Adik Nazaruddin Kembali Mangkir dari Pemeriksaan KPK Adik dari mantan Bendahara Unum Partai Demokrat M Nazaruddin, Muhajidin Nur Hasyim (Foto: Dok Pribadi)

MerahPutih.Com - Adik dari mantan Bendahara Unum Partai Demokrat M Nazaruddin, Muhajidin Nur Hasyim, kembali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mujahidin sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Keterangan Caleg Partai Gerindra itu diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

Baca Juga: KPK Garap Adik Nazaruddin Terkait Kasus Bowo Sidik

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, tak ada keterangan apapun yang disampaikan Muhajidin atas ketidakhadirannya hari ini. Tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhajidin pada Rabu (17/7).

"Pemeriksaan dijadwalkan ulang Rabu, 17 Juli 2019," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Jubir KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Bukan pertama kalinya Muhajidin mangkir dari pemeriksaan penyidik. Pada Jumat (5/7) lalu, Muhajidin juga mangkir dari pemeriksaan penyidik tanpa keterangan.

Baca Juga: KPK Ingatkan Nazaruddin dan Dua Adiknya untuk Kooperatif

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain. Gratifikasi yang diterima Bowo tersebut diduga terkait pengurusan di BUMN, hingga soal Dana Alokasi Khusus di sejumlah daerah. Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.(Pon)

Baca Juga: Terseret Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Adik Nazaruddin

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH