Ahli Epidemiologi Beberkan Salah Satu Cara Memutus Mata Rantai Virus Corona Ilustrasi (Pixabay)

Merahputih.com - Ahli epidemiologi Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19 yaitu dengan mengisolasi diri.

"Iya, seharusnya sudah satu kebijakan yang tepat karena memang membatasi diri itu bertujuan memutus mata rantai," kata Defriman saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/3).

Baca Juga

Catat, Indonesia Perpanjang Status Darurat Virus Corona Sampai Lewat Lebaran!

Selain mengisolasi diri, Defri mengatakan 'social distancing' atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain juga merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. "Jadi intinya menghindari kontak dengan yang terinfeksi atau sumber infeksi," ujar dia.

Saat ini langkah yang mesti dilakukan masyarakat ialah dengan mengurangi interaksi sosial dan mengurung diri. Hal tersebut bisa berkaca dari keberhasilan Tiongkok saat mengunci Kota Wuhan dari penyebaran COVID-19.

Ilustrasi (Pixabay)

Langkah tersebut perlu diterapkan mengingat saat ini masyarakat sama sekali tidak tahu siapa saja yang sudah terinfeksi atau tidak. "Salah satunya bagaimana kita tidak kontak dengan orang yang terjangkit atau yang sudah terinfeksi," kata dia.

Di samping itu, masyarakat juga perlu meningkatkan imun tubuh termasuk dengan tidak merokok, konsumsi buah dan sayur yang cukup serta vitamin.

Baca Juga

Menkes Terawan Dinilai Paling Bertanggung Jawab Lambannya Antisipasi Corona

Dengan sistem imun tubuh yang baik, sebagaimana dikutip Antara, secara otomatis tubuh akan melawan keberadaan virus. Termasuk dalam tenggat waktu isolasi diri sendiri selama 14 hari.

"Makanya kebijakan imbauan untuk tidak pulang kampung dulu dan mengisolasi diri di kos bagi mahasiswa yang diliburkan itu sudah benar, sehingga meminimalisir kemungkinan penularan virus," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
UU Cipta Kerja Diklaim Bisa Dorong Terciptanya Era Penyiaran Digital
Indonesia
Tolak Tes COVID-19 di DKI Jakarta Siap-Siap Kena Sanksi Rp5 Juta
Indonesia
Tolak Tes COVID-19 di DKI Jakarta Siap-Siap Kena Sanksi Rp5 Juta

Regulasi ini bakal segera disahkan dalam waktu dekat

Awasi Protokol Kesehatan, Anggota TNI di Lapangan Diingatkan Jaga Kesehatan
Indonesia
Awasi Protokol Kesehatan, Anggota TNI di Lapangan Diingatkan Jaga Kesehatan

Peran TNI selama penegakan disiplin protokol kesehatan adalah membantu Satpol PP Jakarta selatan dan jajaran Polri

Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta
Indonesia
Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta

Russ ternyata pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur selama tinggal di Indonesia.

 Anies Pastikan Stok Bahan Pokok di Jakarta Bertahan Sampai Dua Bulan
Indonesia
Anies Pastikan Stok Bahan Pokok di Jakarta Bertahan Sampai Dua Bulan

"Nanti PD Pasar Jaya juga memastikan Cipinang Food Station bahwa kebutuhan pokok bagus masyarakat Jakarta distribusinya aman," tuturnya.

Pejabat Pemprov DKI Ikut 'Terseret' Kasus Kerumunan Acara Rizieq
Indonesia
Pejabat Pemprov DKI Ikut 'Terseret' Kasus Kerumunan Acara Rizieq

Dari keempat saksi yang dipanggil, hanya dua saksi yang hadir

Pemkot Solo Batal Polisikan Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno
Indonesia
Pemkot Solo Batal Polisikan Ibu Kos Pengusir 3 Perawat RSUD Bung Karno

Kepastian itu dilakukan setelah pemilk indekos, Siti Mutmainah meminta maaf langsung pada Wali Kota Solo, FX Jadi Rudyatmo.

Hasil Uji Klinis Vaksin di Bandung Diumumkan Oktober 2020
Indonesia
Hasil Uji Klinis Vaksin di Bandung Diumumkan Oktober 2020

Hasil uji klinis fase III vaksin COVID-19 ditargetkan akan diumumkan pada pertengahan Oktober atau memasuki kuartal IV-2020.

Pasar Tanah Abang Paling Banyak Dijaga Polisi dan Tentara, Ini Alasannya
Indonesia
Pasar Tanah Abang Paling Banyak Dijaga Polisi dan Tentara, Ini Alasannya

Aparat TNI-Polri disiagakan lebih banyak dibanding kawasan pusat perbelanjaan lain di ibu kota.

APBD DKI Tahun 2021 Bakal Rampung 13 Desember
Indonesia
APBD DKI Tahun 2021 Bakal Rampung 13 Desember

Pembahasan APBD 2021 memang ada keterlambatan lantaran situasi pandemi.