Adik Legislator PDIP Diduga Ikut Jadi Vendor Bansos COVID-19 Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Muhammad Rakyan Ikram sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Berdasarkan informasi, Rakyan yang berprofesi sebagai pengusaha itu merupakan adik dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ihsan Yunus.

Baca Juga:

Skema Penyaluran Bansos Tunai di DKI Jakarta

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mencecar Rakyan mengenai perusahaannya yang diduga turut menggarap pengadaan bansos di Kementerian Sosial (Kemsos).

"Muhammad Rakyan Ikram, Wiraswasta didalami pengetahuannya terkait perusahaan saksi yang diduga mendapatkan paket-paket pekerjaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemsos," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Sebelum memeriksa Rakyan, penyidik telah menggeledah rumah orangtua Ihsan pada Selasa (12/1). Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus dugaan suap pengadaan bansos.

Baca Juga:

Wagub DKI Larang Uang Bansos Digunakan Beli Miras

KPK disinyalir akan memanggil dan memeriksa Ihsan Yunus untuk mengonfirmasi barang-barang yang disita penyidik. Apalagi, Ihsan merupakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang menjadi mitra kerja Kementerian Sosial.

"Prinsipnya siapapun yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa dugaan perbuatan para tersangka tentu penyidik akan mengkonfirmasinya," tutup Ali. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara
Indonesia
Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kembali adanya rencana aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar
Indonesia
Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar

Tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Angka Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Menurun
Indonesia
Angka Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Menurun

Banyak dari kecelakaan tersebut hanya menyebabkan kerugian materi

Siap Awasi Pendaftaran Cakada, Bawaslu Harap Bisa Koordinasi dengan KPU
Indonesia
Siap Awasi Pendaftaran Cakada, Bawaslu Harap Bisa Koordinasi dengan KPU

Bawaslu juga melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi

Ancaman Boikot Produk Prancis Dinilai Tak Akan Rugikan Indonesia
Indonesia
Minta Sidang PK Online, Jaksa Nilai Djoko Tjandra Merendahkan Martabat Peradilan
Indonesia
Minta Sidang PK Online, Jaksa Nilai Djoko Tjandra Merendahkan Martabat Peradilan

Lebih lanjut, jaksa juga meragukan surat permintaan sidang PK online yang dibacakan tim penasihat hukum Djoko Tjandra pada 17 Juli 2020 lalu.

Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas
Indonesia
Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas

Ia mengatakan, kepercayaan yang diberikan partai Demokrat dengan mengusungnya dan Ruhammaben akan langsung diimplementasikan dengan kerja-kerja politik.

MAKI Kritik Wali Kota Tanjung Pinang Lantik Tersangka Korupsi Jadi Pejabat Eselon III
Indonesia
MAKI Kritik Wali Kota Tanjung Pinang Lantik Tersangka Korupsi Jadi Pejabat Eselon III

Pengangkatan ASN bermasalah, terutama yang tersandung kasus korupsi, merupakan kebijakan yang melukai hati masyarakat

Eks Pimpinan KPK Nilai Pengadaan Mobil Dinas Kurang Pantas
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Nilai Pengadaan Mobil Dinas Kurang Pantas

Pengadaan mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural di KPK menuai beragam tanggapan.

23 Juta Warga Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
23 Juta Warga Sudah Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan melaporkan, jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Indonesia sampai hari Senin (21/6) mencapai 23.530.219.