Account Receivable Hotel Arya Duta Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi di MA Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

Merahputih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016.

"Terkait penyidikan untuk tersangka NHD (Nurhadi) dan HSO (Hiendra Soenjoto), penyidik KPK memanggil empat orang saksi," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/7).

Baca Juga

KPK Telisik Aset Nurhadi dan Menantunya di SCBD

Tiga saksi dipanggil untuk bekas Sekretaris MA Nurhadi, yaitu Account Receivable Hotel Arya Duta Ari Wibowo, Benson selaku wiraswasta, dan karyawan swasta Amrul Khair Rusin.

Sedangkan seorang saksi, yakni Sudirman selaku wiraswasta dipanggil untuk tersangka Hiendra.

Sebelumnya, saksi Sudirman pernah diperiksa KPK pada Selasa (7/7). Saat itu, saksi dikonfirmasi terkait dugaan penjualan villa di wilayah Gadog milik tersangka Nurhadi dan istrinya Tin Zuraida kepada yang bersangkutan.

Selain Nurhadi dan Hiendra, KPK pada 16 Desember 2019 juga telah menetapkan Rezky Herbiyono (RHE) swasta atau menantu Nurhadi sebagai tersangka.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Tiga tersangka tersebut juga telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Februari 2020. Untuk tersangka Nurhadi dan Rezky telah ditangkap tim KPK di salah satu rumah di Simprug, Jakarta Selatan, Senin (1/6), sedangkan tersangka Hiendra masih menjadi buronan.

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Baca Juga

Harta Istri Nurhadi Diduga Mengalir ke Pria Lain

Adapun penerimaan suap tersebut terkait pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar Rp14 miliar, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp33,1 miliar dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp12,9 miliar sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp46 miliar.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi tersebut ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Faham Radikal, BNPT Kunjungin Pesantren Ngruki
Hiburan & Gaya Hidup
Cegah Faham Radikal, BNPT Kunjungin Pesantren Ngruki

Figur anak didik selain unggul di ilmu agama, juga cinta kepada bangsa dan negara Republik Indonesia.

Kuras 3.070 Rekening Bank, 10 Pelaku Penipuan Kode OTP Dibekuk Polisi
Indonesia
Kuras 3.070 Rekening Bank, 10 Pelaku Penipuan Kode OTP Dibekuk Polisi

Beraksi sejak 2017, sindikat ini sudah berhasil menguras 3.070 rekening bank korbannya.

Akun Penyebar Video Panas Diduga Artis Hilang, Polisi Pastikan Jejak Digital Tak Bisa Dihapus
Indonesia
Akun Penyebar Video Panas Diduga Artis Hilang, Polisi Pastikan Jejak Digital Tak Bisa Dihapus

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menerima dua laporan polisi terkait penyebaran video syur mirip artis GA di media sosial.

Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1
Indonesia
Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1

Cak Imin datang khusus ke Solo menemui Gibran untuk mengucapkan selamat atas dilantiknya sebagai Wali Kota Solo.

Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet Masih 1.656 Orang
Indonesia
Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet Masih 1.656 Orang

Aris juga menyampaikan perkembangan pasien COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan

Juliari Batubara Akui Berikan Uang SGD50 Ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal
Indonesia
Juliari Batubara Akui Berikan Uang SGD50 Ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal

Juliari Peter Batubara mengakui pernah memberikan uang senilai SGD50 ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal Ahmad Suyuti.

Polda Metro Tangkap Simpatisan FPI Ancam Penggal Kepala Polisi
Indonesia
Polda Metro Tangkap Simpatisan FPI Ancam Penggal Kepala Polisi

Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial DB yang mengancam akan penggal kepala polisi jika pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab ditangkap

Update Kasus Corona DKI Rabu (23/9): 66.505 Positif, 50.473 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Rabu (23/9): 66.505 Positif, 50.473 Orang Sembuh

Dengan positivity rate 12 persen, penambahan kasus positif perhari sebanyak 1.187 jiwa.

Jokowi Minta Rekomendasi Komnas HAM Soal Tewasnya Laskar FPI Ditindaklanjuti
Indonesia
Jokowi Minta Rekomendasi Komnas HAM Soal Tewasnya Laskar FPI Ditindaklanjuti

Ada kelompok sipil yang membawa senjata api rakitan dan sajam

GP Ansor Minta Pembahasan RUU HIP Tak Sekadar Ditunda
Indonesia
GP Ansor Minta Pembahasan RUU HIP Tak Sekadar Ditunda

Pancasila tidak boleh diatur oleh peraturan perundang-undangan yang lebih rendah