Ahok Resmi Cabut Laporan Terhadap Fans Veronica Tan Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ahok di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (6-8-2020). ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah resmi mencabut laporan pencemaran nama baik yang dibuatnya di Polda Metro Jaya.

"Hari ini kami secara resmi telah mencabut laporan polisi yang dibuat 17 Mei 2020 dan saya (selaku kuasa hukum) sudah menandatangani pencabutan laporan polisinya," kata kusa hukum Ahok, Ahmad Ramzy di Polda Metro Jaya, Senin (28/9).

Ada beberapa pertimbangan hingga akhirnya Ahok mencabut laporan yang dibuatnya terhadap dua tersangka yang merupakan fans mantan istrinya, Veronica Tan itu.

Baca Juga

Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara

Kedua tersangka, KS dan EJ telah mengaku dan menyesali perbuatannya. Kedua tersangka yang merupakan ibu-ibu itu juga akan membuat tulisan yang diunggah di medsosnya masing-masing yang menyatakan bahwa telah menyesali perbuatannya.

"Jadi terus yang tersangka ini juga perempuan dan ada yang sudah lanjut usia makanya pertimbangannya Pak Ahok untuk mencabut laporan ini," kata dia lagi.

Salah satu pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau Ahok berinisial KS (MP/Kanugraha)
Salah satu pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau Ahok berinisial KS (MP/Kanugraha)

Sebelumnya, Ahok membuat laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Laporan dibuatnya ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok

Laporan Ahok dibuat 17 Mei 2020. Di mana laporan diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan Nomor Polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ/Tanggal: 17 Mei 2020. Dugaan pencemaran nama baik yang menimpa kliennya terjadi di media sosial. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AMSI Minta Media Kedepankan Kode Etik Jurnalistik Beritakan Corona
Indonesia
AMSI Minta Media Kedepankan Kode Etik Jurnalistik Beritakan Corona

Media disarankanya tidak menurunkan berita yang justru membuat masyarakat panik

PLN Tegaskan Viral Diskon Listrik WFH Wabah Corona Hoaks
Indonesia
PLN Tegaskan Viral Diskon Listrik WFH Wabah Corona Hoaks

Kompensasi yang ada saat pemadaman listrik Agustus 2019 lalu

Wilayah Tak Tersentuh Virus Corona di Indonesia Makin Menyusut
Indonesia
Wilayah Tak Tersentuh Virus Corona di Indonesia Makin Menyusut

Wiku meminta masyarakat lebih patuh terhadap protokol kesehatan.

Pakar Nilai Ketum PAN Zulhas tak Patuh Hukum
Indonesia
Pakar Nilai Ketum PAN Zulhas tak Patuh Hukum

Pihak yang berwenang bisa menjemput paksa

Jokowi Bakal Resmikan Bandara Muara Taweh Kalimatan Tengah
Indonesia
Jokowi Bakal Resmikan Bandara Muara Taweh Kalimatan Tengah

Peresmian bandara disiapkan dengan sebaik-baiknya mengingat bandara baru tersebut merupakan wujud dari perjuangan dan doa dari masyarakat.

Perusahaan Biofarmasi Jepang Mulai Uji Vaksin Corona pada Hewan
Dunia
Perusahaan Biofarmasi Jepang Mulai Uji Vaksin Corona pada Hewan

Saham Anges melonjak sebanyak 17% dalam perdagangan pagi di Tokyo, dibandingkan dengan kenaikan 5,3% di pasar yang lebih luas.

KPK Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra Bersama Bareskrim dan Kejagung
Indonesia
KPK Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra Bersama Bareskrim dan Kejagung

Kejagung dan Bareskrim Polri sedang mengusut skandal Djoko Tjandra yang menyeret sejumlah aparat penegak hukum

Kejagung Periksa Pemilik Koperasi Nusantara Terkait Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Periksa Pemilik Koperasi Nusantara Terkait Kasus Djoko Tjandra

Bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian tersebut

Komunitas Basket Pramugari adakan Pertandingan Persahabatan Lawan TMI Basketball Academy
Olahraga
Komunitas Basket Pramugari adakan Pertandingan Persahabatan Lawan TMI Basketball Academy

Mayoritas punggawa AGC adalah pramugari dan karyawan di maskapai

PDIP tak Setuju 100 Hari Dijadikan Patokan Kinerja Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Indonesia
PDIP tak Setuju 100 Hari Dijadikan Patokan Kinerja Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Dari hasil survei Indo Barometer, persoalan perekonomian rakyat masih menjadi yang terpenting