AHY Ingatkan saat New Normal Justru Harus Waspada, Ada Apa? Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: MP/Instagram.com/AHY)

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada dalam situasi dan kondisi new normal. Menurut AHY, upaya new normal sudah ramai di media sosial.

"Ingat, new normal bukan berarti keadaan telah pulih, new normal berarti kita harus ekstra waspada saat kembali pada aktivitas semula," ungkap AHY, Selasa (26/5).

Baca Juga:

Peniadaan Ganjil-Genap Kembali Diperpanjang Hingga 4 Juni

Sampai saat ini, diungkapkan AHY, jumlah masyarakat yang terinfeksi kasus positif virus corona terus bertambah banyak.

Seluruh elemen masyarakat juga masih berjuang untuk terus menekan sebarannya karena resiko tertular Covid-19 masih tinggi.

"Kita harus disiplin, menerapkan aturan tetap jaga jarak, jaga kebersihan, jaga kesehatan sebagai new normal kita," katanya.

Sekali lagi, AHY mengingatkan hanya kedisiplinan dan kesadaran sendiri yang bisa menyelamatkan dari penyebaran wabah Covid-19.

"Tetap waspada, jangan lengah dengan rutinitas. New normal harus hadirkan new habit. Keadaan kita belum kembali seperti semula," jelas dia.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: MP/Instagram.com/AHY)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: MP/Instagram.com/AHY)

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD buka-bukaan soal new normal di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, new normal masih sebatas wacana.

Demikian disampaikan Mahfud dalam acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Negeri Sebelas Maret.

"Sekarang ini pemerintah, saya katakan sebagai Menko Polhukam, ada wacana, belum keputusan wacana bagaimana tentang new normal ini," kata Mahfud saat memberikan sambutan.

Menurut dia, ada tiga jenis pemodelan matematis terkait penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu.

Ketiga model itu diajukan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, hingga Kantor Staf Presiden.

"Dan ketemu semua. 'Oh ini ada penurunan kalau ada pembatasan gerakan.' Semua bisa diitung, Jakarta kan sekarang 0,9, tapi di sisi lain ada yang tinggi sekali seperti di Gorontalo, di Jatim," kata Mahfud.

Ia menyatakan, saat ini pemerintah sedang berpikir bagaimana masyarakat tetap hidup normal dengan fakta virus corona masih berada di tengah-tengah masyarakat.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun tak menampik bila wacana new normal itu diperdebatkan oleh banyak pihak. Mahfud menilai wajar bila wacana tersebut masih menjadi perdebatan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan, Mahfud mencontohkan bahwa sesama dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih berbeda pendapat terkait wacana tersebut.

"Bagaimana yang terbaik? Mari kita diskusikan. Belum ada keputusan apapun soal itu, semua masih wacana dan kontroversi masih ada. Tapi kita harus hadapi itu," kata Mahfud.

Hari ini, Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. Jokowi berharap kondisi ini bisa membuat kurva Covid-19 di Indonesia menurun.

"Kita melihat bahwa R0 (reproduction rate) dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun," ujarnya.

Baca Juga:

Enggak Pernah Terjun ke Lapangan, Ketegasan Anies Saat Pandemi Diragukan

Sebagai informasi, pemerintah memang menggunakan indikator penularan berdasarkan reproduction rate dengan skala R0. Reproduction rate ini adalah sebuah angka yang menunjukkan bagaimana daya tular sebuah virus atau sebuah bakteri atau sebuah penyakit.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Covid-19 memiliki skala 1,9 - 5,7 di seluruh dunia. Artinya, dalam skala R0, satu orang Indonesia bisa menularkan dua sampai tiga orang.

Kementerian PPN/Bappenas pernah mengemukakan pemerintah berupaya menurunkan angka tersebut di bawah 1. Artinya, tidak sampai menularkan orang lain. (Knu)

Baca Juga:

Pelibatan Tentara dan Polisi saat New Normal Dinilai Tepat



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH