Ada Potensi 'Wabah Ganda', Anak-Anak Diminta Segera Imunisasi Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)

Merahputih.com - Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, ada potensi terjadinya wabah ganda (double outbreak).

Artinya, selain COVID-19, akan ada penyakit lain yang merebak secara bersamaan. Hal ini disebabkan menurunnya pelayanan imunisasi untuk anak dan bayi di masa pandemi.

"Kementerian Kesehatan mengungkapkan hasil survei bersama Unicef Indonesia dan pemerhati imunisasi anak. Faktanya, pelayanan imunisasi menurun karena wabah COVID-19," ujar Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (30/6).

Baca Juga:

Update COVID-19 Selasa (9/6): 33.076 Positif, 11.414 Sembuh

Reisa lantas memberikan gambaran bahwa tanpa adanya satu vaksin untuk COVID-19 seperti saat ini, aktivitas miliaran penduduk dunia lumpuh.

"Sebab masyarakat belum punya pelindung dari COVID-19. Maka manfaatkan semaksimal mungkin ketahanan tubuh buatan yang telah ditemukan para ilmuwan dan pakar penyakit menular," tegasnya.

"Dalam konteks saat ini, imunisasi secara lengkap pada anak dapat meningkatkan kekebalan tubuh bersama dan akhirnya bisa mengusir penyakit," lanjut Reisa.

Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)
Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)

Dia mengimbau pelaksanaan imunisasi untuk anak secara lengkap sangat penting dilakukan meski di tengah masa pandemi. Namun, rangkaian imunisasi harus menerapkan protokol kesehatan.

Protokol yang dimaksud yakni, pertama, imunisasi dasar dan lanjutan diupayakan tetap diberikan sesuai jadwal. Tujuannya, agar melindungi anak dari sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti polio dan campak.

Kedua, secara operasional, layanan imunisasi di puskesmas, puskesmas keliling, posyandu atau fasilitas kesehatan lain harus mengikuti kebijakan pemda setempat. Ketiga, pelaksanaan imunisasi untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi harus dimaksimalkan, termasuk pelaporannya.

Keempat, selalu menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak minimal 1,5 meter. Selain itu, situasi ini menjadi tantangan bagi program imunisasi dalam masa pandemi.

Baca Juga:

Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah

Terlebih ketiadaan imunisasi akan menimbulkan wabah ganda atau double outbreak berupa merebaknya COVID-19 dan penyakit menular lainya.

Menurut Reisa imunisasi penting diberikan kepada anak meski di tengah pandemi. Kendati begitu pemberian imunisasi tetap harus menerapkan protokol kesehatan. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH