Ada 259 Meriam Karbit yang Meriahkan Malam Lebaran Pontianak Meriam Karbit (Sumber: Youtube)

Pontianak kembali menggelar perayaan malam takbiran atau malam Lebaran. Tahun ini sebanyak 259 unit Meriam Karbit dari 44 kelompok akan dijejerkan di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Sekretaris Forum Meriam Karbit Kota Pontianak, Barry Shilmon di Pontianak menjelaskan, acara yang bernama Festival Meriam Karbit 2017 itu rencananya dimulai bertepatan pada malam menyambut Idul Fitri 1438 Hijriyah, dipusatkan di Gang Kamboja di pinggi Sungai Kapuas.

"Pada Festival Meriam Karbit ada empat kriteria penilaian, yakni bunyi, motif, kebudayaan yang ditampilkan serta dekorasinya," ungkapnya.

Festival yang digelar setiap tahun pada malam lebaran kali ini memperebutkan total hadiah senilai Rp39 juta, dengan rincian juara I akan mendapatkan Rp8 juta, juara II Rp6 juta, dan juara III sebesar Rp4 juta. Selain itu, ada pula hadiah bagi pemenang harapan I, II dan III serta juara favorit.

Flickr
Meriam Karbit (Sumber: Flickr)

Sementara itu, lanjut Barry, untuk persiapan panggung utama, lokasi penjemputan tamu dan kemasan acara pembukaan sudah dipersiapkan panitia. Untuk penjemputan tamu undangan VIP akan menggunakan transportasi air dari Hotel Kartika ke lokasi acara, sedangkan tamu lainnya akan dijemput dari Pelabuhan Seng Hie.

"Transportasi air digunakan untuk menjemput tamu VIP karena akses menuju lokasi kegiatan yakni di Kampung Kamboja akan ramai dipadati oleh warga, selain jalannya juga sempit," ujarnya.

Di lain kesempatan Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan kepada panitia untuk mengatur dengan sebaik-baiknya kegiatan Festival Meriam Karbit itu, mulai dari panggung, penjemputan tamu hingga kemasan acara seremonialnya.

"Saya berharap Festival Meriam Karbit nantinya bisa terlaksana dengan baik, untuk itu panitia pelaksana harus benar-benar mempersiapkannya, mulai dari kemasan acara pembukaannya, panggung utamanya serta pengaturan tamu undangan," katanya.

Permainan Meriam Karbit menurut Edi merupakan permainan tradisional yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Kota Pontianak, karena memiliki kaitan sejarah dengan berdirinya Kota Pontianak.

"Permainan Meriam Karbit ini sudah menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat Kota Pontianak yang tidak ada di daerah lainnya, tak sah rasanya merayakan Idul Fitri kalau tidak mendengar dentuman Meriam Karbit," pungkas Edi.

Sumber: Antara

Selain artikel di atas , Anda juga bisa baca Mengenal Tradisi Pasola yang Mendebarkan


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE