Agus Rahardjo Ungkap Alasan KPK Jarang OTT Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan alasan pihaknya jarang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) belakangan ini. Menurutnya ada problem teknis sehingga operasi senyap terkendala.

"Kemarin itu ada sedikit problem teknik sebenernya ya," kata Agus di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/12).

Baca Juga

Agus Rahardjo Nilai Artidjo Alkostar Cocok Jadi Dewan Pengawas KPK

Menurut Agus setelah berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK atau UU KPK hasil revisi, pihaknya melakukan pergantian server. Agus mengatakan, proses pergantian server memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Ketua KPK Agus Rahardjo berharap Presiden Jokowi hadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (MP/Ponco Sulaksono)
Ketua KPK Agus Rahardjo berharap Presiden Jokowi hadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (MP/Ponco Sulaksono)

"Boleh dikatakan (karena pergantian server), monitoring terhadap sprindap (surat perintah penyadapan) tidak efektif. Tapi sebetulnya hari-hari ini sudah berjalan lagi, mestinya kalau ada kasus bisa saja hari ini terjadi," ungkap Agus.

Baca Juga

Perppu Tak Kunjung Terbit, Lampu Kuning Hilangnya OTT KPK

Agus membantah minimnya OTT belakangan karena UU KPK hasil revisi berlaku. Karena aturan baru masih mengizinkan operasi senyap. Apalagi masa transisi UU disebut Agus berlaku dua tahun.

"Jadi kalau kemarin ada yang matang ya bisa saja. Tapi kemarin tidak ada yang matang," imbuhnya.

Namun demikian, Agus ingin KPK mengungkap kasus yang lebih besar dan bukan dari OTT. Dia memberi contoh temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Itu akan lebih besar," tandas Agus. (Pon)

Baca Juga

KPK Respons Pernyataan Tito Soal OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Purnomo Mundur, Gibran Tetap Konsisten Maju Pilwakot Solo
Indonesia
Purnomo Mundur, Gibran Tetap Konsisten Maju Pilwakot Solo

"Tanya sendiri sama Pak Purnomo soal itu (mundur dari Pilwakot). Nanti saja (bicara politik). Sekarang sedang terjadi musibah. Saya fokus kemanusiaan dulu," ujar Gibran.

 Selama Lebaran Pertama dan Kedua, Yogyakarta Zero Pasien Positif Corona
Indonesia
Selama Lebaran Pertama dan Kedua, Yogyakarta Zero Pasien Positif Corona

"Tanggal 24 Mei sampel yang diuji sebanyak 109 sampel, dengan hasil diumumkan pada tanggal 25 Mei 2020 yaitu 0 kasus positif, 2 kasus sembuh, 1 kasus konfirmasi meninggal negatif, dan 6 orang negatif," jelas Biwara

 Solo Terima Ratusan Rapid Test dari Pemprov Jateng, Ternyata Hanya untuk Tim Medis
Indonesia
Solo Terima Ratusan Rapid Test dari Pemprov Jateng, Ternyata Hanya untuk Tim Medis

"Pemkot Solo mendapatkan jatah rapid test sebanyak 245 unit rapid test untuk tim medis. DKK (Dinas Kesehatan Kota) Solo hanya mendapat 75 unit rapid test," ujar Rudy

Gerindra bakal Periksa Andre Rosiade
Indonesia
Gerindra bakal Periksa Andre Rosiade

"Nah di internal Gerindra juga banyak pertanyaan-pertanyaan yang mesti diklarifikasi yang bersangkutan supaya clear di majelis kehormatan partai," ujar dia

Komisi A DPRD Beri Catatan Anies untuk Perketat Protokol Mal
Indonesia
Komisi A DPRD Beri Catatan Anies untuk Perketat Protokol Mal

Penerapan protokol kesehatan di mal-mal harus menjadi perhatian.

  DPR Tantang KPK Bongkar Kasus BLBI dan Bank Century yang Mangkrak
Indonesia
DPR Tantang KPK Bongkar Kasus BLBI dan Bank Century yang Mangkrak

"Kita selalu optimis ya, apalagi kita yang memilih mereka, mudah-mudahan kasus-kasus yang mangkrak termasuk apa yang dibilang tadi ada kasus-kasus yang belum ditindaklanjuti itu bisa ditindaklanjuti.

3 Lembaga Penegak Hukum Diminta Awasi Dana Haji
Indonesia
3 Lembaga Penegak Hukum Diminta Awasi Dana Haji

Bintang juga menyoroti tentang optimalisasi dana haji yang tidak transparan, ia menduga adanya mafia dana haji yang mengambil keuntungan secara sistematis didalam Kemenag.

[HOAKS atau FAKTA] Megawati Soekarnoputri Mundur dari Ketum PDIP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Megawati Soekarnoputri Mundur dari Ketum PDIP

Video berita ini diunggah di kanal Youtube tvOneNews pada 16 November 2018

Buruh Demo di Istana, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup
Indonesia
Buruh Demo di Istana, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Sementara ratusan aparat polisi telah siaga di lokasi. Polisi memasang kawat barrier di Jl Medan Merdeka Barat.

Ridwan Kamil Juga Ikut Terseret Dugaan Kasus Kerumunan Massa Rizieq di Bogor
Indonesia
Ridwan Kamil Juga Ikut Terseret Dugaan Kasus Kerumunan Massa Rizieq di Bogor

Terkait pemanggilan terhadap Bupati Bogor Ade Yasin, saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi mandiri