Agus Rahardjo Akui Diperiksa Pengawas Internal KPK Ketua KPK Agus Rahardjo. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MerahPutih.Com - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo kepada Direktorat Pengawasan Internal KPK atas dugaan pelanggaran etik pada 5 Oktober 2018 lalu.

Agus diduga bertemu dengan sejumlah pihak yang terkait dengan perkara korupsi yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

Baca Juga:

Diduga Langgar Etik, Agus Rahardjo Dilaporkan ke Pengawas Internal KPK

Dikonfirmasi hal itu, Agus mengakui pernah diperiksa Direktorat Pengawasan Internal KPK terkait dugaan pertemuannya dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman laporkan Ketua KPK Agus Rahardjo
Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Foto ANTARA/ I.C.Senjaya)

"Itu kasusnya sudah lama, di bulan Juli saya diperiksa oleh internal KPK," kata Agus usai jumpa pers Kinerja KPK 2016-2019 di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (17/12).

Selain Agus, Pengawas Internal KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tersebut."Semua saksinya sudah diperiksa," imbuhnya.

Sebelumnya Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengaku menerima laporan dari pihak lain mengenai dugaan pertemuan yang dihadiri Agus di sebuah rumah di Jalan Raya Bina Marga, Jakarta Timur pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Boyamin pihaknya juga menerima bukti-bukti berupa foto, data mobil yang digunakan dan bukti lainnya untuk memperkuat terjadinya pertemuan tersebut.

Baca Juga:

KPK Sudah Kantongi Nama Kepala Daerah Pemilik Rekening Kasino di Luar Negeri

Meski demikian, Agus tak ambil pusing soal pemeriksaan internal tersebut. Ketua KPK yang akan purna tugas pada Jumat (21/12) mendatang ini meyakini tak melakukan pelanggaran etik.

"Bagi saya kemudian tidak ada masalah sama sekali," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Sumber Uang Rp50 M Milik Kepala Daerah di Rekening Kasino Luar Negeri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Atasi Krisis Pangan, Perempuan Tani HKTI Tanam Pohon Serentak se-Indonesia
Indonesia
Atasi Krisis Pangan, Perempuan Tani HKTI Tanam Pohon Serentak se-Indonesia

Program itu diselenggarakan dalam rangka ketahanan pangan rumah tangga, terutama di masa pandemi COVID-19.

Anggaran Banjir Disunat untuk Formule E, Begini Penjelasan Wakil Ketua DPRD DKI
Indonesia
Anggaran Banjir Disunat untuk Formule E, Begini Penjelasan Wakil Ketua DPRD DKI

"Soal perbandingan dengan Formula E itu orang nyari-nyari saja. Sudahlah jangan julid hatinya lebih baik duduk bareng memberikan konsep apa," papar dia.

Biden Salip Trump Pimpin Sementara di Georgia
Indonesia
Biden Salip Trump Pimpin Sementara di Georgia

Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin sementara dengan 917 suara di Georgia.

Polisi Tetapkan 131 Demonstran Jadi Tersangka
Indonesia
Polisi Tetapkan 131 Demonstran Jadi Tersangka

Rencananya, massa juga akan melakukan aksi yang lebih besar lagi pada Selasa (20/10) atau bertepatan dengan satu tahun menjabatnya Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

KPAI Kritik Wacana Polisi Persulit Pelajar Ikut Demo UU Ciptaker Dapat SKCK
Indonesia
KPAI Kritik Wacana Polisi Persulit Pelajar Ikut Demo UU Ciptaker Dapat SKCK

Mereka terancam sulit mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang biasanya digunakan untuk melamar pekerjaan. Hal itu salah satunya bakal diterapkan oleh Polresta Tangerang, Banten.

Pengamat Duga Eks Anak Buah Jokowi Biarkan Ari Askhara Selundupkan Harley
Indonesia
Kebakaran Gereja Basilea Convention Centre Sudah Padam, Korban Masih Disisir
Indonesia
Berkas Kasus Djoko Tjandra Cs Kembali Diserahkan ke Kejagung
Indonesia
Berkas Kasus Djoko Tjandra Cs Kembali Diserahkan ke Kejagung

Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking sebagai tersangka

Ini Lima Tahap AKB di 15 Daerah Zona Biru Jawa Barat
Indonesia
Ini Lima Tahap AKB di 15 Daerah Zona Biru Jawa Barat

Istilah new normal membingungkan dan aktivitas kehidupan dianggap telah normal kembali sehingga digunakan AKB.

Adian Napitululu: KPK Jangan Asal Bicara, Kalau Salah Minta Maaf
Indonesia
Adian Napitululu: KPK Jangan Asal Bicara, Kalau Salah Minta Maaf

“KPK jangan asal bicara. Ketika KPK salah, jangan ragu, minta maaf saja,” kata Adian.