Ada Kelompok Misterius yang Gunakan Senjata untuk Tembaki Perusuh Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsejal Hadi Tjahjanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di SIlang Monas (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga, aksi kerusuhan yang terjadi 21-22 Mei ditunggangi pihak ketiga. Mereka melakukan aksi perusakan di berbagai tempat seperti Asrama Brimob, Petamburan.

Tito menjelaskan, sebelum tanggal 21-22 ada tiga kelompok yang memiliki senjata ilegal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Pertama ada 15 orang dengan 4 senjata api di Jawa Barat. Yang kedua adalah bapak S (Mayjen Purn Soenarko) yang mengirimkan senjata dari Aceh untuk tanggal 22, sekarang disita. Lalu bapak Kivlan Zen ada 4 senjata api," kata Tito di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/6).

BACA JUGA: Apresiasi Kapolri pada Prabowo Subianto

Tito melanjutkan, ada pihak lain di luar aparat yang terindikasi akan menggunakan senjata api. "Mungkin ada pihak lain yang tak terdeteksi menggunakan senjata api," jelas Tito.

Ricuh d depan Bawaslu. (MP/Rizki Fitrianto)
Ricuh d depan Bawaslu. (MP/Rizki Fitrianto)

Polri sendiri melakukan investigasi tentang korban yang ada. Baik korban dari pihak aparat, petugas maupun pihak dari masyarakat yang terlibat dalam peristiwa itu.

"Kita lihat apakah mereka adalah korban sebagai perusuh. atau mereka korban masyarakat biasa. ini sedang didalami oleh tim ini," imbuh Tito.

BACA JUGA: Disebut Jadi Aktor Kerusuhan 22 Mei, Mantan Komandan Tim Mawar Ngaku Jadi Korban Hoaks

Saat ini, tim ini bekerja pararel dengan Komnas HAM. Tim juga sudah menggelar rapat bersama Komnas HAM untuk merekonsiliasi data. Apakah data yang dimiliki Polri dimiliki juga dari tim Komnas HAM.

"Jadi kita tidak mau membuat menjadi sama, tapi masing-masing berbeda yang penting ada komunikasi karena data dan fakta itu perlu. Untuk bisa terjadi sebagian di tempat lain sebagian juga di dapatkan;" pungkas Tito. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH