hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Ada Enam Tipe Konsumen Digital, Apa Saja? Ini tipe konsumen belanja online (Foto: Pixabay/200degrees)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

Ada fakta menarik mengenai tipe konsumen digital menurut studi Facebook dan Bain & Company. Studi bernama Riding the Digital Wave: Southeast Asia's Discovery Generation ini sebelumnya melibatkan 12.965 responden di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Dari sana terkuak perilaku dan preferensi kelas menengah dalam membentuk trend belanja di e-commerce. Ada enam tipe dari tiga kelas transaksi yakni tinggi, menengah dan rendah.

Pembeli dari kelas transaksi tinggi terbagi menjadi dua. Pertama evolved shoppers yang sudah terbiasa dengan belanja online sejak awal dan lifestyle shoppers yang memilih belanja offline dan hanya berbelanja online untuk barang tertentu.

Baca juga:

Kerjasama dengan Volocopter, Grab Akan Hadirkan Taksi Udara di Indonesia

Ada beberapa tipe konsumen belanja online (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)
Ada beberapa tipe konsumen belanja online (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)

"Evolve shopper itu yang sudah lama pahami belanja online, sudah fasih mau belanja ini dan itu. Mereka mengutamakan kenyamanan dari harga. Mereka bisa beli barang online hingga 10 kali dalam setahun. Banyak juga yang ikut loyalty program," kata Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia Hilda Kitti seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (19/2).

Di kelas menengah juga terbagi menjadi dua. Pertama purposeful shoppers, yakni pembeli yang memang sudah tahu barang apa yang dibeli dan kedua value hunter atau para pemburu diskon.

Tipe kedua ini adalah orang-orang yang termotivasi berbelanja karena promosi dan diskon. Mereka juga hampir pasti membandingkan harga di situs berbelanja lain sebelum membeli.

Baca juga:

Serial TV Netflix 'Love is Blind', Buktikan Cinta itu Buta

Di Indonesia pembeli dengan nilai tinggi mendapat peringkat terkecil (Foto: Pixabay/RachelScottYoga)
Di Indonesia pembeli dengan nilai tinggi mendapat peringkat terkecil (Foto: Pixabay/RachelScottYoga)

"Mereka akan melakukan perbandingan dulu. Golongan ini ingin mencari value for money. Hampir semuanya membandingkan dari situs ke situs," tutur Hilda.

Terakhir para pembeli dengan tarnssaksi rendah yang rata-rata adalah Generasi Z yang belum punya penghasilan sendiri. Sebagian besar masih bersekolah dan hanya berbelanja di kategori terbatas. Ada juga mereka yang baru mengadopsi kebiasaan belanja online dan menerapkannya dalam kurun waktu dua tahun.

Khusus untuk Indonesia, pembeli transaksi rendah dan menengah beda tipis yakni 38 persen dan 34 persen. Sementara konsumen yang bertransaksi tinggi mendapat peringkat paling kecil yakni 28 persen. Namun, secara keseluruhan di Asia Tenggara mayoritas konsumen melakukan transaksi dengan nilai menengah dan tinggi. (Yni)

Baca juga:

Awas! 5 Jenis Benda Pembawa Radiasi yang Dekat dengan Kita


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5