Ada Upaya Menjegal AHY Jelang Pilpres 2024 Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: MP/Instagram.com/AHY)

MerahPutih.com - Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono mengaku ada upaya pengambilalihan kepemimpinan secara paksa dan mendapat dukungan dari pejabat penting pemerintah.

Pengamat politik, Jerry Massie menilai, goyangan semacam ini bukan hanya sekali lantaran beberapa pendiri, seperti Ventje Rumangkang dan sejumlah pendiri lainnya pernah menggugat.

Baca Juga

Moeldoko Ingatkan AHY: Jangan Ganggu Pak Jokowi, ini Urusan Saya!

"Memang selain almarhum Ventje ada dua juga yang sudah meninggal Sys Ns dan Sultan Bhatoegana," kata Jerry kepada MerahPutih.com, Selasa (2/2).

Menurut Jerry, kepemimpinan AHY bakal dirong-rong entah itu pendiri atau orang dalam dan juga orang dekat Jokowi, seperti penuturan AHY.

Gerakan tersebut, menurut Jerry, sebagai upaya menjegal Partai Demokrat pada pilkada 2022 jika tak ada aral melintang atau ditunda sampai 2024, tapi masih menunggu keputusan DPR.

"Upaya paksa berarti ada rencana melengserkan AHY. Memang kepemimpinan Demokrat agak beda antara SBY dan putranya, AHY," kata Jerry.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . (ANTARA/ HO)
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . (ANTARA/ HO)

Jerry menyebut ini bagian dari kudeta politik dan mereka perlu betul-betul antisipasi. Menurut Jerry sudah ada banyak contoh terjadi peralihan kekuasaan dari partai-partai yang ada.

"Jika AHY digoyang bisa jadi partai ini akan terpecah akan ada dualisme, seperti PPP," kata Jerry.

Serta Golkar, kubu Aburizal Bakrie dan Akbar Tanjung. Bahkan 2010, internal PKB juga terbelah, kubu Muhaimin Iskandar dan mendiang mantan Presiden Abdurrachman Wahid (Gus Dur).

Sebelumnya, AHY menduga ada gerakan politik yang dilakukan pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berupaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (1/2) AHY mengungkapkan kecurigaannya setelah mendapatkan informasi dari banyak pihak tentang gerakan itu.

"Yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Joko Widodo," kata AHY.

AHY merinci, manuver politik ini diinisiasi oleh lima orang kader dan eks kader partai Demokrat, serta seorang pejabat tinggi pemerintahan.

AHY tidak menyebut nama pejabat tinggi pemerintahan itu. Alhasil, publik hanya bisa menerka-nerka sosok pejabat tinggi yang dimaksud putra sulung Presiden RI ke-5, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Selang berapa jam usai konferensi pers AHY, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief menyebut nama pejabat tinggi yang dimaksud.

Lewat cuitannya, Andi dengan tegas menyatakan jika Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan sosok di balik upaya kudeta tersebut.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," cuit Andi lewat akun pribadinya. (Knu)

Baca Juga

Demokrat Tuding Moeldoko Ingin Kudeta AHY untuk Pencapresan 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Segera Buat Kontra Memori PK Lawan Bekas Kakorlantas Djoko Susilo
Indonesia
KPK Segera Buat Kontra Memori PK Lawan Bekas Kakorlantas Djoko Susilo

"KPK tentu siap menghadapi Permohonan PK yang diajukan oleh pihak terpidana tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (1/2).

Jasa Marga Pastikan CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Alami Gangguan
Indonesia
Jasa Marga Pastikan CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Alami Gangguan

“Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (7/12) sekitar pukul 16.00 WIB,” tutup Raddy.

Peringati HUT ke-75 RI, Anies Tekankan Pemprov DKI Nomorsatukan Keselamatan Rakyat
Indonesia
Peringati HUT ke-75 RI, Anies Tekankan Pemprov DKI Nomorsatukan Keselamatan Rakyat

Menurut Anies, peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 RI ini merupakan momen spesial

KPK Ungkap Edhy Prabowo Beli Wine Pakai Duit Suap Benur
Indonesia
KPK Ungkap Edhy Prabowo Beli Wine Pakai Duit Suap Benur

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diduga membeli minuman beralkohol jenis wine dari bekas caleg Gerindra, Ery Cahyaningrum menggunakan uang yang berasal dari suap ekspor benur.

Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19

"Jika saya diperbolehkan (disuntik vaksin corona) saya sudah siap," ujar Gibran

KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk
Indonesia
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk

Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah

Semua Aktivitas FPI Dilarang Diberi Izin
Indonesia
Semua Aktivitas FPI Dilarang Diberi Izin

Mahfud MD perintahkan seluruh aparat keamanan menolak setiap kegiatan dari ormas yang mengatasnamakan FPI.

Nusa Dua Jadi Tempat Percontohan Kerja Dari Bali
Indonesia
Nusa Dua Jadi Tempat Percontohan Kerja Dari Bali

Nusa Dua dipilih karena sistem manajemen tunggal, yang membuat kawasan tersebut lebih terkendali dan terawasi.

Diduga Sebar Hoaks dan Menghasut, Sejumlah Petinggi KAMI Dijadikan Tersangka
Indonesia
Diduga Sebar Hoaks dan Menghasut, Sejumlah Petinggi KAMI Dijadikan Tersangka

Polri menangkap 8 orang anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di beberapa tempat terkait demo UU Cipta Kerja.

Bio Farma Selesai Produksi 4 Juta Vaksin COVID-19, Februari Didistribusikan
Indonesia
Bio Farma Selesai Produksi 4 Juta Vaksin COVID-19, Februari Didistribusikan

PT Bio Farma (Persero) memastikan 4 juta dosis vaksin COVID-19 sudah selesai diproduksi dan siap didistribusikan pada Februari 2021.