Ada Tuduhan Buzzer Jokowi Dibalik Perundungan Bintang Emon, PSI: Gegabah Komika Bintang Emon (@bintangemon)

Merahputih.com - Juru bicara bidang hukum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Rian Ernest, meminta publik tidak menuding pihak yang merundung komedian Bintang Emon adalah para pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dia mengatakan menuduh bahwa perundungan terhadap BE (Bintang Emon) dilakukan oleh pendukung Jokowi, bahkan diperintah langsung oleh orang-orang dekat Jokowi adalah kesimpulan yang prematur.

"Itu tuduhan gegabah,” kata dia lewat akun Twitternya @rianernesto, Selasa, (16/6).

Baca Juga

Eks Bos KPK Anggap Sindiran Bintang Emon Wakili Suara Publik di Kasus Novel

Rian menganggap kritik Bintang merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Terutama soal tuntutan terhadap pelaku penyerangan Novel Baswedan yang hanya setahun. Menurut Rian Ernest, substansi kritik Bintang sah-sah saja.

Dia pun menganggap tuntutan satu tahun terhadap dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan tidak adil.

View this post on Instagram

A post shared by Gusti Bintang (@bintangemon) on

PSI menyesalkan terjadinya aksi perundungan terhadap Bintang di Twitter. Di media sosial itu, sejumlah akun menuduh Bintang menggunakan narkoba.

“Kami menyesalkan,” ujar dia.

Menurutnya, sejarah di berbagai belahan dunia telah menunjukkan bahwa seni dan budaya termasuk komedi menjadi medium efektif untuk menyampaikan kritik mengenai masalah yang dihadapi warga negara.

Maka dari itu, kata Rian, kritik yang dikatakan Bintang melalui rekaman video yang diunggah dalam akun Instagram sah-sah saja. "Secara substansi kritik yang disampaikan BE sah-sah saja," ujarnya.

Baca Juga

Anggota DPR Ungkit Tuntutan 1 Tahun Bui Apa Sebanding Cacat Novel Seumur Hidup

Rian menekankan media sosial adalah area komunikasi baru yang kompleks. Maka dari itu ia meminta agar masyarakat tak langsung menuduh pendukung Presiden Joko Widodo yang melakukan fitnah kepada Bintang Emon.

Akhir kata Rian mengatakan partainya mendukung kebebasan berpendapat dan berekspresi. Itu, kata dia, dapat dipertanggungjawabkan. "Jempol ke BE!," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kongres PAN Diwarnai Tawuran, Hatta Radjasa: Kita Satukan Kekuatan
Indonesia
Kongres PAN Diwarnai Tawuran, Hatta Radjasa: Kita Satukan Kekuatan

Kompetisi yang terjadi di PAN dalam pemilihan Ketua Umum PAN merupakan "friendly competition"

 Respons Pemerintah Sikapi Seorang WNI Positif Corona di Singapura
Indonesia
Respons Pemerintah Sikapi Seorang WNI Positif Corona di Singapura

Yuri melanjutkan, pemerintah Indonesia sangat mempercayakan otoritas Singapura dalam menangani WNI itu.

'Ospek' Pegawai Honorer Beredam di Got, Ketua DPRD: Copot Lurah dan Sekel Jelambar
Indonesia
'Ospek' Pegawai Honorer Beredam di Got, Ketua DPRD: Copot Lurah dan Sekel Jelambar

Sanksi itu diberikan, kata Prasetyo, agar tak ada lagi pejabat yang melakukan perpeloncoan secara tak manusiawi.

Polrestabes Bandung Amankan 150 Kg Tembakau Gorila Siap Edar
Indonesia
Polrestabes Bandung Amankan 150 Kg Tembakau Gorila Siap Edar

Peredaran tembakau sintetis dilakukan dengan modus penjualan secara daring atau pun penjualan secara langsung.

  Jika Amerika dan Iran Perang, PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah di Indonesia
Indonesia
Jika Amerika dan Iran Perang, PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah di Indonesia

"Jadi kalau kita lihat dampak itu pasti ada. Karena iran beraliran syiah. Syiah ini ada di Indonesia sangat militan dan banyak," kata Novel

Narasi 'Kriminalisasi Ulama' Bakal Terus Dipakai Kelompok Oposisi Serang Pemerintah
Indonesia
Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat
Indonesia
Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat

Potensi resesi secara teknis kian dekat, terlebih beberapa indikator juga menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih dalam kondisi tertekan akibat pandemi COVID-19.

 Dituduh 'Germo' Bareng Ari Askhara, Petinggi Awak Kabin Garuda Lapor Polisi
Indonesia
Dituduh 'Germo' Bareng Ari Askhara, Petinggi Awak Kabin Garuda Lapor Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menambahkan saat ini pihak Polres Kota Bandara Soetta sedang menyelidiki laporan tersebut.

Politisi PDIP Ini Nilai Jokowi Beban Moral Gibran dan Bobby Ikut Pilkada
Indonesia
Safari Politik AHY tak Lepas dari Nafsu Politik Menuju 2024
Indonesia
Safari Politik AHY tak Lepas dari Nafsu Politik Menuju 2024

Wempy menjelaskan, kunjungan ini dalam rangka membangun komunikasi politik terkait dengan momentum yang terdekat yakni pilkada 9 Desember 2020.