Agum Gumelar Hina SBY, Ibu Ani Sedih dan Tidak Happy SBY dan Ani Yudhoyono (@aniyudhoyono)

Merahputih.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara soal tudingan anggota Watimpres Agum Gumelar bahwa ia tak memiliki prinsip soal Prabowo Subianto.

Menurut SBY, sang istri, Ani Yudhoyono merasa sedih dengan ucapan Agum terlebih ia sedang terbaring sakit.

"Nampaknya Ibu Ani merasa tidak 'happy' dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai 'tidak punya prinsip'. Melihat Ibu Ani sedih, saya juga ikut sedih. Mengapa? Ibu Ani saat ini sedang berjuang untuk melawan dan mengalahkan kanker yang menyerang dirinya," kata SBY dalam keterangannya, Jumat (15/3).

SBY melanjutkan, yang membuat sang istri sedih karena selama ini hubungan Agum dengan keluarganya sangat baik. Bahkan, istri Agum, Linda Gumelar sempat menjadi menteri di era SBY.

"Namun, saya bisa meyakinkan Ibu Ani bahwa Pak Agum menyampaikan kata-kata tak baik itu karena hampir pasti tidak tahu dilema dan persoalan yang saya dan Partai Demokrat hadapi dalam pilpres 2019 ini. Jika tahu, tak akan berkata begitu. Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya," jelas SBY.

ani yudhoyono
SBY dan Ani Yudhoyono (@aniyudhoyono)

Meski merasa kecewa, SBY merasa malu kalau harus bertengkar di depan publik. Apalagi saat ini situasi sosial dan politik makin panas.

"Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan & menyejukkan. Apalagi polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrim, ditambah jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik," ungkap Presiden keenam RI ini.

Kritik Agum Gumelar didasari pada dukungan SBY kepada Prabowo Subianto. Dalam sebuah video, Agum menyatakan Prabowo bersalah dan melanggar HAM dalam peristiwa penculikan aktivis pada 1998.

Agum awalnya menjelaskan mengenai struktur anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menyidangkan kasus penculikan. DKP diisi oleh perwira TNI bintang tiga. Termasuk Agum Gumelar dan SBY

Karenanya Agum merasa heran dengan sikap SBY yang dulu menandatangani keputusan DKP terkait pelanggaran HAM Prabowo, kini malah memberikan dukungan kepada Prabowo sebagai capres di Pilpres 2019. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH