Air dari Sumber Keramat dan Tombak Bertuah Diserbu Warga Ilustrasi tombak yang masih diyakini dapat mendatangkan berkah. 9Foto: instagram@sarwononorton)

HARUS diakui bahwa kepercayaan di dalam kehidupanan masyarakat di Indonesia masihlah kental. Seperti masyarakat Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon memanfaatkan air celupan tombak pusaka untuk memandikan anak-anak dan orang sakit.

1. Air dari sumur Nyiresmi

desa bulak
Prosesi memandikan tombah bertuah saban Jumat Kliwon di Desa Bulak. (Foto: MP/Mauritz)

Air yang digunakan untuk memandikan tombak bertuah itu bukan mengambil pada sembarangan sumber saja. Melainkan berasal dari sumur Nyiresmi.

Menurut cerita warga lokal air yang kita gunakan itu air dari sumur Nyiresmi. Konon ceritanya Nyiresmi ini penunggu sumur yang dibuat oleh buyut Casmidi. Hingga sekarang sumur itu masih dilestarikan dan hanya bisa digunakan pada acara tradisi celup tombak ini.

2. Ngalap Berkah

tombak
Ilustrasi tombak, benda pusaka kerap membuat orang percaya ada berkah di dalamnya. (Foto: instagram@pusakadunia)

Ketika prosesi memandikan tombak sudah selesai, airnya kemudian diperebutkan oleh para warga lokal. Sebagian masyarakat memandikan anak-anak balita dengan air tersebut dengan tujuan mendapatkan keberkahan. Selain itu juga dimanfaatkan menyirami sekililing rumah dengan air tersebut, harapannya agar mendapatkan kenyamanan dan menghalau segala bentuk kejahatan.

Air bekas celupan tombak pusaka yang dibawa oleh Nasiki itu dipercayai masyarakat sekitar dapat menyembuhkan orang yang sakit. Bukan hanya itu air tersebut juga bisa digunakan untuk padi yang sudah berbuah agar pada saat panen tidak berjalan lancar.

"Air bekas celupan tombak pusaka ini, kita gunakan untuk memandikan anak-anak dan orang dewasa yang sedang sakit, dengan harapan dapat sembuh, "kata Sri salah seorang warga sekitar, usai memandikan anaknya dengan air tersebut pada acara tradisi celup tombak pusaka. Kamis (28/2/2019)

Kebiasaan ini sudah turun menurun dan berlangsung selama ratusan tahun silam. dan juga acara ini dilakukan setiap satu tahun sekali menjelang malam Jumat Kliwon, "Tradisi ini sudah turun temurun kita lakukan dengan harapan mendapat keberkahan, "katanya. (*)


Laporan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan Jawa Barat.

Kredit : mauritz

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH