AHY Mengaku Sudah Ingatkan Pemerintah dengan Berbagai Cara Tangani COVID-19 Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5). Foto: MP/Asropih

Merahputih.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku sudah memberikan masukan hingga rekomendasi kepada pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Serta saran serta mengingatkan pemerintah dengan berbagai cara," kata AHY dalam siaran persnya, Jumat (13/8).

Baca Juga

AHY Bertemu Anies di Balai Kota, Bahas Pilpres 2024?

AHY juga melihat bahwa selama 17 bulan pandemi ini berlangsung, belum ada tanda-tanda mereda dan perekonomian masih terpuruk. AHY juga mengklaim pengangguran serta kemiskinan meningkat.

Meski begitu, Partai Demokrat menyambut baik tren penurunan kasus harian COVID-19 selama beberapa hari ini tapi menyoroti turunnya angka tes dan lacak (testing dan tracing). Ia menyebut angkanya jauh di bawah target 300 ribu tes dan lacak per hari yang dicanangkan pemerintah.

AHY dan Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Twitter/@RAMujiyono

Partai Demokrat juga mempertanyakan dihilangkannya tingkat kematian sebagai salah satu indikator untuk mengukur efektivitas penanganan pandemi.

Ketidakselarasan pendataan yang menjadi alasan pemerintah untuk menghilangkan indikator ini, harusnya mendorong perbaikan pendataan, bukan menghapus indikator.

Baca Juga

Usai Bertemu AHY. Anies: Demokrat Baru Saja Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Namun, AHY menegaskan Demokrat akan membantu mengatasi masalah pandemi dan krisis ekonomi, bukan hanya mengkritik.

"Partai Demokrat sejak awal berpandangan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi yang menyertainya adalah masalah yang juga kita harus bantu atasi, bukan hanya kita kritik, meski kita berada di luar pemerintahan," tegas Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Cara Pemprov DKI Rayu Orang Tua Izinkan Anaknya Belajar Tatap Muka
Indonesia
Begini Cara Pemprov DKI Rayu Orang Tua Izinkan Anaknya Belajar Tatap Muka

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya agar orang tua mau mengizinkan anaknya untuk ikut sekolah tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Mengingat saat ini antusias orang tua masih rendah memperbolehkan anaknya belajar di sekolah.

Menteri Erick Klaim Kenaikan Laba BUMN Setahun Terakhir 356 Persen
Indonesia
Menteri Erick Klaim Kenaikan Laba BUMN Setahun Terakhir 356 Persen

Laba bersih seluruh perseroan milik negara melonjak 356 persen pada semester I 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kapolri Peringatkan Anak Buahnya Waspadai Lonjakan COVID-19 Usai Pelonggaran
Berita
Kapolri Peringatkan Anak Buahnya Waspadai Lonjakan COVID-19 Usai Pelonggaran

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan terbaru melalui vicon, kepada seluruh polda jajaran terkait dengan evaluasi PPKM.

Piala Menpora: 297 Pemain dan Official 4 Klub Liga 1 Divaksin Corona
Indonesia
Piala Menpora: 297 Pemain dan Official 4 Klub Liga 1 Divaksin Corona

Sebanyak 297 pemain dan official empat Klub Liga 1 yang berlaga di Piala Menpora mendapatkan vaksinasi corona di pendopo Balai Kota, Jawa Tengah, Selasa (23/3).

Kapolri Diminta Tinjau Ulang Protap Tangani Demo
Indonesia
Kapolri Diminta Tinjau Ulang Protap Tangani Demo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta meninjau ulang prosedur tetap (protap) pengamanan aksi demo di lapangan. Sebab, masih terjadi kekerasan yang dialami pendemo yang dilakukan oknum polisi.

36 Teroris Terlibat Penyerangan Bom Bunuh Diri di Katedral Makasar
Indonesia
Hari ini, Indonesia Terima 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac
Indonesia
Hari ini, Indonesia Terima 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac

Menkes meminta bantuan daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu jika kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin.

KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos
Indonesia
KPK Periksa Ketua Komisi VIII DPR Terkait Kasus Bansos

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik saat memeriksa Yandri

Begini Progres Pembangunan 5 Kawasan Wisata Prioritas Nasional
Indonesia
Begini Progres Pembangunan 5 Kawasan Wisata Prioritas Nasional

Adapun serapan anggaran mencapai Rp2,64 triliun dari total anggaran Rp3,81 triliun atau sebesar 69,36 persen.

[HOAKS atau FAKTA]: Corona adalah Penyakit Radiasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Corona adalah Penyakit Radiasi

Covid adalah tabir asap untuk penyakit radiasi"