Ahli Beberkan Alasan Bara Rokok Bisa Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

MerahPutih.com - Penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) karena bara rokok dari perkerja bangunan di lantai 6.

Ahli kebakaran dari Universitas Indononesia (UI) Prof Yulianto menjelaskan bagaimana bara rokok bisa menyulut menjadi api yang diketahui membakar hampir seluruh gedung Kejagung.

“Jadi peristiwa kebakaran itu selalu diawali api yang kecil. Bisa karena bara bisa karena nyala. Nah dalam proses, kalau dia berasal dari rokok, maka dia akan melalui proses membara,” kata Yulianto di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (23/10).

Baca Juga:

Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Mayoritas Tukang dan Mandor

Yulianto menerangkan, bara api dari putung rokok tersebut menyulut barang-barang atau objek yang mudah terbakar sehingga menimbulkan asap warna putih sesuai sebelum menimbulkan api yang menyala.

“Dari proses ini bisa bertransisi ke flaming (api yang menyala). Dalam pristiwa ini terjadi proses transisi tersebut sehingga di gedung lantai 6 menyala membesar kemudian api tumbuh mengikuti hukum T kuadrat,” ujarnya.

Yulianto sempat menunjukkan video percobaannya di sebuah keranjang yang diisi dengan kertas, tisu, dan potongan kayu. Kemudian diletakkan puntung rokok dan tak berapa lama api menyala.

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Kemudian, lanjutnya, berdasarkan pemeriksaan di lapangan panas api di gedung Kejaksaan Agung mencapai 900 derajat celcius. Hal itu dibuktikan dari kondisi beton gedung.

“Karena temperaturnya tinggi, kami melakukan pengujian langsung (sementara) temperatur kaca (bisa) pecah sekitar 120 derajat celcius, ketika kaca pecah maka dia menjilat keluar karena api membutuhkan oksigen,” ungkapnya.

Dari sana, api kemudian dapat menjalar dan melahap seluruh objek yang dapat termakan oleh api. Di sisi lain gedung terdapat sejumlah bahan yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung dan terbakar selama 11 jam lamanya.

Baca Juga:

Polisi Klaim Tak Ada Niat Pelaku Membakar Gedung Kejagung

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka yakni lima tersangka di antaranya merupakan tukang yakni berinisial T, H, S, K dan IS. Sedangkan satu tersangka merupakan mandor tukang berinisial UAN.

Selain itu, dua tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT ARM yang meruapkan vendor cairan pembersih lantai untuk Kejagung RI berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH.

Penyebabnya, kebakaran tersebut akibat dari bara rokok para pekerja bangunan di lantai 6 Kejagung . Di samping itu, terdapat cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang terdapat unsur solar hingga mengakibatkan api tersulut dan membakar bangunan. (Knu)

Baca Juga:

Ini Penyebab Awal dan Kenapa Kebakaran Kejagung Cepat Menyebar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pasar Ramadan di Yogyakarta Diminta Terapkan Sistem Drive Thru
Indonesia
Pasar Ramadan di Yogyakarta Diminta Terapkan Sistem Drive Thru

Acuan zona risiko penularan yang akan dijadikan acuan adalah aturan zonasi berdasarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro

Bareskrim Ketahui Aktor Intelektual Penipuan Ventilator dan Monitor COVID-19
Indonesia
Bareskrim Ketahui Aktor Intelektual Penipuan Ventilator dan Monitor COVID-19

Sedangkan tersangka Tomi berperan sebagai pihak yang mengurus segala kebutuhan adminstrasi perusahaan

Peminat Surat Utang Negara Meningkat di Februari Ini
Indonesia
Peminat Surat Utang Negara Meningkat di Februari Ini

partisipasi investor asing pada lelang Selasa (2/2), mencapai 17,6 persen dari total seluruh penawaran, atau meningkat signifikan dari lelang SUN sebelumnya yaitu sebesar 13,7 persen.

Polisi Mengaku Kerja Profesional Usut Kasus Irjen Napoleon Bonaparte
Indonesia
Polisi Mengaku Kerja Profesional Usut Kasus Irjen Napoleon Bonaparte

Gunawan menyampaikan timnya mengajukan sejumlah barang bukti ke majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Krisis Ruang Perawatan COVID-19, Wagub DKI Janji Akan Tambah
Indonesia
Krisis Ruang Perawatan COVID-19, Wagub DKI Janji Akan Tambah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah rumah sakit rujukan COVID-19 bila nantinya pasien corona sudah tidak bisa ditampung.

Positif COVID-19, Bupati Bogor Minta Dinkes Tracing Orang di Sekitarnya
Indonesia
Positif COVID-19, Bupati Bogor Minta Dinkes Tracing Orang di Sekitarnya

ia meminta kepada pihak terkait untuk melakukan tracing terhadap siapa saja yang kontak erat dalam beberapa hari terakhir.

Polri Pastikan Bakal Proses Hukum Penyebar Hoaks Vaksin Corona
Indonesia
Polri Pastikan Bakal Proses Hukum Penyebar Hoaks Vaksin Corona

Polri tak akan segan-segan menindak pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks, terutama terkait vaksinasi COVID-19.

Seorang Wanita Nekat Melompat dari Lantai 13 Hotel All Season
Indonesia
Seorang Wanita Nekat Melompat dari Lantai 13 Hotel All Season

Jasadnya ditemukan sudah tidak bernyawa di lantai dasar hotel tersebut.

Usut Dugaan Rasis Oleh Relawan Jokowi, Penyidik Pakai Konsep Komjen Listyo
Indonesia
Usut Dugaan Rasis Oleh Relawan Jokowi, Penyidik Pakai Konsep Komjen Listyo

Bahwa akun rasisme tersebut ada di media sosial yaitu Facebook

Pam Swakarsa Dinilai Hadirkan Rasa Takut Ketimbang Rasa Aman di Masyarakat
Indonesia
Pam Swakarsa Dinilai Hadirkan Rasa Takut Ketimbang Rasa Aman di Masyarakat

Sebaiknya calon Kapolri Komjen Listyo fokus mengembangkan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas mulai dari tingkat rukun tetangga (RT).