Ahli Rancang Kota Nilai 'Rumah Vertikal' Solusi Kepemilikan Hunian Warga Jakarta Pekerja menyelesaikan proyek kontruksi pembangunan Rusunawa. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Merahputih.com - Ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia, A Hadi Prabowo MT menyebutkan bahwa di Jakarta, kepemilikan hunian milik sendiri adalah 47,12 persen. Sedangkan yang bukan milik sendiri adalah 52,88 persen sehingga 'backlog' DKI Jakarta di tahun 2015 adalah sebesar 1.276.424 unit rumah

"Dengan kondisi seperti ini, maka pengembangan vertikal dengan kepadatan tinggi dapat menjadi solusi terkait kepemilikan hunian bagi warga Jakarta," kata Hadi, Kamis (14/2).

Baca Juga:

Intip Pengantin Baru, Seorang Pria Tewas Kesetrum

Sementara, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja menyebutkan bahwa saat ini Kampung Kota Jakarta sudah padat secara jumlah penduduk dan kegiatan, namun tidak berkualitas. Terlebih jika dibandingkan dengan jumlah lantai dan luas lantai yang rendah.

Aktivitas di Rusun Penjaringan RW 06, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)
Aktivitas di Rusun Penjaringan RW 06, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)

Karena itu pembangunan kawasan hunian vertikal secara bertahap yang memiliki ruang mitigasi bencana, adaptif terhadap krisis iklim, perbaikan lingkungan dan dilengkapi oleh interaksi sosial dan ruang mobilitas publik dapat menjadi solusi.

Di sisi lain, Kepala Bappeda DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta selalu berupaya untuk berkolaborasi dengan sektor swasta dalam mengimplementasikan rancangan pengembangan kawasan.

Baca Juga:

Wali Kota Jakut Bantah Ada Kericuhan dengan Warga saat Penggusuran Sunter

"Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 73 kegiatan strategis daerah, di antaranya adalah penyediaan rumah DP Rp0, penataan kawasan pemukiman, hingga perbaikan tata kelola rumah susun," jelas dia dikutip Antara. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH