Adian Napitupulu: Ponco Ini Kawan Lama Saya Anggota DPR dari PDIP Adian Napitupulu saat mendatangi Polda Metro Jaya. (MP/Thomas Kukuh)

MerahPutih.com - Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu mengaku, telah mengenal lama Ponco Sulaksono, wartawan MerahPutih.com yang ditangkap aparat Polisi saat meliput aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10).

Menurut Adian, Ponco adalah teman lama dirinya di salah satu organisasi. “Ponco itu kawan lama saya," kata Adian di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Adian mengaku begitu mendapatkan informasi bahwa Ponco sempat menghilang di tengah tugas peliputan aksi menolak UU Cipta Kerja, dia pun ikut mengerahkan jaringannya untuk mencari Ponco.

Baca Juga

DPR Kritisi Penangkapan Jurnalis saat Meliput Aksi Demo UU Cipta Kerja

“Saya tahu Ponco wartawan yang tangguh,” imbuh politikus PDIP itu.

Hingga akhirnya keberadaan Ponco diketahui berada Polda Metro Jaya pada, Jumat (9/10) dini hari. Adian pun mendatangi Polda Metro Jaya, tadi siang.

Mantan aktivis 98 ini mengatakan, sejatinya kehadiran ke Polda Metro Jaya untuk itu merespons atas banyaknya aduan dan laporan kepadanya ihwal adanya mahasiswa dan jurnalis hingga pelajar yang ditangkap.

Adian
Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu bertemu wartawan MerahPutih.com, Ponco Sulaksono di Polda Metro Jaya, Jumat (9/10). Foto: Dodo/Ist

Adian yang mengenakan kemeja putih itu sempat menemui beberapa orang yang diamankan saat aksi demonstrasi. Bahkan, dia menyempatkan diri menemui Ponco yang tengah diamankan di gedung tahanan dan barang bukti Polda Metro Jaya.

Suasana penuh keakraban ketika Adian menemui Ponco. Dari balik terali besi, Adian memberikan semangat kepada Ponco.

Bahkan, dia berpesan kepada polisi yang saat itu diwakili Kabid Humas Polda Metro Jaya Yunus Yusri untuk segera membebaskan Ponco. Sebab, menurut dia, Ponco ditangkap saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.

“Saya tahu kamu kuat Ponco,” kata Adian kepada Ponco penuh keakraban.

Ponco pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Adian.

Kepada redaksi MerahPutih.com yang mendampingi Ponco, Adian berpesan untuk terus memberikan kabar terkait kondisi Ponco.

Selain menemui Ponco, Adian juga hendak memastikan seluruh hak-hak mereka dijamin dan memastikan pula tidak adanya pelangggaran prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Terlepas dari perbedaan pandangan kita soal Undang-Undang Omnibus Law menurut saya ada hal lain juga yang terkait dengan hak-hak warga negara yang harus kita pastikan terjamin," ucapnya.

Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) tersebut pun memberi saran pada jurnalis atau massa aksi yang jadi korban tindakan oknum aparat bisa menempuh mekanisme hukum yang tersedia.

Seperti diketahui, aksi kericuhan terjadi di Jakarta kemarin. Kerusuhan itu terjadi di beberapa lokasi di Jakarta.

Kericuhan itu berlangsung di tengah-tengah aksi demonstrasi yang dilakukan elemen buruh maupun elemen mahasiswa. Aksi unjuk rasa disertai kerusuhan itu terjadi pasca DPR RI mengesahkan UU Cipta Kerja.

Baca Juga

PWJ Desak Kapolri Seret Polisi Lakukan Kekerasan terhadap Jurnalis

Tercatat kurang lebih sudah ada sebanyak 1.992 orang yang diamankan oleh pihak kepolisian. Diantara mereka ada yang diduga sebagai perusuh dan tergabung dalam kelompok anarko. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Influencer Sebarkan Narasi Bohong Bikin Bingung Masyarakat
Indonesia
Influencer Sebarkan Narasi Bohong Bikin Bingung Masyarakat

Buatlah konten dan narasi yang bermutu dan valid

Kapolri Jenderal Listyo dan Kasus Bom Gereja Kepunton Solo
Indonesia
Kapolri Jenderal Listyo dan Kasus Bom Gereja Kepunton Solo

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memiliki kenangan bersama Sigit saat menjabat Wali Kota Solo.

1 Anggota TNI Korban Tabrakan Mobil Patroli dengan KA Brantas Akhirnya Ditemukan
Indonesia
1 Anggota TNI Korban Tabrakan Mobil Patroli dengan KA Brantas Akhirnya Ditemukan

Satu anggota TNI bernama Pelda Eka Budi yang menjadi korban tabrakan mobil patroli dengan KA Brantas di Sragen, akhirnya ditemukan pada Selasa (15/12) pagi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen.

Update COVID-19 Nasional Rabu (29/7): Pasien Positif Bertambah 2.381 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Nasional Rabu (29/7): Pasien Positif Bertambah 2.381 Kasus

Angka tersebut mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia masih berada pada kondisi yang krisis

Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati
Indonesia
Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati

Antasari, kata Wanto, menyebut Muhamad orang baik dan punya komitmen pemberantasan korupsi dan komitmen kebangsaan yang tinggi.

Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen
Indonesia
Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen

Kronologi pencaloan rapid test terendus pada Sabtu (19/12) kemarin sekitar pukul 23.00 Wib, pelapor memberkan informasi bahwa telah terjadi praktik percaloan hasil rapid tes.

Kejagung Diduga Terlibat Atas Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan
Indonesia
Kejagung Diduga Terlibat Atas Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan

Kejagung diduga terlibat dalam tuntutan ringan terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, kedua terdakwa penyiraman air keras.

Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos
Indonesia
Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos

Ihsan Yunus melalui operatornya, Agustri Yogaswara alias Yogas, diduga menerima duit dari Harry Van Sidabuke.

KKB Papua Bakal Berhadapan dengan Polwan Brimob Tangguh
Indonesia
KKB Papua Bakal Berhadapan dengan Polwan Brimob Tangguh

Korps Brimob Polri menerjunkan enam polisi wanita (polwan) untuk bergabung Operasi Satgas Nemangkawi di Papua.

Ratusan Nakes Gugur Akibat COVID-19, Menkes: Tolong Bantu Mereka
Indonesia
Ratusan Nakes Gugur Akibat COVID-19, Menkes: Tolong Bantu Mereka

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat pada 11-25 Januari 2021