Artificial Intelligence Ancam Peradaban Manusia? (Foto: outoftheboxscience)

BRAD Smith dan Harry Shum, eksekutif Microsoft, mengklaim di masa depan ada robot dengan kemampuan kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) yang menyimpan kesadaran seseorang yang sudah mati dalam jangka waktu 20 tahun.

Kesadaran seseorang itu diubah dalam bentuk digital yang akan membuat robot berpikir dan bertingkahlaku seperti seseorang. Smith dan Shum tengah menggarap software AI yang sangat maju yang dapat meniru pemikiran manusia.

Namun bersamaan dengan itu keduanya juga mengkhawatirkan nasib manusia di masa depan. Mereka mengatakan bahwa kontrol tetap harus ada untuk mencegah mesin bersikap melawan manusia dan masyarakat.

artificial intelegence
(Foto: The New York Times)

Smith dan Shum yang mengarang buku The Future Computed, menjabarkan prediksi yang akan terjadi pada AI di masa depan. Keduanya menyebutkan bahwa AI kelak akan lebih rumit dan terintegrasi pada kehidupan keseharian manusia. Buku itu juga memprediksi bahwa AI secara otomatis memasuki kehidupan dan mengelola jadwal Anda diesok hari, selagi Anda beristirahat.

Dalam wawancaranya dengan Business Insider, Shum menyebutkan bahwa AI yang canggih akan menjadi pembantu digital yang mengerti betul Anda. Pun dengan izin Anda, AI itu akan mengerti, memahami dan mengenal diri Anda dengan baik.

Untuk tetap membuat AI dalam jalurnya, menurut Smith dibutuhkan pembicaraan serius antara pemerintah dan pakar. Di satu sisi pakar dan perusahaan teknologi mengerti betul produk yang dihasilkan. Namun pemanfaatannya jangan sampai merugikan manusia.

Seperti yang diungkapkan oleh Elon Musk, pemilik brand Tesla, menyebutkan bahwa keamanan AI hanya sekitar 5-10% saja. Dalam laman Time, Musk juga mendorong adanya regulasi untuk AI. Milyuner itu menyebutkan adanya risiko fundamental terhadap peradaban manusia.

Bisa jadi kita sudah diingatkan dengan film Terminator. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH