Ada Ujian Sekolah, Aksi Bela Ketua PA 212 di Mapolresta Solo Tanpa Pengeras Suara Koordinator aksi unras DKSS di depan Mapolresta Solo, Edi Lukito. Foto: MP/Ismail

MerahPutih.com - Massa Islam yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Solo Jalan Adisucipto, Rabu (13/2). Aksi tersebut sebagai bentuk membela ulama, Ketua Umum (Ketum) PA 212, Slamet Ma'arif yang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemilu.

Pantauan MerahPutih.com di lokasi, massa sekitar 50 orang dimulai pukul 10.00 WIB dengan menutup sebagian Jalan Adisucipto. Akibatnya arus lalu lintas macet.

Massa membawa truk terbuka lengkap dengan pengeras suara. Namun, tidak digunakan karena ada pemberitahuan kalau siswa SMAN 4 Solo, yang lokasinya seberang Mapolresta Solo sedang ujian. Aksi berakhir pukul 11.00 WIB.

Massa Islam yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Solo Jalan Adisucipto, Rabu (13/2). Foto: MP/Ismail

Massa juga membawa spanduk bertuliskan 'Stop Kriminalisasi Ulama', dan 'Hati-hati Daging Ulama Itu Beracun".

Koordinator aksi Edi Lukito, mengatakan kedatangan massa di Mapolresta Solo ini untuk menuntut agar Slamet Ma'arif dibebaskan dari tudingan kasus tindak pidana pemilu. Apa yang dilakukan polisi pada ketua PA 212 sebagai upaya kriminalisasi ulama.

"Harusnya polisi bersikap adil, tidak membeda-bedakan orang dalam melakukan penyelidikan. Kita sangat menyayangkan sikap polisi," kata dia.

Ia membandingkan laporan kasus yang menyangkut dukungan capres-cawapres nomor 01 tidak ada yang diproses hukum. Sementara pendukung capres-cawapres nomor 02, satu persatu dikriminalisasi.

"Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Slamet Ma'arif yang pekan depan diperiksa sebagai tersangka di Polda Jateng. Kami akan demo lagi pekan depan," kata dia.

Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ini memastikan saat Slamet Ma'arif diperiksa di Polda Jateng pada Senin (18/2) laskar umat Islam di Semarang siap mengawalnya.

"Kami pada Senin depan tetap menggelar aksi di Solo, karena yang menetapkan tersangka adalah Polresta Solo," kata dia.

Ia menambahkan aksi kali ini tidak menggunakan pengeras suara karena siswa SMAN 4 Solo yang lokasinya dekat Polresta Solo sedang menjalani ujian.

Slamet Ma'arif saat mendatangi Mapolresta Solo
Ketua PA 212 Slamet Ma'arif bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolresta Solo (MP/Ismail)

Wakil Kepala SMAN 4 Solo bidang kesiswaan, Nanang Inwanto, mengatakan sekolah memang tengah menggelar Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian digelar sampai 22 Februari 2019 mendatang.

"Kami pasang spanduk bertuliskan 'Harap Tenang Ada Ujian' di depan pintu sekolah. Harapannya masyarakat bisa saling menghormati," kata Nanang.

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Solo dan sekitarnya



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH