Ada Potensi Tanah Longsor dan Banjir Bandang Susulan, Khofifah Minta Warganya Waspada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Malang (Humas Pemprov Jatim)

Merahputih.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat yang tinggal di bantaran aliran sungai besar, pegunungan dan perbukitan mewaspadai ancaman tanah longsor dan banjir bandang pasca gempa di Selatan Jawa Timur, Sabtu (10/4).

Dari informasi BMKG, beberapa wilayah di Jatim akan mengalami hujan sedang hingga lebat. Ini dikhawatirkan akan memperbesar potensi bencana susulan.

Baca Juga:

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

"Berupa tanah longsor dan banjir bandang karena struktur dan kondisi tanah labil,” ungkap Khofifah di Kecamatan Turen-Dampit dan Ampel Gading Kabupaten Malang, Minggu (11/4).

Menurut Khofifah, daerah yang diprediksi diguyur hujan tersebut yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

“Tetap waspada, jangan lengah. Jika memang hujan deras, segera jauhi lereng dan hindari berada di lembah sungai. Cari tempat yang aman, lapang tanpa penghalang,” terang Khofifah.

Seperti diketahui, Gempa bumi telah mengguncang Kabupaten Malang, Lumajang dan Blitar - dan beberapa daerah sekitar di wilayah Jawa Timur, pada Sabtu (10/4) siang. BMKG memperbarui kekuatan gempa menjadi 6,1 magnitudo dari yang sebelumnya tercatat 6,7 magnitudo. BMKG memastikan gempa ini tak menimbulkan ancaman tsunami.

Baca Juga:

Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Bakal Landa Berbagai Wilayah

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (10/4) tercatat sebanyak 8 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan akibat bencana alam tersebut. Gempa bumi itu juga mengakibatkan ratusan rumah, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah mengalami kerusakan mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.

“Semua biaya perawatan korban luka menjadi tanggungan Pemkab, jika dirawat di RS milik Pemprov akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jatim. Sementara untuk korban meninggal akan diberikan santunan kematian masing- masing sepuluh juta,” tutup Khofifah. (Budi Lentera /Jawa Timur)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tinjau Vaksinasi Massal di Kota Yogyakarta, Jokowi Berharap Ekonomi Segera Pulih
Indonesia
Tinjau Vaksinasi Massal di Kota Yogyakarta, Jokowi Berharap Ekonomi Segera Pulih

Pelaksanaan vaksinasi massal bagi sektor informal di Kota Yogyakarta dimulai tanggal 1 Maret hingga 6 Maret 2021

MUI Bandung Harapkan Ceramah Id Hanya 20 Menit
Indonesia
MUI Bandung Harapkan Ceramah Id Hanya 20 Menit

"Kalau mau menunjuk salah seorang warganya menjadi khatib, MUI juga menyediakan teks untuk khotbah salat Id," ucap Miftah.

TNI-Polri Geruduk Markas FPI, Tujuh Orang Dibawa ke Polda Metro
Indonesia
TNI-Polri Geruduk Markas FPI, Tujuh Orang Dibawa ke Polda Metro

Ada tujuh orang yang diamankan saat aksi penertiban

Komnas HAM Minta TNI Jadikan Kasus di Merauke Sebagai Pembelajaran
Indonesia
Komnas HAM Minta TNI Jadikan Kasus di Merauke Sebagai Pembelajaran

Komnas HAM meminta pihak terkait mulai menginternalisasi kembali atau menguatkan materi-materi tentang HAM

Yusril Tegaskan Presiden dan Mendagri tak Bisa Copot Kepala Daerah
Indonesia
Yusril Tegaskan Presiden dan Mendagri tak Bisa Copot Kepala Daerah

Pemakzulan kepala daerah tidak bisa melalui instruksi presiden atau mendagri

Wagub Berharap Formula E Terselenggara 2022 di Jakarta
Indonesia
Wagub Berharap Formula E Terselenggara 2022 di Jakarta

Pemprov DKI sudah membayar Commitment Fee Rp 560 Miliar

Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona
Indonesia
Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona

Kapolda Metro Jaya berencana bakal berkantor di polsek-polsek titik zona merah.

Paslon yang Tidak Puas Hasil Rekapitulasi Silakan Tempuh Jalur Hukum
Indonesia
Paslon yang Tidak Puas Hasil Rekapitulasi Silakan Tempuh Jalur Hukum

"Paslon silakan gunakan jalur-jalur hukum. Jangan kerahkan massa untuk menyatakan kekecewaan karena kalah bersaing dengan paslon lain," kata Abhan

Penjelasan Kemenkumham Terkait Status Kewarganegaraan Orient Riwu Kore
Indonesia
Penjelasan Kemenkumham Terkait Status Kewarganegaraan Orient Riwu Kore

Cahyo belum dapat menyampaikan secara rinci proses yang akan berjalan

Ingat! Penyelenggara Pemilu Ngopi Bareng Timses Termasuk Langgar Kode Etik
Indonesia
Ingat! Penyelenggara Pemilu Ngopi Bareng Timses Termasuk Langgar Kode Etik

Setelah jadi penyelenggara pemilu, kebebasan itu digadai untuk sementara agar tak terkesan memihak