Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Bui, Polisi Bersenjata Gas Air Mata Siaga Sidang vonis musisi Ahmad Dhani di PN Surabaya, Selasa (11/6). MP/Budi

MerahPutih.com - Hakim menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap musisi sekaligus politikus Gerindra Ahmad Dhani dalam sidang kasus pencemaran nama baik yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pentolan grup band Dewa itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 27 ayat 1, tentang pencemaran nama baik melalui undang undang ITE. Vonis ini lebih ringan dari pada tuntutan Jaksa yang meminta hukuman 1,5 tahun bui.

"Terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo, dengan sengaja membuat flog sebagai ungkapan karena tidak bisa menyatakan aspirasi atau pendapatnya, dan menyebut kata idiot, dan ini terbukti bersalah melanggar undang undang ITE." kata hakim ketua, R Anton widyopriyono, saat membacakan vonis, Selasa (11/6).

sidang
Polisi bersenjata gas air mata berjaga di ruang sidang pembacaan vonis Ahmad Dhani. MP/Budi

Mendengar kalimat itu, Ahmad Dhani yang sebelumnya tampak biasa biasa saja, berubah menunduk dan pucat.

"Saya akan mengajukan banding. Saya tidak mau berbicara soal hukum. Apalah ini ada unsur politisasi atau tidak, saya tidak mau bicara soal itu." kata Dhani setelah palu diketuk hakim.

BACA JUGA: Bernuansa Politis, Konser Ahmad Dhani Sepi Penyumbang

Sementara itu, kuasa kuhum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, mengatakan akan mengajukan banding, karena kecewa dengan putusan hakim.

Menurut dia, ada banyak fakta persidangan yang diabaikan oleh majelis hakim, mulai banyaknya para saksi yang mencabut banyak item di Berkas Acara kepolisian, kemudian salah satu diantaranya saksi ahli dari kemenkoninfo, yang menyebut bahwa kata idiot tidak bisa dijadikan acuan untuk menjerat hukum.

"Kemudian pelapor yang harusnya perorangan, nyatanya adalah sekumpulan atau sekelompok orang, yang harusnya tidak dibenarkan sesuai undang undang," tutur kuasa hukum.

BACA JUGA: Ahmad Dhani dan Vanessa Angel Nyoblos Bareng

Sidang Ahmad Dhani kali ini, meski tidak ada massa pendukung atau yang kontra, pengamanannya cukup ketat. Bahkan di depan ruang sidang, beberapa petugas kepolisian melakukan penjagaan dengan membawa senapan gas air mata.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Kredit : budilentera

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH