Ada Peran Luhut Panjaitan di Balik Terdepaknya Susi Pudjiastuti dari Kursi Menteri Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Dokumentasi KKP)

MerahPutih.com - Susi Pudjiastuti tak lagi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Padahal, nama Susi santer dikabarkan kembali menjadi menteri karena dinilai tegas dalam mengambil keputusan serta memiliki kinerja yang baik.

Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan kini diemban politikus Partai Gerindra Edhy Prabowo. Spekulasi pun berkembang soal keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak menunjuk Susi untuk melanjutkan jabatan menteri di periode kedua.

Baca Juga

Gantikan Susi, Menteri Edhy Prabowo Ditantang Buat Gebrakan dalam Waktu 3 Bulan

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai keputusan Jokowi tersebut tak lepas dari perselisihan antara Susi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Mantan Menteri Susi Pudjiastuti. (MP/Yohanes Abimanyu)
Mantan Menteri Susi Pudjiastuti. (MP/Yohanes Abimanyu)

"Bisa jadi waktu itu Susi berkonflik dengan Luhut. Mungkin Luhut merekomendasikan kepada Jokowi supaya Susi jangan diangkat jadi menteri," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Rabu (23/10).

Luhut diketahui kerap mengkritik kebijakan Susi. Namun, kritikan Luhut itu selalu mendapat balasan menohok dari Susi. Perbedaan pendapat Menteri Luhut dan Susi pun selalu menjadi sorotan.

Di antaranya terkait pelarangan cantrang. Menurut Luhut, cantrang bisa digunakan dengan aturan khusus meski nantinya membutuhkan penguatan pengawasan. Sedangkan Susi melarang nelayan menggunakan cantrang mulai 2018.

Baca Juga

Susi Pudjiastuti Tak Dipilih Kembali, Pengamat: Dia Ingin Menikmati Hidup

Kemudian soal peneggelaman kapal. Susi paling terkenal dengan slogan 'tenggelamkan'. Kata-kata ini muncul karena Susi telah menenggelamkan ratusan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan laut Indonesia.

Namun kebijakan tersebut dikritik oleh Menko Luhut. Dia menilai, alangkah lebih baik jika kapal-kapal asing yang sudah tertangkap tersebut diberikan kepada nelayan yang tidak bisa melaut karena tidak mempunyai kapal.

"Politik kan tidak mesti yang berprestasi jadi menteri. Di politik segala kemungkinan bisa terjadi. Artinya di politik itu orang yang tidak berprestasi pun bisa jadi menteri," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini.

Seperti diberitakan sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Jokowi hari ini.

Luhut Panjaitan mengaku secara khusus Presiden Jokowi minta untuk awasi Pertamina
Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangan kepada awak media usia bertemu Presiden Jokowi di Istana Negera, Selasa (22/10) (Foto: antaranews)

"Urusan ikan, industri perikanan, wisata maritim, wilayahnya ada dibawah beliau," ucap Presiden saat mengumumkan nama Edhy di Istana Merdeka Rabu (23/10).

Baca Juga

Harapan Susi Pudjiastuti Terhadap Menteri Edhy Prabowo

Sebelum menjadi Menteri KKP, Edhy tercatat menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR periode 2014-2019 yang membidangi pertanian, kehutanan, maritim atau kelautan dan perikanan, serta pangan. Komisi ini menjadi mitra KKP di DPR.

Periode sebelumnya, 2009-2014, Edhy juga menjadi anggota dewan dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI. Komisi ini mengurus bidang perdagangan, perindustrian, koperasi, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH