ADB Puji Manajemen Fiskal dan Makroekonomi Indonesia Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan kehormatan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao disela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/2019). (ANTARA FOTO/Puspa

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao, di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu (23/6).

Kunjungan itu dilakukan Takehiko sebelum Jokowi berangkat ke Pangkalan Militer Don Mueang, Thailand guna kembali ke Jakarta.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Sambut Baik Selesainya Ratifikasi Perjanjian Batas ZEE Indonesia-Filipina

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Presiden ADB mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah membawa ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi cukup baik.

“Nakao memuji manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang solid, sebagaimana terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi 3,2 persen, serta kehati-hatian manajemen fiskal dan cadangan devisa,” kata Menlu dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (24/6).

Presiden Jokowi menghadiri sidang pleno KTT ASEAN, di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6). (Foto: Dinda M/Humas)

Menurut Menlu, Presiden ADB itu menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu contoh dari ekonomi yang bertumbuhkembang dengan baik di kawasan.

Dalam kesempatan itu, Presiden ADB Takehiko Nakao didampingi oleh Dirjen wilayah Asia Tenggara Ramesh Subramanian, Direktur Kerjasama Regional Asia Tenggara Alfredo Perdiguero, dan Penasehat Senior Yoichiro Ikeda.

BACA JUGA: APPKSI Desak Presiden Jokowi Cabut Kebijakan Pungutan Ekspor Kelapa Sawit

Pada April ADB mengeluarkan Asian Development Outlook (ADO) 2019 yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen pada 2020.

Dalam laporannya ADB merevisi pertumbuhan tahun ini dengan penurunan dari sebelumnya diperkirakan 5,3 persen menjadi 5,2 persen. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH