Ahok Kesal Pertamina Pinjam Duit Padahal Punya Utang 16 Miliar Dolar AS Komisaris Utama Pertamina Ahok (tengah) bersalaman dengan Presiden Jokowi. (Foto: instagram.com/basukibtp)

MerahPutih.com - Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Persero, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membongkar borok perusahaan minyak dan gas milik negara tersebut. Ia menilai Pertamina sering mengabaikan tawaran dari investor.

Oleh karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, berencana melakukan audit proyek-proyek kilang minyak Pertamina dan bakal menanyakan kepada direksi mengapa sejumlah investor didiamkan saja.

Baca Juga

MPR Keberatan Preman Pasar Jadi Penegak Protokol Kesehatan

"Makanya nanti saya mau rapat penting soal kilang. Berapa investor yang sudah nawarin mau kerja sama kalian diemin? Terus sudah ditawarin kenapa ditolak? Terus kenapa kerja seperti ini? Saya lagi mau audit. Cuma saya emosi juga kemarin. Mereka lagi mancing saya emosi, saya emosi laporin Presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," ucap Ahok dalam video yang diunggah akun POIN di Youtube, Selasa (15/9)

Ahok juga membeberkan kebiasakan Pertamina yang sudah meminjam uang, padahal masih memiliki utang sebesar 16 miliar dolar AS. Menurutnya, utang tersebut untuk membiayai akusisi kilang minyak di luar negeri. Padahal katanya, Indonesia masih punya 12 cekungan yang berpotensi menghasilkan minyak dan gas di dalamnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. (Foto: setkab).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. (Foto: setkab).

"Minjam duit sudah ngutang US$ 16 miliar, tiap kali otaknya minjam duit terus nih saya sudah kesal ini. Minjam duit terus, mau akuisisi terus. Saya bilang tidak berpikir untuk eksplorasi, kita masih punya 12 cekungan yang berpotensi punya minyak, punya gas. Ngapain di luar negeri? Ini jangan-jangan ada komisi ini, beli-beli minyak ini," kesalnya.

Ahok berujar Indonesia butuh sosok pekerja yang jujur. Dia berharap, ke depan Indonesia memiliki ladang yang siap ditanam benih-benih baik.

Baca Juga

Pengelola Hotel Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

"Yang utama adalah jujur karena kejujuran dan loyalitas itu tidak ada sekolahnya. Kalau kamu punya itu, kamu sampai tua pun tidak mungkin suci. Kita berdoa lah supaya di Indonesia itu ladangnya bisa siap untuk benih-benih baik ditaburkan," tutupnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH