Airlangga Bertemu Prabowo Bahas Strategi dan Sinergi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan empat mata itu digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin (19/9) kemarin.

Airlangga mengaku pertemuannya dengan Prabowo membahas seputar isu-isu global dan tantangan yang sedang dihadapi dunia, juga berbagai dinamika permasalahan nasional, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kemandirian ekonomi, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia.

Baca Juga

Prabowo dan Airlangga Sepakat Jalin Kerja Sama

"Kami membahas berbagai isu penting dan strategis di tingkat global yang berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/9).

Selain itu, kedua menteri bertukar pikiran mengenai berbagai tantangan saat ini yang berkaitan dengan isu-isu kemandirian ekonomi bangsa, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan empat mata itu digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin (19/9) kemarin. Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Selain itu, ketegangan geopolitik yang diikuti pemberlakuan kebijakan proteksionisme di sejumlah negara dinilai mampu menjadi pemicu ketidakpastian pasar keuangan global akibat terganggunya rantai pasokan, hingga berimbas pada tekanan inflasi yang kian mendalam.

Kondisi tersebut juga akan membuat melambungnya harga komoditas yang dapat menimbulkan krisis energi dan pangan global, termasuk bagi Indonesia.

Baca Juga

Kunjungi 2 Pesantren di Jatim, Airlangga Ajak Bersama-sama Bangkit dari Pandemi

Airlangga dan Prabowo juga membahas mengenai strategi dan sinergi antar Kementerian untuk menghadapi situasi dunia yang masih dibayangi dengan ketidakpastian yang juga sebagai dampak dari perang di Ukraina dan pandemi COVID-19 yang belum usai.

Mereka juga sepakat untuk saling bekerja sama sesuai arahan Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2022 lalu bahwa semua lembaga negara perlu untuk selalu waspada, selalu hati-hati dan selalu siaga di tengah kondisi dunia yang tidak menentu.

Keduanya juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan, terkait dengan arahan Jokowi agar para menteri terus menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.

Untuk turut mengedepankan kemandirian ekonomi bangsa, Pemerintah telah mendorong proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Dalam program tersebut, lahan food estate ditanami singkong yang kemudian akan diolah menjadi tepung dan mie hingga sumber energi.

Lebih lanjut, program food estate yang juga dapat dikembangkan sebagai pusat produksi cadangan pangan dari tanah milik negara, pengelolaan penyimpanan cadangan pangan untuk pertahanan negara, dan distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia, menjadi respons pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan dengan harga yang terjangkau, sehingga mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. (Asp)

Baca Juga

Menko Airlangga Soroti Rendahnya Serapan APBD Untuk Bantu Tekan Inflasi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 6 Pelabuhan Disiapkan Dukung Pembangunan IKN Nusantara
Indonesia
6 Pelabuhan Disiapkan Dukung Pembangunan IKN Nusantara

Pada tahap awal di tahun 2022-2024, pembangunan yang akan menjadi prioritas Kementerian PUPR meliputi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektar.

[HOAKS atau FAKTA]: 2.500 Ton Minyak Goreng Tumpah ke Laut Kalimantan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 2.500 Ton Minyak Goreng Tumpah ke Laut Kalimantan

Beberapa waktu lalu, sempat beredar sebuah video yang memperlihatkan tentang peristiwa tumpahnya 2.500 ton cairan kuning keemasan yang dikatakan sebagai minyak goreng ke laut.

OTT Wali Kota Bekasi, KPK Sita Uang Rp 5 Miliar
Indonesia
OTT Wali Kota Bekasi, KPK Sita Uang Rp 5 Miliar

KPK telah menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.

Tak Ikuti Jejak Anies, Ganjar Tegaskan UMP Jateng Sesuai Peraturan Pemerintah
Indonesia
Tak Ikuti Jejak Anies, Ganjar Tegaskan UMP Jateng Sesuai Peraturan Pemerintah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan terkait penetapan UMP 2022 Jawa Tengah naik 0,78 persen sudah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Urban 20, Jakarta Fokus Bahas Tantangan Perkotaan Pasca-COVID-19
Indonesia
Urban 20, Jakarta Fokus Bahas Tantangan Perkotaan Pasca-COVID-19

Jakarta siap menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin kota dunia dalam acara Urban 20 (U20).

Kasus COVID-19 Melonjak, Khofifah Minta Warga Gejala Ringan Masuk Isoter
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Khofifah Minta Warga Gejala Ringan Masuk Isoter

"Tanpa gejala tolong manfaatkan layanan di Isoter ini, jangan ke rumah sakit," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah.

Konflik Rektorat dan SBM ITB Diselesaikan Lewat Musyawarah
Indonesia
Konflik Rektorat dan SBM ITB Diselesaikan Lewat Musyawarah

ITB telah membentuk tim transisi dan transformasi dan telah dilaksanakan Kick off meeting Tim Transisi dan Transformasi SBM ITB.

Puan Maharani Sebut Harga Minyak Goreng di Pasar Legi Masih Mahal
Indonesia
Puan Maharani Sebut Harga Minyak Goreng di Pasar Legi Masih Mahal

Pedagang sembako di Pasar Legi, Adi Rianto (52) mengaku aturan HET minyak goreng Rp 14.000 belum berlaku

Waspadai Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 di Awal Tahun 2023
Indonesia
Waspadai Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 di Awal Tahun 2023

Namun, kewaspadaan perlu tetap dilakukan karena akan menghadapi awal tahun 2023 yang biasanya kasus melonjak pasca libur Natal dan Tahun Baru.

Pemerintah Berikan Subsidi Kedelai Impor Rp 1.000 Per Kilogram
Indonesia
Pemerintah Berikan Subsidi Kedelai Impor Rp 1.000 Per Kilogram

Pemerintah menyatakan akan membantu pengusaha tahu dan tempe tradisional di tengah tingginya harga kedelai sebagai bahan baku.