pencairan JHT Segera Diakhiri

Dicontohkannya dengan sekitar 500-an buruh yang telah di-PHK sejak 2020 dan sampai sekarang belum mendapatkan hak pesangonnya, yang ditarik mencapai Rp1 miliar secara kumulatif.

"Nasib mereka saja terkatung-katung, mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Makanya, kami terus perjuangkan haknya sampai sekarang," tuturnya.

Oleh karena itu, Aspek Indonesia meminta pemerintah bersikap arif dan bijaksana dalam merespons tuntutan publik, yang meminta JHT tetap bisa dicairkan tanpa menunggu usia 56 tahun.

Apabila Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tetap bersikukuh memberlakukannya, Aspek Indonesia bersama sejumlah serikat pekerja/buruh berencana kembali mengadakan aksi massa, tepatnya pascawaktu dua pekan waktu yang diberikan tidak dipenuhi.

"Awal Maret akan aksi besar lagi dan secara total. Mungkin sampai menginap sgala. Ini pembahasan dari kawan-kawan yang masih koordinasi ke arah sana," ucapnya.

Tuntutan serupa sebelumnya dilayangkan Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago. Pangkalnya, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan memicu gelombang PHK massal.

"Meskipun pemerintah telah memberikan tunjangan kehilangan pekerjaan, setelah kami hitung, ternyata JKP belum dapat menjawab kebutuhan buruh setelah terjadi PHK," urainya.

Karenanya, sekalipun sepakat dengan kebijakan tersebut, Irma mendesak pemerintah mencabut semua aturan soal JHT dapat dicairkan saat pekerja berusia 56 tahun.

"Saya mendukung penuh judicial review terhadap UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) dan JHT tetap dapat diambil kapan pun buruh membutuhkan," tutup politikus Partai NasDem ini. (Pon)

Baca Juga

Polemik JHT Bikin Gaduh, Pemerintah Dinilai Lemah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub Riza Minta Pendatang Pastikan Pekerjaan di Jakarta
Indonesia
Wagub Riza Minta Pendatang Pastikan Pekerjaan di Jakarta

Riza berharap, tidak semua orang dari daerah atau kampung harus mengadu keberuntungan di Jakarta.

Jadi Sumber Kemacetan, Pengunjung Rest Area Dibatasi Maksimal 30 Menit
Indonesia
Jadi Sumber Kemacetan, Pengunjung Rest Area Dibatasi Maksimal 30 Menit

Mobilitas warga saat liburan Natal dan Tahun Baru 2023 diprediksi bakal meningkat. Korlantas Polri pun sudah memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi pemicu kemacetan.

Kemenkeu Berencana Keluarkan 2 Obligasi Global
Indonesia
Kemenkeu Berencana Keluarkan 2 Obligasi Global

Bank Indonesia (BI) saat ini masih terus membeli SBN melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) I mencapai Rp 35,94 triliun.

PPP soal Kriteria Capres KIB, Harus Teruskan Program Kerja Jokowi
Indonesia
PPP soal Kriteria Capres KIB, Harus Teruskan Program Kerja Jokowi

Salah satunya adalah mampu melanjutkan program dari Presiden Joko Widodo.

Ledakan Tambang Emas di Burkina Faso: 60 Orang Tewas
Dunia
Ledakan Tambang Emas di Burkina Faso: 60 Orang Tewas

Masih belum diketahui pasti apa penyebab ledakan di Provinsi Poni, kata komisaris tinggi Poni Antoine Douamba kepada stasiun TV itu.

DIY di PPKM Level 3, Sri Sultan: Masyarakat Sudah Lelah
Indonesia
DIY di PPKM Level 3, Sri Sultan: Masyarakat Sudah Lelah

Raja Yogyakarta ini menegaskan masyarakat sudah lelah dibatasi mobilitas dan kegiatannya.

Demokrat Singgung Harun Masiku Usai Hasto Ungkit Manipulasi Era SBY
Indonesia
Demokrat Singgung Harun Masiku Usai Hasto Ungkit Manipulasi Era SBY

Herzaky kemudian mengungkit Harun Masiku, mantan caleg asal PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR periode 2019-2024

Ahli Sebut Distribusi jadi Masalah Utama Kelangkaan Minyak Goreng
Indonesia
Ahli Sebut Distribusi jadi Masalah Utama Kelangkaan Minyak Goreng

Wiko mengatakan, distribusi adalah masalah utama penyebab kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu.

Gunung Kerinci Alami Erupsi
Indonesia
Gunung Kerinci Alami Erupsi

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3 mm dan durasi sementara ini ± 8 menit 20 detik.

[HOAKS atau FAKTA]: Dana BLT BBM Adalah Dana Desa yang Direalokasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dana BLT BBM Adalah Dana Desa yang Direalokasi

Tweet ini mengklaim bahwa dana BLT BBM ternyata dari Dana Desa yang direalokasi.