Ahok Anggap Gojek "Anak" Sendiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Balai Kota, Jakarta, Kamis (17/12). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)

MerahPutih Megapolitan - Surat pemberitahuan yang menyebutkan larangan ojek dan taksi online beroperasi, seperti yang dilayangkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sontak mengundang teguran keras netizen dan juga pemerintah.

Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menganggap bahwa Gojek (jasa ojek online) sudah seperti anak sendiri.

"Kalau melarang Gojek, kayak yang saya bilang tadi, anak sendiri tidak mau diakui," bela Ahok untuk Gojek di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/12).

Adapun larangan tersebut termaktub dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani langsung Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, 9 November 2015.

Meski harus taat kepada surat menteri, kata Ahok, Gojek bukan bisnis ilegal yang harus dibekukan.

"Saya sebagai gubernur, tentu harus taat kepada surat menteri. Bagi saya, perusahaan Gojek itu tidak terlarang tapi terdaftar sebagai perusahaan aplikasi," katanya. (ard)

 

BACA JUGA:

  1. Cabut Larangan, Jonan Izinkan GoJek dan Sejenisnya Tetap Beroperasi
  2. UberJek Tuding Peraturan Jonan adalah Titipan
  3. Ojek Online Dilarang, Jokowi Panggil Jonan Dalam Waktu Dekat
  4. Ugal-ugalan Buat Aturan, Adian-PDIP Sebut Jonan Pantas Dipecat
  5. CEO UberJek: Larangan Kemenhub Salah Sasaran


Adinda Nurrizki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH