Ahli IT Tegaskan Security Data Yang Dikelola Pemerintah Belum Matang Keamanan data. (Foto: MP/Pixabay/madartzgraphics)

MerahPutih.com - Peretasan kerap menarget pusat-pusat data pemerintah. Terbaru, jaringan internal 10 kementerian/lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) diduga diretas. Peristiwa ini tentu mengkhwatirkan, apalagi jika dikaitkan dengan aksi spionase.

Sebab, pusat data pemerintah merupakan rahasia negara, mulai data rencana kebijakan pemerintah, rahasia pemerintah dan militer, serta informasi strategis yang berkaitan dengan pemerintahan lainnya. Namun peretasan pun tak pandang bulu. Lembaga non-pemerintah rawan diretas selagi memiliki nilai tambah.

Baca Juga:

Mabes Polri Gandeng Kominfo Usut Peretasan 10 Situs Lembaga Pemerintah

Kerugian akan semakin besar jika yang diretas adalah data penduduk. Jika data vital penduduk diretas, kemungkinan bakal terjadi jual beli data yang dapat dimanfaatkan oknum tertentu untuk kejahatan.

Menghadapi maraknya peretasan jaringan data, dosen Teknik Informatika sekaligus PIC Infrastruktur TI Universitas Pasundan (Unpas) Ferry Mulyanto, mengatakan, persoalan SDM dan sistem pengadaan teknologi informasi di kementerian/lembaga perlu diperkuat. Hal ini dapat diupayakan lewat kolaborasi dan tata kelola yang baik, termasuk memperkuat sistem keamanan data.

“Apabila terjadi peretasan, yang harus ditingkatkan tentu kemampuan SDM, karena kaitannya dengan tata kelola IT. Data-data tersebut merupakan bagian dari infrastruktur IT. Maka dari itu, keamanannya mesti betul-betul diperhatikan, salah satunya dengan menjaga server yang digunakan untuk menyimpan data,” jelas Ferry Mulyanto.

Ia menegaskan, mencegah peretasan diperlukan langkah-langkah penting, antara lain, mem-backup data. Pencadangan data berguna untuk menghindari jika sewaktu-waktu terjadi kendala pada perangkat keras, hingga manipulasi data oleh hacker.

Mengenai sistem keamanan jaringan internal pemerintah, ia menurutkan pengalamannya saat menjadi auditor (digital forensik) di lembaga pemerintahan. Menurutnya, persoalan security belum cukup matang.

“Ironisnya, lembaga pemerintahan di Indonesia tidak terlalu memperhatikan masalah keamanan, karena kebanyakan mempercayakan ke vendor atau pihak ketiga. Tidak ada tahapan pemeliharaan yang berkesinambungan dari segi keamanan. Suatu sistem itu perlu ada maintenance dan monitoring berkala, tidak bisa lepas begitu saja,” sambungnya.

Selain membuat regulasi terpadu untuk menyelesaikan masalah keamanan sistem, pemerintah bisa membentuk semacam command center untuk memberikan peringatan dini jika terdapat aktivitas mencurigakan yang masuk ke server.

Ibarat satpam yang mengawasi CCTV selama 24 jam, sistem keamanan jaringan juga seharusnya demikian. Selama aktivitasnya normal ya biarkan saja, tapi kalau sudah mencurigakan, security ini baik orang atau sistem akan memberi peringatan.

Internet. (Foto: Pixabay)
Internet. (Foto: Pixabay)

Dugaan peretasan ini semestinya dapat menjadi pemicu bagi kementerian/lembaga untuk mengecek sistem informasi dan jaringannya. Idealnya, agar jaringan tidak mudah diretas, arsitektur sistem informasi harus dirancang dengan benar sejak awal.

Ia mengingatkan, hal lain yang perlu diperhatikan dalam keamanan data adalah perlunya perencanaan matang sejak awal membangun jaringan, server, sampai aplikasi.

"Sebab, kalau sudah berbicara penyusupan jaringan, hacker bisa masuk dari celah manapun, jadi harus punya rancangan arsitektur yang benar untuk mengantisipasi kemungkinan peretasan,” katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Politisi Demokrat Sebut Peretasan Akun Medsos Pengurus BEM UI Bersifat Sistematik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Terima Gaji dan THR Dicicil, Ribuan Buruh PT Pan Brothers Demo di Pabrik
Indonesia
Tak Terima Gaji dan THR Dicicil, Ribuan Buruh PT Pan Brothers Demo di Pabrik

Ribuan buruh PT Pan Brothers Tbk di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melakukan aksi demo di pabrik, Rabu (5/5).

BMKG Sebut Kabupaten Malang Masih Aman dari Tsunami
Indonesia
BMKG Sebut Kabupaten Malang Masih Aman dari Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut jika di Kabupaten Malang masih aman dari bahaya gelombang tsunami.

Datangi Katedral, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Perayaan Natal Berjalan Aman
Indonesia
Datangi Katedral, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Perayaan Natal Berjalan Aman

Rangkaian proses ibadah misa di Gereja Katedral berlangsung dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan.

Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming
Indonesia
Ratusan Personel Kepolisian Amankan Pelantikan Virtual Gibran Rakabuming

Sebanyak 375 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP akan diterjunkan dalam pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, Jumat (26/2).

Hakim PN Jaksel Tanyakan Polisi Alasan Dua Kali Mangkir Sidang Rizieq
Indonesia
Hakim PN Jaksel Tanyakan Polisi Alasan Dua Kali Mangkir Sidang Rizieq

Jakarta Selatan kembali mengadakan sidang praperadilan mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab pada Senin (8/3) atas kasus kerumunan di Petamburan.

Pimpinan MIT Poso Ali Kolera Dipastikan Tewas, 4 Orang Masih Buron
Indonesia
Pimpinan MIT Poso Ali Kolera Dipastikan Tewas, 4 Orang Masih Buron

Mabes Polri tengah menunggu informasi resmi dari Kapolda Sulteng terkait kronologis baku tembak yang menewaskan pimpinan MIT Poso yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulteng tersebut.

Material Vulkanis Terbentuk, Lahar Ancam Lembah Semeru
Indonesia
Material Vulkanis Terbentuk, Lahar Ancam Lembah Semeru

Kondisi meteorologi di lokasi berupa cuaca berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan suhu udara berkisar 22-26 derajat Celcius.

KPK Tahan Eks Pejabat Ditjen Pajak Terkait Kasus Dugaan Suap
Indonesia
KPK Tahan Eks Pejabat Ditjen Pajak Terkait Kasus Dugaan Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani terkait kasus dugaan suap pemeriksaan pajak tahun 2016-2017.

Sebelum Ditangkap, Nia Ramadhani Asyik Nyabu di Kediamannya
Indonesia
Sebelum Ditangkap, Nia Ramadhani Asyik Nyabu di Kediamannya

"Iya terakhir kali menggunakan itu pagi sebelum kita tangkap," ucap Panji kepada wartawan, Jumat (9/7).

Vaksinasi Merdeka Gelombang Dua, Polda Metro Gempur Wilayah Penyangga Ibu Kota
Indonesia
Vaksinasi Merdeka Gelombang Dua, Polda Metro Gempur Wilayah Penyangga Ibu Kota

Pada Vasinasi Merdeka tahap pertama selama 17 hari, Polda Metro Jaya berhasil memberikan vaksin sekitar 99 persen warga Jakarta.