Agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Lagi, Warga Bandung Diminta Disiplin Prokes Tenaga kesehatan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Meski kasus COVID-19 Kota Bandung cenderung perlahan turun, warga Bandung tetap diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan. Pencegahan penting agar tidak terjadi lagi ledakan kasus yang membuat kolaps rumah sakit.

"Alhamdulillah semakin hari tren kasus terus menurun. Meski demikian, Mang Oded tetap mengimbau warga Bandung tetap disiplin prokes. Agar kondisi Kota Bandung semakin membaik," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial di Bandung, Senin (16/8).

Baca Juga:

Jokowi Jadikan Pandemi COVID-19 yang Melanda Indonesia Sebagai Inspirasi

Per Sabtu 14 Agustus 2021, konfirmasi aktif COVID-19 Kota Bandung berjumlah 5.155 orang atau bertambah 67 orang. Sedangkan konfirmasi sembuh (33.360 orang) atau bertambah 46 orang. Konfirmasi meninggal sebanyak 1.345 orang.

Tren laju kasus konfirmasi dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya, menurun dari 418,3 orang per hari menjadi 156,6 orang per hari. Adapun kasus COVID-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah dan dipantau oleh Puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan RW sebanyak 6.851 orang.

Untuk keterisian tempat tidur di 30 rumah sakit yaitu terisi 854 tempat tidur untuk konfirmasi dan suspek. Jumlah tersebut sekitar 44,53 persen dari 1.918 tempat tidur yang ada. Dengan demikian tersedia 1.064 tempat tidur. Hal ini berarti Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung semakin berada di atas standar WHO yang mensyaratkan 60 persen.

Sedangkan tempat isolasi untuk kasus konfirmasi tanpa gejala yang terdapat di 3 Hotel, tercatat jumlah keterisian 19 kamar dari 135 kamar yang tersedia.

Oded memastikan, Pemkot Bandung bakal terus melaksanakan edukasi dan penegakan aturan. Hal itu agar masyarakat disiplin protokol kesehatan di berbagai kegiatan. Terutama soal penggunaan masker dan menjaga jarak.

Wali Kota Bandung Oded M.Danial. (Foto: Antara)
Wali Kota Bandung Oded M.Danial. (Foto: Antara)

Ia mengklaim, pengawasan dan penindakan bagi pelanggaran protokol kesehatan di berbagai aktivitas dibarengi dengan pemeriksaan rapid diagnostic.

"Saat ini Pemkot Bandung juga sedang melaksanakan vaksinasi tahap 2 dan 3 yaitu sasaran tenaga kesehatan yang diperluas, lansia dan pelayan publik, masyarakat rentan, umum dan remaja," ulasnya.

Total vaksinasi program dan gotong royong di Kota Bandung tahap pertama telah diberikan kepada 1.017.825 orang atau 52,13 persen. Sedangkan vaksin tahap kedua sebanyak 587.409 orang atau 30,09 persen. Tahap ketiga (khusus tenaga kesehatan) sebanyak 2.791 orang atau 0,14 persen. Bandung ditargetkan selesai melaksanakan vaksinasi pada akhir tahun ini. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Penerimaan Negara di 2022 Tergantung Capaian Herd Immunity COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prakiraan Cuaca Jakarta Sepanjang Sabtu
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Sepanjang Sabtu

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan terus mengguyur wilayah DKI Jakarta sepanjang Sabtu (20/2).

Ditangkap Gagara Narkoba Bersama 11 Anak Buah, Kapolsek Astanaanyar Dicopot
Indonesia
Ditangkap Gagara Narkoba Bersama 11 Anak Buah, Kapolsek Astanaanyar Dicopot

Selain Kapolsek yang dimutasi, Polda Jawa Barat mengamankan 11 polisi yang jadi anak buah Kapolsek.

Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020
Indonesia
Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020

Jubir Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) M Rahmad menduga ada belasan pasal bermasalah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil kongres 2020.

Pria Ngaku Keluarga Jenderal saat Dirazia Masker di Tangsel Jadi Tersangka
Indonesia
Pria Ngaku Keluarga Jenderal saat Dirazia Masker di Tangsel Jadi Tersangka

Pria berinisial RMBF (21) yang mengaku sebagai keluarga jenderal saat dirazia masker di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, ditetapkan sebagai tersangka.

Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya mengakui membuang handphone yang menjadi barang bukti skandal Djoko Tjandra.

[Hoaks atau Fakta]: Presiden Putin Mainkan Lagu Indonesia Raya
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Putin Mainkan Lagu Indonesia Raya

Informasi yang sama juga sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax.

Belum Divaksin. Peserta Diizinkan Ikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Solo
Indonesia
Belum Divaksin. Peserta Diizinkan Ikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Solo

Padahal, aturan pemerintah pusat semua peserta seleksi CPNS harus menyertakan sertifikat vaksin dan bukti hasil tes PCR negatif.

Penerapan Kembali Ganjil Genap di Jakarta Dinilai Bertentangan dengan Penanggulangan COVID-19
Indonesia
Viral Toyota Yaris Halangi Laju Ambulans di Ciputat, Pengemudi Kena Tilang
Indonesia
Viral Toyota Yaris Halangi Laju Ambulans di Ciputat, Pengemudi Kena Tilang

Sebuah video viral memperlihatkan mobil Toyota Yaris menghalangi laju ambulans di Jalan Ciater Raya, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Mahasiswa yang Dibanting Polisi: Saya Enggak Mati
Indonesia
Mahasiswa yang Dibanting Polisi: Saya Enggak Mati

Setelah mengalami kejang, polisi dan aparat yang bertugas lain pun mencoba membangunkan Faris agar tersadar