AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha

AHY Sebut Program Tapera Memberatkan Pengusaha Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). - Antara/Nova Wahyudi

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) mengkritik adanya program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Menurutnya secara sanksi admnistrasi ikut memberatkan perusahaan.

Ia mengklaim, asosiasi-asosiasi buruh dan pengusaha memprotes pungutan baru yang diberlakukan Pemerintah lewat PP No. 25/ 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Baca Juga

Tahun Ajaran Baru Belum Jelas, Serikat Guru Harap-Harap Cemas

"Dengan ancaman sanksi administrasi, gaji ASN dan karyawan akan dipotong 2,5% dan 0,5% ditanggung perusahaan atau pemberi kerja," kata AHY dalam keteranganya yang dikutip Jumat (5/6).

Ia menyamakan program ini dengan kenaikan premi BPJS Kesehatan. Sehingga pemberlakuan pungutan Tapera di masa pandemi berimplikasi langsung pada pendapatan.

"Termasuk (berpengaruh) terhadap daya beli pekerja serta juga beban keuangan perusahaan yang kini masih tertekan," sebut AHY.

AHY ingatkan pemerintah terkait pembukaan tahun ajaran baru di masa pandemi covid-19
AHY ingatkan pemerintah akan risiko pembukaan tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19 (Foto: antaranews)

Putra Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini meminta Pemerintah perlu lebih sensitif dan responsif terhadap situasi berat yang sedang dihadapi para pekerja serta dunia bisnis.

"Pemerintah perlu lebih sensitif dan responsif terhadap situasi berat yang sedang dihadapi para pekerja serta dunia bisnis. Jika dipaksakan, pelaksanaan pungutan Tapera ini bukan hanya bisa kedodoran, tapi juga kontraproduktif," tutup AHY.

Seperti diketahui, pelaksanaan Tapera dalam besaran iuran pendanaannya, ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji/upah yang diterima pekerja penerima upah (PPU).

Baca Juga

IPW Sebut Kerusuhan di Amerika Serikat Bisa Merembet ke Indonesia

Angka itu akan ditanggung bersama oleh pemberi kerja dan pekerja, masing-masing dengan porsi sebesar 0,5 persen dan 2,5 persen.

Dasar perhitungan untuk menentukan gaji/upah ditetapkan sama dengan program jaminan sosial lainnya, yaitu maksimal sebesar Rp12 Juta. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengemudi Grab Car yang Diduga Nyaris Culik Penumpang Ditangkap
Indonesia
Pengemudi Grab Car yang Diduga Nyaris Culik Penumpang Ditangkap

Polisi menangkap oknum sopir taksi online Grab yang diduga hendak menculik seorang penumpang perempunnya berinisial T (25)

[HOAKS atau FAKTA]: Saat New Normal, Orang di Atas 50 Tahun Dilarang Masuk Mal, Makan di Cafe, dan Olahraga di Gym
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Saat New Normal, Orang di Atas 50 Tahun Dilarang Masuk Mal, Makan di Cafe, dan Olahraga di Gym

Narasi tersebut beredar dalam beberapa waktu terakhir dan cukup menjadi tanda tanya besar di masyarakat.

Update COVID-19 Jumat (17/4): 5.923 Positif, Jumlah Meninggal Capai 520 Pasien
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (17/4): 5.923 Positif, Jumlah Meninggal Capai 520 Pasien

Mereka mayoritas usia di atas 50 tahun dan miliki penyakit seperti darah tinggi, diabetes dan penyakit paru

Langkah Paslon Mulyadi-Ali Kembalikan SK PDIP Dinilai Tepat
Indonesia
Langkah Paslon Mulyadi-Ali Kembalikan SK PDIP Dinilai Tepat

Ia menilai dukungan PDIP bisa semakin menjadi beban Mulyadi-Ali Mukhni karena bagaimana pun juga realitas politik lokal Sumbar dalam hubungannya dengan pusat terdapat semacam resistensi terhadap PDIP.

Larangan Turis Tiongkok ke Indonesia Cara Jitu Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Indonesia
Larangan Turis Tiongkok ke Indonesia Cara Jitu Antisipasi Penyebaran Virus Corona

"Setidaknya untuk mencegah penyebaran virus Corona maka perlu dilakukan langkah preventif atau pencegahan," ujar Jerry

Ditetapkan Hari Ini, Siapa Sosok Dirut dan Komut Baru Garuda Indonesia
Indonesia
Ditetapkan Hari Ini, Siapa Sosok Dirut dan Komut Baru Garuda Indonesia

Sejumlah nama digadang-gadang menjadi sosok yang mengisi posisi direktur utama dan komisaris utama baru Garuda Indonesi

WHO Tetapkan Status Darurat Dunia Wabah Virus Corona
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Dunia Wabah Virus Corona

Virus Corona telah menyebar ke 18 negara dan menyebabkan kematian sedikitnya 212 orang.

BMKG: Tidak Benar Siklon Tropis Ferdinand Masuk ke Indonesia
Indonesia
BMKG: Tidak Benar Siklon Tropis Ferdinand Masuk ke Indonesia

Siklon tropis Ferdinand muncul pada Senin (24/2), pukul 07.00 WIB di perairan barat Australia

Tiga Anggota Polri Tewas Saat Bentrok dengan TNI di Mamra
Indonesia
Tiga Anggota Polri Tewas Saat Bentrok dengan TNI di Mamra

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal, mengakui belum diketahui pasti penyebab bentrokan antara anggota Polri dan TNI.

Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19

Oleh karena itu, waktu istirahat bagi para tenaga medis tersebut perlu ditambah