AHY Tidak Mampu Dongkrak Elektabilitas Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat DIY di Jogja Expo Centre (JEC), Senin (9/4). (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan, figur Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak mampu mendongkrak elektabilitas partai berlambang Mercy itu.

"AHY saya kira belum bisa kemudian menjadi tulang punggung Partai Demokrat hari ini," kata Muslimin saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Direktur Riset Charta Politika Muslimin sedang memaparkan hasil survei terhadap partai politik di Pemilu 2019 (MP/Ponco Sulaksono)
Direktur Riset Charta Politika Muslimin sedang memaparkan hasil survei terhadap partai politik di Pemilu 2019 (MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Muslimin sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi magnet Partai Demokrat untuk meraup suara. Hal tersebut tercermin dari hasil survei Charta Politika.

Berdasarkan survei Charta Politika, elektabilitas Partai Demokrat di angka 5,2 persen. Sebesar 11,2 persen responden, menjatuhkan pilihan ke Demokrat karena memandang faktor SBY.

"Ya, karena memang SBY sebagai pendiri dan cukup lama," imbuh Muslimin.

BACA JUGA

Reaksi Menag Terkait Penolakan Warga Beda Agama di Bantul

Demokrat Minta Bawaslu Turun Tangan Soal Pemberian Amplop Luhut ke Kiai

Kunjungan ke Yogyakarta, AHY Bungkus Pisang Goreng dan Jadah Tempe

Meski sosok AHY belakangan ini mulai dikedepankan Demokrat, namun cara itu belum berhasil menaikkan elektabilitas partai. Responden tidak menjatuhkan pilihan ke Demokrat, karena faktor figur AHY.

Menurut Muslimin, langkah Demokrat memunculkan figur AHY berkaitan dengan masa depan partai. Dia menilai AHY tetap memiliki potensi untuk menjadi figur sentral di partai pemenang Pemilu 2009 ini.

"Artinya AHY butuh waktu sehingga dia menjadi figur sentral di Partai Demokrat," ujar Muslimin.

Faktor berikutnya yang membuat responden memilih Demokrat yakni karena figur caleg sebesar 3,8 persen. Setelah itu, elektabilitas Demokrat terkerek sosok capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yakni sebesar 3,8 persen.

"Sisanya satu persen karena tertarik program. Satu persen lain karena terbiasa memilih partai tersebut," pungkas Muslimin.

Hasil survei Charta Politika menunjukkan PDIP memiliki elektabilitas tertinggi dengan 25,3 persen. Gerindra berada di posisi kedua dengan 16,2 persen. Sedangkan Golkar berada di posisi ketiga dengan 11,3 persen.

Berturut-turut berada di posisi keempat sampai ketujuh yakni PKB (8,5 persen), Demokrat (5,2 persen), Nasdem (5,2 persen), dan PKS (5 persen).

Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istri tercintanya Annisa Pohan menghadiri acara Simakrama AHY di Denpasar, Bali, Jum’at (15/3) sore. (Foto: Kogasma PD)
Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istri tercintanya Annisa Pohan menghadiri acara Simakrama AHY di Denpasar, Bali, Jum’at (15/3) sore. (Foto: Kogasma PD)

Selanjutnya terdapat partai dibawah empat persen yakni PAN (3,3 persen), PPP (2,4 persen), PSI (2,2 persen) dan Perindo (2 persen). Kemudian terdapat lima partai dengan elektabilitas terendah yakni Hanura (1,0 persen), PBB (0,5 persen), PKPI (0,2 persen), Partai Garuda (0,2 persen), Partai Berkarya (0,1 persen).

Survei nasional Charta Politika dilakukan pada 19-25 Maret 2019 dengan melibatkan 2000 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Sampel ditarik secara multistage random sampling dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH